
Perlahan ku tutup mataku dan kurasakan hembusan nafas rayen tepat dihadapan ku.
"vei bolehkah kita melakukannya?" tanya rayen yang membuatku kaget, ku buka mataku dan ku tatap wajahnya yang memandang ke arah TV
"aku sudah tak tahan lagi vei, kenapa kau mengajakku menonton film yang ada adegan panasnya seperti itu" ucapnya menunjukkan TV
ku palingkan wajahku mengarah tv dan kulihat sedang terpampang adegan ciuman panas disana.
"ah.. dasar bodoh. bagaimana ini, bahkan aku juga ingin menikmatinya" ucapku dalam hati
perlahan rayen semakin mendekat wajahnya dan kami saling tatap dengan jarak yang sangat dekat.
"maaf rayen. tapi kurasa ini sudah berlebihan. kita tidak memiliki status, jadi bagaimana mungkin kita saling berciuman panas" ucapku memalingkan wajahku dan mengatur jarak agar tak terlalu dekat dengan rayen
"maafkan aku vei. namun bagaimana kamu tak mengetahui perasaan ku pada mu dari sikapku terhadap mu" ucap rayen
"aku tak begitu yakin, apakah firasat ku benar akan perasaan mu atau kau hanya menikmati kedekatan kita yang sudah di luar batas" ucapku
cup
sebuah kecupan mendarat di bibirku dan itu membuatku terkejut.
__ADS_1
"aku mencintaimu vei, sungguh sangat mencintaimu" ucap rayen
"jika kau memikirkan status baiklah akan ku perjelas. mau kah kau menjadi kekasihku Novelia Natalie?" sambungnya sambil menggenggam kedua tanganku
Air mataku terjatuh, entah karena aku begitu terharu atas ucapan rayen atau aku menangisi diriku sendiri yang memberikan kode agar dipacari. entahlah aku tak paham akan hatiku saat ini.
"maaf jika ini sudah terlambat atau terlalu lama. namun ku pikir untuk usia kita saat ini tidak perlu ada ajakan untuk berpacaran, cukup memberikan ungkapan cinta lewat perbuatan. maafkan aku yang kurang mengerti akan maumu vei" jelas rayen dengan mata berkaca-kaca
"maafkan aku rayen" ucapku lalu ku ***** bibir manisnya dan rayen membalas lumatan ku. kami saling ******* dan berhenti mengambil nafas dan melanjutkan nya lagi.
"akhirnya aku bisa membuka hatiku kembali. semoga kali ini rayen tak menyakitiku lagi" ucapku dalam hati sambil ku nikmati lumatan rayen.
Saat tangan rayen semakin mengelus-elus **** **********, sontak ku lepaskan tautan bibir kami. aku tak ingin kami melakukan lebih dari ciuman panas ini, bagaimana pun ini masih terlalu dini untuk kami lakukan mengingat kami baru berpacaran beberapa menit yang lalu.
"maafkan aku vei, aku tak bermaksud merenggut nya. aku hanya ingin mengelus nya dan membuat mu semakin bergairah dalam ciuman ini" ucap rayen
"tapi rayen ini belum saatnya. jika nanti kita memang berjodoh. kau akan menikmatinya di malam pertama kita" ucapku
"baiklah aku mengerti. maafkan aku sayang" ucap rayen
"a... apa.. sayang?" gumamku dalam hati
__ADS_1
"akhirnya aku benar-benar memulai nya kembali" ucapku dalam hati
<~~~~~~~~>
Tak terasa hari sudah mulai gelap dan rayen sudah harus pulang ke rumahnya.
"sayang cuti kita kan masih 3 hari lagi. gimana kalau kita liburan kepantai besok" ajak rayen
"mau banget" ucapku dengan nada manja sambil memeluk tangan rayen
"baiklah besok kita akan berangkat pukul 10. sediakan baju ganti juga ya. mana tahu ntar jadi pengen nginap" ucapnya
"baik bos" ucapku sambil berhormat seperti seorang anak buah
"aku pulang dulu ya bye" ucap rayen
cup
sebuah kecupan kembali mendarat di bibirku.
"ini akan menjadi kebiasaan ku nantinya. sudah lama aku mendamba kan bibir manismu ini sayang" ucap rayen sambil mengelus bibir bagian bawahku lalu dia pergi meninggalkan apartemen ku
__ADS_1