Teman Kecilku Jodohku

Teman Kecilku Jodohku
Dikhianati


__ADS_3

"sayang, ku mohon sekali ini saja. biarkan aku meremasnya Secara langsung aku janji kau akan semakin menikmatinya" bisiknya sambil meniup telingaku pelan yang berhasil membuat libido ku meningkat


"ahh... ta... tapii belum ada yang pernah menyentuhnya" ucapku dengan nafas terengah-engah


"sayang... kau akan menikmatinya" bisiknya lalu melumat bibirku dan menggigitnya yang membuatku semakin bergairah


"boleh ya.." bisik yang ku jawab dengan anggukan entah setan apa yang membuatku begitu menurutinya


"aww.... sayang.... sakitt..." erangku saat Brian mulai meremas payudara ku secara langsung


tak bisa ku pungkiri memang remasan di dadaku memang nikmat, ah aku semakin lemas saat Brian menyentuh putingnya


"aww... ahhh... say... sayanggg... sakit... jangan digigit dong" erangku yang membuat brian semakin bergairah.


Brian menciumi dadaku dan menghisap putingnya yang membuat tubuhku menggelinjang sangat hebat. aku menepuk pundak Brian agar dia menghentikan aksinya di dadaku


"sayang... tahan ya sebentar, aku lagi pengen banget nih" kata Brian yang kian brutal bermain didadaku


setelah kurang dari 10 menit aku merasakan badanku seperti kesetrum listrik dan akhirnya Brian mengakhiri nya dan merapikan bra ku serta pakaianku yang sudah begitu berantakan.


"sayang I love you, aku sangat puas menikmatinya kali ini" ucapnya yang sambil membantuku bangun dari matras.


Badanku sangat lemas tenagaku begitu terkuras habis kali ini. Brian betul-betul membuatku lemas tak berdaya dengan aksinya.


"apakah kau menikmatinya sayang? lain kali kita akan melakukannya lagi ditempat yang lebih nikmat" ucap Brian saat kami berjalan menuju parkiran

__ADS_1


"kau gila Brian, aku bisa mati jika kau terus melakukannya" ucapku kesal.


sesampainya di rumah, aku langsung mandi. ketika ingin membersihkan tubuhku aku merasakan sakit didadaku, saat ku lihat ke cermin betapa sangat terkejutnya aku melihat dadaku yang penuh dengan bercak merah.


"ah Brian kau sangat gila, bahkan ****** susu ku memerah dan sedikit bengkak"


namun ketika aku memegang bercak merah yang ada didadaku aku kembali terangsang dan membayangkan cumbuan panas yang kami lakukan tadi.


setelah lebih 2 Minggu dari kejadian di gudang tersebut, tempat sepi dan tersembunyi menjadi tempat kencan ku dan Brian. sudah 3 kali Brian memegang, meremas, dan menghisap payudara ku secara langsung, bahkan semakin panas dari yang pernah kami lakukan.


sudah 2 hari aku tidak mendapatkan kabar dari Brian, bahkan berangkat ke sekolah pun aku naik taksi. apa Brian masih marah kepadaku karena 2 hari yang lalu Brian memintaku untuk melakukan hal intim namun aku menolaknya. sejak saat itu Brian menjadi cuek terhadap ku.


Seminggu sudah aku dan Brian tidak saling komunikasi. aku selalu galau memikirkan nya, bahkan aku takut bercerita kepada leo sebab apa yang telah ku lakukan sebelumnya meminta Leo untuk tidak mendekati ku lagi.


hari ini aku pergi kekantin seorang diri. saat di kantin aku melihat leo duduk dimeja tempat biasa kami berdua makan namun kali ini dia bersama Sheila gadis populer disekolah.


brakk


ku pukul meja didepan Brian yang sedang memeluk vany didepan umum.


"Brian apa apaan ini?" tanyaku sedikit berteriak


"sayang siapa dia" tanya vany yang membuatku semakin hancur


"apa-apaan sih Lo, ganggu orang pacaran aja. kenapa Lo gak terima gue putusin" ucapnya tanpa rasa bersalah

__ADS_1


"putus? sejak kapan kita putus? dan Lo vany Brian ini pacar gue. dasar cewek murahan perebut pacar orang" ucapku dengan nada marah tak peduli kalau kini orang sedang memandangiku


"sayanggg, aku di bentak sama dia" rewelnya pada Brian


"jaga omongan Lo ya, kita udah putus seminggu yang lalu. dan apa Lo bilang vany murahan, jaga ya omongan Lo, cewek murahan sebenarnya itu Lo, munafik sok suci, sok polos padahal begitu mudahnya memberikan tubuh Lo untuk gue jamah" ucapnya


brukk


sekujur tubuhku lemas mendengarkan ucapan Brian yang begitu menghinaku didepan semua orang dan dia bilang aku yang memberikan, apakah gak salah. jelas-jelas dia yang memaksaku kala itu.


"bodoh... bodoh... Lo bodoh.. Lia" makiku terhadap diri sendiri


"wah wah wah, ternyata velia udah dijamah-jamah sama Brian. uhh atau jangan-jangan Lo udah gak perawan lagi. udah berapa cowok yang nikmatin Lo vei. uppss" sambung Sheila dari meja seberang.


plak


sebuah tamparan mengenai pipi Sheila, namun bukan tanganku yang menamparnya tapi tangan pria yang berada didepannya yaitu leo


"jaga omongan Lo. Lo kira lia seperti Lo penggoda" ucap leo yang berjalan menuju kearah ku dan Brian


"Brian Lo tega sama gue. oke dari sekarang kita putus" ucapku sambil menekan kata putus


saat aku berbalik ke lihat Leo sudah berdiri dihadapan ku, ku lihat raut wajahnya sangat marah tangannya sudah dikepal.


brukk

__ADS_1


leo memukul Brian, lalu menarik tanganku untuk meninggalkan kantin yang seperti neraka itu


__ADS_2