Teman Kecilku Jodohku

Teman Kecilku Jodohku
pertama bagiku


__ADS_3

Kami sampai di kamar hotel yang telah dipesan oleh rayen. rayen memesan kamar VVIP, kamarnya sangat besar dan indah.


"mari membersihkan diri dulu sayang" ucap rayen sambil membuka resleting dress ku


"ihh rayen, kenapa kamu buka sih?" tanyaku kaget mendapati resleting dress ku telah terbuka dan mengekspose punggung mulus ku


"kenapa sih sayang? apa kamu tak ingin mandi bersama ku? aku begitu menginginkan si kembar" ucap rayen dengan kedua tangannya telah masuk kedalam dressku dan menyentuh gundukan ku secara langsung


"aku senang banget sayang bisa menyentuhnya, untung kamu tidak memakai bra kan jadi lebih mudah aku mendapatkan nya" bisik rayen ditelingaku dan sesekali dia meniup lembut telingaku.


Tubuhku semakin lemas dan gairah ku sudah meningkat bahkan kali ini aku jadi begitu menginginkan sentuhan rayen diseluruh tubuhku.


"ahh sayang... ahh... kau membuatku bergairah sekali.. ahh... mari kita langsung mandi saja sayang.. aku sudah tak tahan" ucapku spontan


mendengar ucapan ku dan melihat tubuhku yang sudah tak berdaya lagi, rayen melancarkan kegiatannya membuka paikanku dan saat dia ingin membuka pakaian dalamku dikecupnya daerah intimku yang membuat aku semakin menggelinjang kegelian


tanpa waktu lama kami sudah berada didalam bathub, aku berada didepan rayen dan ku sandarkan tubuhku diatas tubuhnya. rayen meraba-raba seluruh tubuhku dengan mudah sedangkan aku tak lagi punya kekuatan untuk menolaknya, kini aku menikmati setiap sentuhan rayen ditubuh ku dan berusaha menahan desahan keluar dari mulutku agar tidak membuat rayen semakin menggila.

__ADS_1


"sayang... mendesahlah... nikmati sentuhan-sentuhan ku.." bisik rayen


"ahh... ahh... sayang... ahh... ughh... ku... mohon... ahh... say... ahh... yang...ahh aku gak tahan lagi... tolong jangan mengobrak-abrik kewanitaan..." desahku tak sanggup lagi menahan sesuatu ingin keluar dari bawa sana akibat sentuhan rayen yang seolah-olah mengobrak-abrik pertahanan ku


"baiklah mari kita akhiri" ucap rayen melepaskan seluruh sentuhan nya dari tubuhku dan mulai bangkit dari bathtub dan ingin keluar namun ku tarik tangannya


"ahh... rayen apa yang telah kau lakukan? kenapa kau ingin meninggalkan ku begitu saja? bagaimana aku akan mengakhiri nafsu ku yang sudah sangat bergairah ini. ahh tolong bantu aku menyelesaikan nya" ucapku dengan tubuh yang masih bergejolak ingin menikmati sentuhan yang dilakukan rayen


"kau yang meminta aku mengakhirinya sayang" ucap rayen dengan senyum sumringah


"baiklah mari kita lanjutkan diranjang saja" ucap rayen dan aku pun mengikuti ucapannya.


entah setan apa yang merasuki ku sehingga aku hilang kendali akan diriku dan hanya mengikuti ucapan rayen. "dasar bodoh" gerutuku dalam hati


rayen duduk dipinggir ranjang dan aku berdiri tepat di hadapannya, perlahan tangan rayen kembali menyentuh kakiku hingga pahaku dan perlahan masuk keselengkangan ku.


"apa ini yang ingin kau nikmati sayang?" tanya reyen sambil memainkan tangannya di daerah kewanitaan ku

__ADS_1


"ahh... saya... ahh... yang... ahh... ada yang ingin keluar sayang...." desahku tak tahan


"tahan sayang kita harus mengeluarkan nya bersama. duduklah disini" ucap rayen dan mengarahkan ku duduk dipangkuan nya namun bukan dikedua paha tapi disalahsatu pahanya


Aku hanya mengikuti arahan yang diberikan rayen, aku duduk dengan tubuh yang penuh dengan nafsu yang memburu


"perlahan bergerak lah seperti ini dan tangan kiri memainkan ini" ucap rayen sambil menggoyangkan tubuhku agar kewanitaan ku dan pahanya saling bergesekan dan diarahkannya tangan kiriku menyentuh miliknya yang sudah menegang


Lagi-lagi aku mengikuti ucapan rayen, dan untuk pertama kalinya aku melakukan hal seperti ini. gerakan tubuhku dan permainan tanganku membuat tubuh rayen menggelinjang hebat


"ahh... semakin cepat sayang... aku udah tak tahan lagi" ucap rayen dengan desahan nya yang membuatku semakin bergairah.


ku percepat pergerakan ku dan kurasakan sesuatu yang hangat keluar dari milik rayen dan milikku bersamaan. kami mengerang dan mendesah bersamaan lalu kami terbaring di ranjang dengan posisi aku berada diatas tubuh rayen.


"kau hebat sayang... apakah kau baru melakukan yang begini?" tanya rayen dengan nafas memburu, aku hanya mengangguk karena tak punya tenaga untuk menjawab dengan suara.


Rayen mengecup kening sangat lama dan diangkatnya aku keatas ranjang dan kami tertidur tanpa busana.

__ADS_1


__ADS_2