Teman Kecilku Jodohku

Teman Kecilku Jodohku
leo menyelamatkan ku


__ADS_3

ketika menyadari tangan Brian yang kini telah hampir menyentuh bagian intim ku. aku membuka mataku.


"ahh... jangan... jangan... Brian ku mohon..." ucapku dengan air mata yang sudah membasahi pipiku


"apa kau tak ingin menikmatinya ve, aku jamin kau akan mendesah nikmat seperti vany yang kau dengar melalui telpon kala itu" ucapnya yang kini memandangku sangat dekat


"a... apa... yang telah kau lakukan terhadap vany kala itu?" tanyaku penasaran


"aku membawanya ke langit ketujuh ve, mari ku bawa kau juga" ucapnya sambil melumat bibir ku dan tangan kirinya telah menyentuh bagian intim ku yang masih dibalut pakaian dalam.


"ahh... sfftt... ahh.. brian jangan sentuh itu... ahh..." ucapku sambil mendesis dan merapatkan kedua kakiku


"ta.. tapi... juniorku sudah pengen menyentuhnya sayang..." ucapnya sambil mengarahkan bagian intimnya ke bagian intim ku


aku bisa merasakan benda keras dan besar di bawa sana yang menyentuh tepat di bagian intim ku walau keduanya masih dibalut pakaian.


menyadari hal itu, aku mencoba melepaskan lilitan syal ditanganku. kurasakan syalnya sudah semakin longgar dan kini tanganku sudah bisa terlepas.


aku langsung duduk dan mendorong tubuh brian, ku lihat wajahnya sudah penuh dengan nafsu birahi. setelah berhasil mendorongnya aku berlari menuju pintu namun pintu terkunci.


"haha Lo kira, Lo bisa kabur dari gue. dasar murahan, Lo harus puasin nafsu gue baru Lo bisa keluar dari sini" ucapnya dengan menghampiri ku dan memulai aksinya dengan mengecup bibir, leher, dan dadaku.


aku memberontak, namun lagi-lagi Brian mengikat tanganku kembali dengan syal dan dia menyeret ku kembali ke atas meja.

__ADS_1


setelah dia berhasil mengikat dan membaringkan tubuhku, kini Brian membuka rok ku dan pada akhirnya tak ada lagi pakaian yang menutupi tubuhku.


aku menangis sejadi-jadinya. "oh Tuhan ini salahku, aku bodoh tadi telah mau menuruti nafsuku. Leo tolong... tolong aku" teriakku dalam hati


"sayang mari kita lanjutkan yang tadi, ahhh..." ucapnya berbisik di telinga ku. dengan cepat ku tendang kakinya


"wah, kamu suka yang kasar-kasar ya, baiklah" ucap brian sambil menarik kakiku dan diikatnya.


kini posisiku sudah terbentang didepan Brian dengan tangan dan kaki ku yang terikat. kini Brian benar-benar gila, dia mencium inci per inci dari tubuhku. kini ciumannya sudah berada di bagian intim ku.


aku hanya terus menangis dan sesekali menjerit, ku rasakan ponselku bergetar tanpa sengaja Brian mengusap layar ponselku dan mengangkat panggilan masuk entah dari siapa.


"ahh... Brian hen... hentikan... ku mohon... Brian sakit... lepaskan aku... ku mohon..." teriakku dengan isakan tangis. suaraku mulai samar terdengar.


brukk


suara dobrakan pintu, aku memandang pria yang masuk dari sana dengan wajahnya yang marah dan langsung memukuli Brian tanpa ampun, pria itu adalah leo sahabat ku. entah bagaimana Leo bisa tahu aku sedang membutuhkan bantuan nya kali ini. setelah Brian babak belur dan pingsan. leo melepaskan ikatan tangan dan kakiku.


sekujur tubuhku gemetar, aku takut... takut sekali. melihat keadaanku Leo dengan cepat memunguti semua pakaian ku yang sudah berserakan dan memakaikan nya ke tubuhku. lalu leo menggendong ku dan membawaku pulang kerumah.


POV Leo


saat selesai bersama teman-teman ku merayakan hari kelulusan kami, aku teringat akan Lia, ku ambil ponselku dan ku hubungi nomornya

__ADS_1


tuuttt..... tuuttt.... tuuttt....


kenapa Lia begitu lama menjawab panggilanku, aku semakin khawatir terhadap nya. kucoba lagi memanggil nomornya dan kini panggilanku telah diterima, namun aku begitu sangat terkejut mendengar Lia berteriak dan menangis


"ahh... Brian hen... hentikan... ku mohon... Brian sakit... lepaskan aku... ku mohon..."


ketika amarahku memuncak mendengar ucapan Lia, ku lajak GPS ponsel Lia. setelah ku menemukan lokasinya berada saat ini, ku lajukan motorku dengan cepat sebelum terlambat.


begitu sampai di parkiran sekolah aku langsung berlari menuju gudang belakang. dari luar ku dengar Brian mendesah nikmat sedangkan Lia menangis dan mendesis kesakitan. langsung ku dobrak pintu gudang.


brukk


aku melihat Lia terkulai lemas dengan tangan dan kaki diikat, dan ku lihat Brian yang mencumbui nya dan ingin merenggut keperawanan Lia. dengan cepat ku hampiri Brian dan ku hajar tanpa henti.


"berani-beraninya Lo nyentuh dia, dasar brengsek" ucapku sambil terus memukul nya.


kini Brian sudah tak sadarkan diri. ku lepaskan ikatan tangan dan kaki Lia, ku pungut pakaiannya dan ku kenakan ke tubuhnya.


"maafkan aku Lia, aku telah meninggalkan mu tadi" ucapku dalam hati


kulihat tubuh Lia sudah tak berdaya, langsung ke gendong tubuhnya dan ku antarkan pulang kerumahnya.


😊😊hai readersku, jangan lupa tekan like dan logo love nya. jadiin favorit kalian hehe😊😊

__ADS_1


__ADS_2