
POV Leo
Setelah aku menjelaskan semuanya kepada Lia akhirnya aku bisa bersamanya lagi, namun kali ini aku tidak akan mengajaknya berpacaran lagi melainkan aku akan melamarnya untuk menjadi istri.
Hari ini aku dan Lia menghadiri pesta pernikahan Ferry, banyak media yang meliputi pesta karena Ferry merupakan salah satu pengusaha hebat di kota ini.
kedatangan ku dan Lia menjadi sorotan para wartawan, banyak pertanyaan-pertanyaan yang diajukan namun hanya ku jawab dengan memohon doa mereka agar kelak aku dan Lia bersama untuk selamanya.
Begitu memasuki gedung pesta, aku dan Lia menghampiri Ferry dan Mikha untuk memberikan ucapan selamat.
"kalian segeralah menyusul. jangan ditunda-tunda lagi nanti keburu diambil orang loh" ucap Ferry
"tenang aja bro, kalau jodoh tidak akan tertukar. buktinya kalian selalu menolak perjodohan yang gue atur sekarang jadi malah nikah" ucapku lalu aku tertawa kecil
"haha apaan sih leo. oh iya dia ada disini loh kalian udah ketemu gak?" ucap Mikha
"kalian segeralah menyusul. jangan ditunda-tunda lagi nanti keburu diambil orang loh" ucap Ferry sambil menyenggol lengan ku, Aku hanya tersenyum menanggapi ucapan Ferry
"tenang aja bro, kalau jodoh tidak akan tertukar. buktinya kalian selalu menolak perjodohan yang gue atur sekarang jadi malah nikah" ucap Leo lalu tertawa kecil
"haha apaan sih leo. oh iya dia ada disini loh kalian udah ketemu gak?" ucap Mikha
__ADS_1
"oh ya, belum ada gue lihat sih. ntar gue cari deh, kangen juga sama bocah itu" ucapki dengan wajah yang gembira.
aku tahu yang dimaksud Mikha pasti Febri sepupuku yang juga sahabat dari Mikha. setelah bersalaman dengan Ferry dan Mikha, aku menemui rekan bisnis ku yang hadir di pesta itu dan Lia pun begitu dia menemani rekan bisnisnya mengobrol.
"Leooo..." teriak seorang wanita yang suaranya sangat ku kenali
ku balikan badanku dan benar saja wanita itu adalah Febri, aku tersenyum melihat tingkah nya yang seperti anak-anak berlari pelan ke arahku.
Kami berpelukan untuk melepas rindu, aku berpamitan kepada rekan bisnis ku untuk mengobrol dengan Febri.
"Lo masih kayak dulu aja cerewet banget" ucapku pada Febri
"apaan sih. Lo nya aja yang suka jaim" balasnya
"tadi siang" ucapnya singkat
"kenapa gak ngabarin gue? udah lupa sama sepupu tampan Lo ini" ucapku sambil tertawa kecil
"ih Lo ada kaca gak sih? ngaca dulu sebelum puji diri" ucapnya lalu tertawa
Begitulah aku dan Febri, kami selalu mengobrol santai dan bercanda hingga banyak yang berpikir kami seperti orang yang sedang menjalin hubungan.
__ADS_1
karena asyik ngobrol dengan Febri aku lupa jika Lia bersamaku tadi, ku perhatikan sekitar dan ku lihat Lia sedang ngobrol dengan Ferry dan Mikha. setelah selesai ngobrol dengan Ferry dan Mikha Lia berjalan menuju pintu keluar.
"Li kamu mau kemana?" tanyaku ketika dia melewati tempat dudukku dan juga Febri
"aku mau pulang" jawabnya ketus
"baiklah hati-hati dijalan. aku akan menyuruh pak Agus untuk mengantarkan mu" ucapku lalu aku kembali ngobrol dengan Febri
"jadi itu kak velia?" tanya Febri ketika Lia sudah keluar gedung pesta
"iya, cantik kan calon kakak ipar Lo" ucapku bangga
"Lo kok gak bilang sih dia juga ada disini. kan gue mau kenalan sama dia" ucapnya kesal
"ntar gue kenalin deh" jawabku
"jadi gimana rencana lamaran Lo? udah Lo persiapin?" tanya Febri
"itu dia yang jadi masalahnya, gue banyak kerjaan jadi gak bisa mempersiapkan nya seorang diri. makanya gue senang Lo ada disini, biar Lo yang handle semua persiapan nya" ucapku dengan nada memohon
"baiklah baiklah. emang Lo selalu mengganggu, harusnya gue liburan disini" ucapnya kesal
__ADS_1
"jadi Lo gak ingat lihat kakak sepupu Lo yang tampan ini menikah secepatnya?" tanyaku pura-pura sedih
"gausa sok-sok sedih deh"ucapnya lalu pergi meninggalkan ku