Teman Kecilku Jodohku

Teman Kecilku Jodohku
Leo menyerah


__ADS_3

Setelah aku puas menangis perlahan aku bercerita kepada Ferry mulai dari Leo yang selalu berkunjung kerumah ku dan berusaha mengajakku berbicara dan hingga tadi pagi kami bertemu secara tak sengaja saat rapat.


"gue rasa Lo memang harus ngobrol dengan Leo vei. mama Lo benar jika memang Lo tak ingin kembali lagi kepadanya Lo harus mengatakan secara langsung agar tidak semakin rumit permasalahan kalian" ucapnya menasehati ku


"tapi aku belum siap jika harus bertemu dia lagi fer. hatiku belum membaik bahkan masih sama hancurnya seperti beberapa bulan lalu" ucapku sambil menunduk


"baiklah jangan terlalu memaksa, jika belum siap maka persiapkanlah namun jika nantinya hatimu telah kembali baik cobalah untuk menemaninya dan menyelesaikan semuanya dengan dewasa" ucapnya sambil menarikku kedalam dekapannya


aku membalas pelukan Ferry, bersyukur aku masih memiliki teman yang seperti Ferry dihidupku.


Tanpa ku sadari ternyata ada sepasang mata yang memperhatikan ku dan Ferry sedari tadi


<~ POV Leo ~>


Setelah Lia menolak makan siang bersamaku dan aku sedikit penasaran akan seseorang yang akan ditemuinya yang awalnya ku pikir sebuah alasannya untuk menolak makan bersamaku. sehingga ku putuskan untuk mengikuti nya.


Benar saja Lia berhenti didepan sebuah restoran, dan aku ikut berhenti dan masuk. meja ku berada sedikit jauh dari meja Lia sehingga aku tak dapat mendengar ucapan nya dengan seorang pria.

__ADS_1


ketika Lia bertemu pria itu, Lia langsung memeluknya dan pria itu juga membalasnya. hatiku hancur melihat Lia telah menemukan seseorang.


"mungkin Tante Ani benar, jika Lia memang sudah akan menikah. maafkan aku Lia, kudoakan semoga hubungan mu baik-baik saja dan hatimu tidak disakiti lagi" ucapku dalam hati lalu pergi meninggalkan restoran


<~ kembali ke velia ~>


Setelah selesai makan siang dan sesi curhat kepada Ferry, kami kembali ke kantor. saat tiba di kantor tiba-tiba kami diundang untuk rapat dadakan untuk membahas hal penting katanya.


Ternyata kantor mengadakan rapat untuk penaikan jabatan, dan jabatanku diangkat menjadi seorang direktur utama di kantor cabang di luar kota yang artinya aku akan pindah keluar kota.


semua memberikan selamat padaku dan aku akan pindah 2 hari lagi. ada perasaan sedih dan bahagia yang kurasakan, sedih karena aku akan pergi ke kota lain dan meninggalkan mama dan papa serta Ferry dan yang utama leo. bahagianya karena aku telah naik jabatan dan mungkin aku bisa memulai hidup baru tanpa bayangan dari leo.


"terimakasih fer" ucapku sambil memeluk nya


"jaga kesehatan disana vei. tetap semangat dan mulai hidup baru tanpa galau-galau lagi" ucapnya dengan tawa mengejekku


"ih apaan sih" ucapku sambil memukul pundak nya

__ADS_1


<~ dirumahku ~>


aku memberitahukan pada mama dan papa tentang kenaikan jabatan ku dan perpindahan ku. mama dan papa mendukung semua keputusanku.


"sebenarnya kau tak harus pergi sayang. kau bisa mengurusi kantor papa yang akan menjadi milikmu nantinya" ucap papa sambil memelukku


"pa, aku harus bisa mandiri agar lebih siap lagi memimpin perusahaan kita agar semakin lebih maju" ucapku


"baiklah sayang, namun jika ada kendala segera telpon papa" ucap papa lalu mengecup kening ku


"baik pa" ucapku sambil tersenyum


Aku dan mama menyiapkan barang-barang yang akan ku bawa pindahan. setelah selesai mama pergi ke kamarnya dan aku beristirahat di kamarku.


"selamat tinggal kota kelahiran ku, selamat tinggal kota yang memberikan kenangan indah bersama dengan leo. selamat tinggal leo, ku harap aku bisa. melupakanmu" ucapku sambil memandang langit-langit kamarku


"leo maafkan aku karena selalu menghindari mu" ucapku dengan air mataku yang lagi-lagi lolos terjatuh dan membasahi pipiku

__ADS_1


Aku jadi teringat setelah pertemuan ku dan Leo ketika rapat kemaren dia tidak pernah lagi berusaha menemui ku dirumah.


"apa mungkin kau sudah menyerah begitu saja le?" gumamku dan lagi-lagi aku menangis setiap mengingat leo


__ADS_2