
Hari ini aku banyak pekerjaan dan harus lembur dikantor. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam dan pekerjaan ku masih belum juga selesai.
"uhh akhirnya selesai juga" ucapku sambil merenggangkan kedua tanganku.
kulihat jam sudah menunjukkan pukul 9.45, ku bereskan barang-barang ku lalu aku keluar dari ruang kerjaku dan berjalan menuju lift.
"hei lelah banget ya" ucap rayen dari belakang ku
"eh rayen, kamu belum pulang ?" tanyaku kaget
"gimana bisa pulang kalau karyawan aku masih ada yang lembur" ucapnya lalu tersenyum kepadaku. aku membalasnya hanya dengan senyum tipis
pintu lift terbuka dan hanya ada kami dua di dalam lift. hal ini membuat ku canggung berada didalam ruangan kecil dan hanya berdua bersama rayen.
aku tak begitu paham akan perasaan ku saat ini, namun terkadang jantungku berdetak kencang ketika aku berada disamping rayen dengan jarak dekat seperti ini.
"jangan bengong gitu, ntar kesambet hantu lift loh" bisik rayen ditelingaku.
sontak aku merinding mendengar nya bukan karena takut dengan hantu namun deru nafas rayen yang membuat bulu kuduk ku berdiri. jantungku berdetak semakin kencang rasanya sudah hampir keluar dari dalam tubuhku, dan lututku oh tidak lututku begitu lemas dan bahkan rasanya aku tak sanggup lagi menahan bobot tubuhku.
"ada apa ini? mengapa hatiku bisa berdetak kencang seperti ini bahkan hanya dengan kalimat sederhana yang diungkapkan rayen" ucapku dalam hati
"hei nona sombong banget sih, mentang-mentang cantik jadi gak mau berbicara sama orang jelek seperti ku" ucap rayen membuyarkan lamunanku
__ADS_1
"ih apaan sih" ucapku dengan ekspresi malu
"kamu mikirin apasih? kok dari tadi bengong aja" tanyanya
"gak ada kok" jawabku singkat
"Hem. yaudah deh kalau gak mau cerita. oh iya aku antar pulang ya vei" pintanya
"hem. kalau gak ngerepotin sih gpp" jawabku dengan senyuman khas ku
"buat kamu aku gak akan pernah merasa direpotkan" ucapnya sambil membalas senyuman ku
setelah sampai dilantai bawah kami berjalan menuju parkiran tempat mobil rayen berada. diperjalanan aku hanya diam saja bingung kau memulai pembicaraan dari mana.
"vei kamu dulu kerja di kota A kan?" tanya rayen memecahkan keheningan diantara kami
"memang asli orang situ?" tanyanya
"iya asli lahir disitu, besar disitu" jawabku
"aku dengar disitu banyak tempat wisata nya ya?" tanya rayen
"hehe iya dong. kota kelahiran ku itu adalah kota yang paling indah menurutku" jawabku sambil tersenyum bangga akan kota kelahiran ku
__ADS_1
"jadi kamu gak rindu gitu pulang kampung?" tanyanya
"rindu banget sih tapi gimana dong belum ada cuti panjang" jawabku
"rindu kotanya atau rindu kenangan nya ?" tanya rayen sambil tertawa menggodaku
"rindu semuanya" ucapku lalu ku pejamkan mataku mengingat kembali semua yang sudah berlalu disana
"ma, pa, leo, Ferry kalian apa kabar? aku rindu" ucapku dalam hati masih sambil memejamkan mata, air mataku menetes saat wajah leo terbayang olehku dalam mata tertutup
"kalau rindu pulang aja vei, jangan dipendam terus ntar nyesel sendiri loh" ucap rayen membuyarkan lamunanku
"hehe nanti juga pasti pulang, namun sekarang belum waktunya" ucapku sambil tersenyum manis kepada rayen
"tunggu aku siap merelakan Leo bersama Sheila aku pasti pulang" sambungku dalam hati
tak terasa akhirnya kami sampai didepan lobi apartemen ku.
"aku langsung balik aja ya vei, gak enak kalau mampir malam-malam gini ke apartemen perempuan" ucap rayen padaku
"baiklah. terimakasih rayen, kau membuat lelahku sedikit berkurang" ucapku tersenyum
"sama-sama vei. kalau butuh tempat cerita hubungi aku aja" ucap rayen
__ADS_1
"baiklah. hati-hati ya. selamat malam" ucapku lalu turun dari mobil rayen dan aku bergegas menuju apartemen ku.
"rayen, rasanya sudah lama aku tidak merasakan kenyamanan seperti ini terhadap pria lain kecuali leo. kau selalu mampu membuatku merasa bahagia setiap bersama mu. terimakasih rayen" ucapku dalam hati sebelum aku terlelap dalam tidur nyenyak ku