
<~ masih POV nya leo ~>
Setelah sampai di rumah aku langsung pergi mandi dan siap-siap kerumah Lia. saat sampai dirumahnya, Tante Ani mamanya Lia yang membukakan pintu.
"sore Tante, apa Lia ada dirumahnya?" tanyaku dengan senyum
"ada apa kamu datang kemari lagi? sudah cukup kamu menyakiti hati anak saya selama 6 bulan kamu berada di new York. jangan datang-datang lagi kerumah ini. pergilah" ucap Tante Ani dengan nada tinggi
"tapi tante aku ing.." belum selesai aku mengucapkan maksud kedatangan ku, Tante Ani langsung membanting pintu dan menutupnya.
hatiku sedih mendapatkan perlakuan Tante Ani, yang dulunya dia sangat baik kepadaku.
"ini semua karena ulahmu Sheila. ah" aku membanting stir mobil ku
Aku kembali pulang kerumah dengan rasa sakit yang ku terima.
aku selalu berkunjung kerumah Lia berharap dapat bertemu dengannya dan menjelaskan semua yang telah terjadi, namun aku tak pernah bertemu dengannya, Tante Ani selalu memberikan alasan untuk menolak kedatangan ku, aku tahu Tante Ani berbohong saat mengatakan Lia telah pindah keluar kota dan akan menikah.
3 bulan sudah setelah kepulangan ku dari new York, namun aku tak kunjung bertemu dengan pujaan hatiku.
__ADS_1
"apa sebenci itu kamu kepadaku lu" ucapku frustasi saat aku sedang dalam perjalanan pulang dari rumah Lia.
"namun aku tak akan menyerah Lia, aku akan mendapatkan mu kembali" ucapku menyemangati diriku sendiri
<~ kembali ke velia ~>
hari ini aku ada meeting dengan rekan bisnis ku yang baru, sebenarnya sih ini perusahaan papaku yang bekerja sama dengan mereka namun karena papa lagi handle kerjaan nya di Malaysia jadinya aku mengganti papa.
Papaku memang memiliki perusahaan yang cukup besar, namun aku tak mau bekerja disana dan mengganti kan papaku menjadi CEO. aku lebih memilih untuk memulai bisnis ku dari nol.
"nona velia, apakah anda telah siap. jika belum biar saya saja yang menggantikan pak Haris" ucap sekretaris papaku
"tak perlu, saya dapat melakukannya tapi jika saya nanti mengalami kendala tolong bantu saya" ucapku sambil melemparkan senyum
Setelah menunggu 5 menit, CEO dari perusahaan mereka datang. betapa terkejutnya aku melihat yang datang adalah Frans Leonardo, spontan langsung ku buka file kontrak kerjasama dan tertera disana nama perusahaan papanya leo.
"bodohnya aku tak mengetahuinya sebelum rapat. bagaimana ini" gumamku dalam hati
mataku dan leo bertemu, dia tersenyum kepadaku namun aku langsung memalingkan mataku dari pandangannya.
__ADS_1
aku berusaha profesional dan melanjutkan rapat. setelah kurang dari 2 jam akhirnya rapat pun selesai, aku mengemasi barang-barang ku dan akan pergi. namun leo menahan tanganku
"Lia apa kabar? akhirnya aku menemukan mu kembali" ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca
"maaf tuan Frans, nama saya nona velia bukan Lia, dan kabar saya baik-baik saja" ucapku berusaha bersifat dingin
"maukah kamu makan siang bersamaku Li?" tanyanya
"maaf saya sudah ada janji makan siang dengan seseorang" ucapku
"bagaimana kalau makan malam?" ucapnya berusaha membujukku
"maaf tuan. sebaiknya kita tidak bertemu lagi untuk waktu-waktu berikutnya kecuali saat rapat" jawabku lalu pergi meninggalkan leo
Saat berada dalam mobil air mataku terjatuh dan tak bisa ku bendung lagi, aku menangis sejadi-jadinya. ku ambil ponselku lalu ku hubungi Ferry dan mengajaknya bertemu di cafe tempat kami biasa makan siang. Hanya Ferry yang ku percaya tempat ku berbagi cerita tentang leo
setelah bertemu dengan Ferry aku semakin menangis dan Ferry memelukku.
"hiks... hiks... fer gue gak tahu harus gimana lagi" ucapku sambil menangis dalam dekapannya
__ADS_1
"menangis lah dulu sesuka hatimu, jika sudah siap untuk bercerita maka bercertalah" ucapnya sambil mengelus punggungku
Aku menangis sejadi-jadinya, aku benci saat seperti ini. mengapa aku begitu rapuh dan cengeng pada hal-hal yang berhubungan dengan leo.