
<~Kembali lagi sama velia~>
Dua bulan sudah berlalu setelah kehancuran hubunganku dengan leo, namun hatiku masih sakit dan aku enggan untuk memulai kisah cinta yang baru.
"hei, bengong aja. masih mikirin Leo ya" ucap Ferry mengangetkan ku
"ah.. Lo sok tahu ih" ucapku datar
"vei Lo gak usah bohong deh. lo gak ada bakat bohongnya" ucap Ferry dengan tertawa ringan yang ku ikuti dengan tawa.
Saat ini hanya Ferry yang selalu ada buat aku, dia selalu menghiburku dan memberi nasehat agar aku ikhlas dengan semua yang sudah terjadi.
"jadi gimana Erik yang gue kenalin kemaren, cocok gak?" tanya Ferry
"gak. udah ah Lo jangan kenalin gue lagi sama orang. gue gak pengen lagi disakiti. hati gue belum utuh, masih hancur berantakan" ucapku dengan datar.
__ADS_1
Ferry selalu mencoba mengenalkan teman-teman nya kepada ku dengan harapan aku bisa melupakan leo, namun yang di lakukan Ferry tak pernah berhasil karena cintaku kepada Leo masih sama seperti dulu.
"fer, hari ini leo balik dari new York. apa dia akan menemui gue ya" ucapku dengan nada lemah.
"vei, Lo harus selalu yakin. jodoh itu gak akan ketukar. kalau Lo dan Leo emang jodoh kalian akan bertemu diwaktu yang lebih tepat" ucapnya yang ku balas dengan anggukan kepala.
"gue balik duluan ya fer. bye" ucapku berlalu meninggalkan Ferry di meja kerjanya.
<~Dirumahku~>
"harusnya hari ini aku menjadi wanita yang paling berbahagia yang sedang menyambut kedatangan pujaan hatinya. Leo apakah kau sudah berada di Indonesia saat ini atau lebih memilih tetap tinggal di sana. di negara yang merebut semua kebahagiaan ku" ucapku tanpa ku sadari air mataku terjatuh dan membasahi pipiku.
Bahkan setelah apa yang dilakukan Leo aku tetap masih memikirkannya, masih mencintainya. betapa bodohnya aku menjadi seorang wanita yang mencintai pria yang akan menjadi seorang ayah dari anak wanita lain.
tingnong... tingnong...
__ADS_1
Bel rumahku berbunyi yang kedengarannya hingga ke kamarku, namun siapa yang datang kali ini. saat aku sedang turun kebawah namun mama sudah berjalan menuju pintu, lalu aku kembali ke kamar.
Saat ingin memasuki kamar, ku dengar mama sedang berbicara dengan nada tinggi lalu menutup pintu dengan kasar. melihat perlakuan mama aku kembali turun dan mendatangi mama yang sudah duduk di sofa dengan wajah marahnya.
"ma, kenapa? siapa yang datang? kenapa mama semarah ini?" tanyaku penasaran
"Leo, dia datang dengan wajah tanpa bersalah. dia dengan perlakuan nya yang selalu membuat mu nangis dan tanpa memberi kabar selama 6 bulan bisa dimaafkan begitu aja" ucap mama tanpa jeda.
"kenapa kamu datang lagi le. apalagi yang akan kau katakan kali ini" ucapku dalam hati.
ku lihat wajah mama begitu marah kepada leo, bagaimana jika mama tahu yang sebenarnya. mungkin Leo sudah tidak akan dapat melihat ku lagi. aku sengaja tidak memberitahukan kepada mama tentang apa yang ku ketahui saat di new York, mama hanya tahu jika selama di new York leo selalu mengabaikan ku karena kesibukannya.
"lalu apa yang mama katakan kepada nya?" tanyaku dengan berhati-hati takut mama marah karena aku masih menanyakan leo
"mama bilang, kamu udah dipindahkan dari kantor keluar kota. lalu mama memarahi dia, kenapa datang lagi setelah dia menyia-nyiakan penantian kamu disini. mama rasa vei, dulu di new York leo selingkuh jadi setelah kembali ke Indonesia dia balik lagi sama kamu dan mutusin selingkuhan nya yang disana"
__ADS_1
"sudahlah ma, toh juga Vie dan Leo udah putus 2 bulan yang lalu" ucapku dengan senyum yang ku buat setegar mungkin.