
keesokan paginya suara ponselku berdering, aku bergegas menuju meja rias didalam kamar ku, ku lihat ponselku dan ternyata rayen yang menelepon ku pagi ini
"hallo" sapaku terlebih dahulu
"hallo vei, selamat pagi. gimana kamu udah siap-siap kekantor belum?" tanyanya
"ini aku baru selesai mandi. kenapa Ray?" tanyaku
"oh baiklah nanti aku telfon lagi ya. selamat pagi" ucap rayen lalu mengakhiri panggilan telpon nya.
"ada apa ya? kok tiba-tiba rayen nelpon pagi-pagi. buat bingung aja" ucapku sambil berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaian kantorku.
20 menit kemudian tiba-tiba ponselku berdering lagi, dan panggilan masuk dari rayen lagi
"hallo" sapaku
"udah selesai belum?" tanya rayen
"oh iya ini, aku udah mau on the way kok. emang ada kerjaan penting ya dikantor?" tanyaku
__ADS_1
"iya ini penting banget. kamu jangan sarapan dulu ya. langsung turun aja, aku udah nunggu dilobi" ucap rayen
"ah di lob.. tuuttt... tuuttt..." belum sempat ku selesai kan ucapanku, rayen langsung mengakhiri panggilan nya.
aku langsung bergegas menuju lobi, aku berlari takut kerjaan yang sangat penting sedang menunggu dikantor hingga rayen menjemput ku tanpa memberi kabar terlebih dahulu.
Saat hampir sampai di lobi, ku lihat mobil rayen sudah terparkir disana dan dia sedang bersandar dan berdiri menghadap ku.
"maaf rayen. kamu udah lama ya?" tanyaku gos-gosan
"masuk dulu" jawab rayen sambil membukakan pintu mobilnya
Aku duduk lalu tarik nafas agar nafasku kembali normal, lalu rayen masuk ke mobil dan melajukan mobilnya.
"kamu habis lari-lari ya tadi?" tanya rayen tanpa menjawab pertanyaan ku
"iya, takutnya nanti gak keburu" ucapku
"haha maaf ya, tapi bener juga sih nanti gak keburu ke kantornya kalau berleha-leha" ucapnya sambil tertawa
__ADS_1
"loh... loh... kita mau kemana ? ini kan gak jalan mau kekantor" ucapku kaget melihat jalan yang ditempuh rayen tidak mengarah kekantor
"memang kita gak mau kekantor, aku pengen sarapan berdua sama kamu sebelum kita kekantor" ucap rayen sambil tersenyum
"loh tadi kamu bilang samaku jangan sarapan dulu ntar telat kekantor nya, sekarang kok kamu malah ngajak aku sarapan" ucapku Bingung
"maaf ya vei aku bohong soal kerjaan penting itu. habisnya setiap aku ajak kamu sarapan bareng kamu selalu nolak. jadi aku bohongin kamu biar kamu mau nemenin aku sarapan pagi ini" ucapnya dengan wajah bersalah
"ya ampun, apakah aku sekejam itu? apa hatiku sehancur itu hingga tak bisa ku rasakan kalau rayen mendambakan ku?" ucapku dalam hati
"kok diam? kamu marah ya? ya udah kalau memang kamu gak mau sarapan bareng aku. oke kita kekantor aja sekarang" ucap rayen sambil memutar kemudi menuju kantor
"eh... eh gausa Ray. gak papa kok kita sarapan aja dulu" jawabku
"yesss" ucap rayen gembira
"apa sesenang itu kamu mau sarapan?" ucapku tertawa
"iya dong senang. setelah sekian lama akhirnya aku bisa sarapan bareng kamu" ucapnya tersenyum
__ADS_1
Entah mengapa saat melihat rayen sebahagia ini aku juga merasa senang, rayen selalu memberikan warna baru dihatiku. Rasanya hatiku yang dulu sudah hitam kelam kini mulai bersinar dengan warna-warna indahnya.
"semoga ini langkah yang baik. maafkan aku leo, aku pun berhak bahagia. kuharap kau tak membenciku ketika aku membuka hati untuk pria lain" ucapku dalam hati