Teman Kecilku Jodohku

Teman Kecilku Jodohku
masih terasa sakit


__ADS_3

3 bulan sudah leo kembali ke Indonesia dan melanjutkan pekerjaannya ditanah air tercinta. Selama 3 bulan ini dia masih setia berkunjung ke rumahku namun tak pernah bertemu dengan ku karena aku tak ingin menemuinya, mamaku sangat mengerti aku sehingga selalu memiliki alasan kepada leo.


Aku selalu memandangnya lewat jendela ketika kendaraan nya berjalan keluar pekarangan rumah ku. Hampir setiap dia datang ke rumahku, aku menangis dan merasa bersalah padanya karena tak menemuinya


"maafkan aku leo, aku benar-benar butuh waktu untuk dapat memperbaiki hatiku dan siap bertemu denganmu kembali" ucapku dalam hati yang diiringi dengan air mata yang terjatuh


tok... tok... tok...


"vei, ini mama. apakah Mama boleh masuk sayang?" ucap mama dari balik pintu kamarku


"masuk aja ma, pintu nya gak terkunci kok" sahutku sambil menyeka air mataku agar mama tidak melihatnya.


"ada apa vei? kenapa kau selalu menghindari leo?" tanya mama tanpa basa-basi


"enggak menghindar kok ma, vei lagi banyak kerjaan yang harus diselesaikan jadi vei gak sempat" ucapku berbohong


"vei kamu itu anaknya mama, mama yang mengandung kamu serta membesarkan kamu, jadi kamu gak bisa bohongi mama seperti kamu bohongin orang lain" ucap mama sambil merangkul ku


"vei gak mau ketemu Leo lagi ma" ucapku sedih, bahkan setelah 6 bulan berlalu setelah kejadian yang ada di new York aku masih enggan untuk memberitahukan kepada mama yang sebenarnya


"apa sesakit itu yang kamu rasakan sayang? atau apa kamu masih mencintainya?" tanya mama mengintimidasi ku


"entahlah ma, aku tak mengerti akan perasaan ku saat ini" jawabku sambil meletakkan kepala ku dipaha mama dan air mataku terjatuh lagi


"sayang cobalah untuk bertemu Leo lagi dan coba berbicara kepadanya. jika memang hubungan kalian harus dan tak dapat diperbaiki lagi maka akhirilah dengan baik-baik. suatu hubungan yang kita mulai dengan baik-baik maka harus diakhiri dengan baik-baik juga. jangan saling menyiksa hati masing-masing hanya karena ego semata" jelas mama sambil mengelus-elus rambutku


Aku bangun dari pangkuan mama dan memeluk nya erat, air mataku semakin terjatuh didalam pelukan mama.


"Terimakasih ma" ucapku dengan suara parau

__ADS_1


<~~ POV leo ~~>


~flashback new York~


Setelah Lia menghilang dari pandangan ku, aku kembali ke kantorku. Hatiku hancur melihat orang yang kucintai menangis dihadapan ku.


"dasar bodoh, *****, Lo gak pantas sama Lia. Lo pengecut leo" makiku pada diriku sendiri


"maafkan aku Lia, percayalah aku tak mungkin melakukan hal itu. tunggu lah sampai anak dalam kandungan Sheila bisa di tes DNA, jika nanti hasilnya telah keluar aku akan menemui. aku berjanji" ucapku dengan air mata yang membasahi pipiku


2 bulan sudah berlalu, kini aku menemani Sheila periksa ke dokter kandungan.


"dok apakah kandungan nya sudah bisa di tes kecocokannya dengan saya?" tanyaku pada dokter


"bisa pak namun resikonya besar" jawab dokter


"aku tak akan percaya sebelum kita lakukan tes DNA" jawabku


"jadi apakah sekarang bisa dilakukan tes nya dok" tanyaku pada dokter yang memandang kami


"boleh pak. mari nona" ucap dokter


"baiklah hasilnya bisa diambil Minggu depan" ucap dokter


setelah selesai melaksanakan tes dan memeriksa kandung Sheila, aku mengantarkan Sheila ke apartemen nya.


~ seminggu kemudian ~


"halo dok bagaimana hasilnya?" tanyaku saat dokter menghubungi ku

__ADS_1


"boleh bapak ambil di rumah sakit pak" jawab dokter lalu panggilan kami berakhir


sebelum ke rumah sakit aku menjemput Sheila agar kami sama-sama melihat hasil tes nya.


"yes. akhirnya" jawabku kegirangan ketika dokter mengatakan aku tidak cocok dengan bayi yang dikandung Sheila


"mulai hari ini tolong jangan pernah menghubungiku lagi Sheila. pergi lah ke ayah dari anakmu dan menikah lah dengannya agar anakmu lahir dengan memiliki ayah" ucapku lalu meninggalkan Sheila yang menangis di rumah sakit.


aku bergegas ke apartemen ku dan mengemas seluruh barang-barang ku dan ku pesankan tiket untuk kepulangan ku ke Indonesia karena semua pekerjaan ku disini telah selesai.


~ di Indonesia ~


"I am back sayang" ucapku dalam hati


sebelum pesawat ku sampai di Indonesia ku hubungi sekretaris ku Alex agar menjemput ku di bandara.


"Lex, gimana kabar perusahaan papaku" tanyaku ketika sudah berada didalam mobil bersama Alex.


"tidak buruk bos" ucapnya singkat


"apakah kau pernah bertemu Lia?" tanyaku penasaran, Alex telah mengetahui segalanya tentang aku, Lia dan juga Sheila


"pernah sekali, kala itu perusahaan kita sedang menjalin kerjasama dengan perusahaan papanya"


"bagaimana keadaannya, apakah dia baik-baik saja?" tanyaku


"sepertinya begitu" jawabnya singkat


"Lia setelah sampai rumah dan membersihkan diri aku akan mengunjungi rumah mu" gumamku dalam hati

__ADS_1


__ADS_2