Teman Kecilku Jodohku

Teman Kecilku Jodohku
jebakan Sheila


__ADS_3

<~masih POV nya Sheila~>


Setelah apa yang kami lakukan di villa itu, kini aku dan Bryan semakin sering melakukannya hampir tiap malam entah Bryan yang mengunjungi ku di apartemen pribadi ku atau aku yang datang ke rumahnya.


Hari ini aku menghadiri acara pernikahan salah satu temanku. saat ditengah-tengah acara aku terpesona memandang seorang pria yang lama ku idamkan yaitu Leo.


"Leo ada disini, wah ini kesempatan bagus untuk menggodanya" gumamku lalu ku hampiri Leo dan ku peluk tubuhnya dari belakang, namun Leo menghempaskan tanganku dengan kasar.


"aw, kasar amat sih kamu leo. sakit tahu" ucapku dengan suara kesakitan.


"memang kalau jodoh enggak kemana ya, buktinya kita selalu ketemu" ucapku penuh percaya diri


"maaf Sheila aku pergi dulu" ucap leo berusaha menghindari ku.


"sayang jangan pergi dong" rengekku lalu memeluknya berusaha menahan. sontak semua mata tertuju pada kami berdua dan aku bahagia karena aku berhasil menjadi sorotan orang-orang disekeliling kami dan ku pastikan leo tidak akan berani pergi karena takut malu dengan rekan bisnisnya.


"jadi ini bro wanita mu, pantas saja kau menolak ku dekatkan dengan Erin sepupuku" ucap salah seorang pria yang berada disamping Leo.

__ADS_1


"Sheila apa-apa sih Lo, berhenti bertingkah rendahan seperti ini, dan jangan dekat-dekat sama gue. Lo lupa kalau gue udah punya velia" bentak leo yang membuatku kaget.


"uh galak bener sih beb, jangan khawatir aku lebih hebat kok dari wanita kampung itu. kau akan lebih menikmati permainan ku sayang" ucapku berusaha menggodanya


"lagian emang kamu yakin di sana dia tidak tidur dengan pria lain. atau mungkin saja dia selalu ditiduri pria yang berbeda tiap malam. ingat sayang dia itu sejak dulu murahan dan akan selalu begitu" sambungku dengan penuh percaya diri.


plak


Leo menampar ku didepan semua orang dan memakiku lalu pergi. aku terperangah dan tak percaya leo melakukan ini kepada ku didepan semua orang.


Diperjalanan aku menelpon Bryan dan menyuruhnya datang ke apartemenku. setelah Bryan datang, kami langsung bersetubuh dan ku lampiaskan marah, kecewa, sedih, sakit yang ada didalam hatiku.


Aku dan Bryan bercerita banyak hal dan ternyata Bryan masih memiliki dendam kepada Leo dan membenci velia.


"Bryan gue ada rencana, gimana kalau kita hancurkan saja hubungan mereka" ucapku dengan senyum sinis.


"bagaimana caranya, lu aja gak berhasil menggoda Leo" sahutnya

__ADS_1


"kita jebak Leo, kita kasih obat tidur lalu kita ambil foto gue lagi tidur bareng dia" jelasku dengan nada penuh keyakinan kali ini rencana ku pasti berhasil.


"maksud Lo, Lo mau tidur sama leo? gue gak setuju hanya gue yang bisa Lo puaskan" ucapnya dengan nada kesal


"Bryan ini hanya pura-pura, gue gak perlu melakukannya hanya untuk mengambil beberapa foto" jelasku sambil mengelus-elus tangannya


"baiklah baiklah" ucapnya dengan nada pasrah.


Setelah kami menyusun rencana kami bersantai, sejak pertemuan ku dan Bryan di new York beberapa waktu lalu dan kami sudah melakukan hal yang intim, kami semakin dekat. Bryan selalu memperlakukan ku seperti wanita miliknya namun dia enggan untuk memastikan status hubungan kami.



se**telah seminggu kemudian aku dan Bryan melaksanakan rencana kami dan seperti dugaanku rencana kali ini berjalan dengan lancar, aku menggunakan foto kami berdua untuk mengancam Leo jika dia tidak menuruti kemauanku.


setelah dua Minggu kemudian yang gak pernah terpikirkan oleh ku terjadi dan keadaan ini membuat rencana ku untuk memiliki leo semakin berjalan mulus, hari ini leo sedang mengantarkan ku ke dokter kandungan.


Aku memang sedang mengandung namun bukan anak leo melainkan anak dari Bryan, walaupun begitu aku tetap memanfaatkan kandungan ku untuk selalu bisa bermesraan dengan Leo dan meminta dia menikahi ku secepatnya.

__ADS_1


__ADS_2