
Semua yang ada didalam gedung bertepuk tangan melihat performance ku, aku mengucapkan terimakasih.
Aku turun dari panggung, ku lihat Leo masih setia memandangku yang membuat langkah kakiku berhenti. Aku berdiri memandang Leo yang tepat berada didepanku, kami saling memandang dan air mataku terjatuh. Leo tersenyum kepadaku dan aku berjalan menuju kearahnya.
Aku berjalan dengan rindu yang bergejolak ingin bertemu, namun tiba-tiba seorang anak kecil menyenggol ku sambil berlarian.
"papaaaaaa" ucap anak itu berlari menuju leo
langkahku terhenti air mataku berhamburan melihat anak itu langsung memeluk kaki Leo dan leo berjongkok dan menggendongnya, dan betapa terkejutnya aku ketika melihat anak itu adalah anak Sheila, dari arah berlawanan Sheila ikut berkumpul bersama leo dan anaknya.
perlahan langkahku mundur dan ku balikkan badanku lalu ku seka air mata yang sudah membasahi pipiku.
"apa ini penjelasan yang kau maksud le?" ucapku dalam hati
aku keluar dari gedung acara, dan karena acaranya diadakan di aula sekolah. Aku berjalan kearah lapangan futsal dan duduk disamping lapangan, dan nangis disana. hatiku kembali hancur menyaksikan Leo dan Sheila beserta anak mereka.
"hei gak baik wanita cantik disini sendirian, entar ada setan loh" ucap seorang pria yang tak asing.
aku menoleh kesebelah kanan dan betapa terkejutnya aku melihat pria yang menemui ku dilapangan futsal adalah Bryan si pria brengsek yang dulu pernah menyakitiku. sontak aku langsung berdiri dan menjauh dari Brian.
"hei vei. maafin aku dimasa lampau, aku benar-benar menyesal" ucap Brian penuh penyesalan
Aku melangkah ingin meninggalkan Brian, namun dengan cepat Brian menahanku
__ADS_1
"vei aku ingin kita bisa berteman seperti dulu lagi" ucap Brian namun aku hanya terdiam.
"lagian aku udah punya istri dan seorang putra, jadi tenang aja aku tak akan berbuat hal-hal yang seperti dulu lagi" ucapnya
"istri? Lo udah nikah? serius?" ucapku kaget
"iya. maaf ya vei dulu gue udah buat Lo terima berat" ucap Brian
"udahlah Brian yang berlalu biarlah berlalu" ucapku lalu duduk kembali dipinggir lapangan
"terimakasih ya vei" ucap Brian lalu duduk di sebelahku
kami mengobrol ringan dan berbagi cerita, Brian sudah benar-benar berubah dia tak seperti dulu lagi yang sok kegantengan.
"leo sudah, akunya aja yang belum" ucapku
"maksudnya?" tanyanya kaget
"entahlah Brian, tapi sepertinya dia sudah menikah dan memiliki anak" ucapku sedih
"serius? tapi undangan pernikahan nya belum pernah sampai ke ikatan alumni" ucap brian
"mungkin dia tidak mempublikasikan pernikahannya" jelasku
__ADS_1
"tapi kata Sheila Leo belum juga menikah hingga hari ini, dia terlalu sibuk bekerja" jelas Brian
Aku terkejut mendengar perkataan Brian. bagaimana mungkin Sheila juga berbohong atas pernikahan mereka.
"bukannya Leo menikah dengan...." belum sempat ku lanjutkan perkataan ku tiba-tiba ponsel Brian berdering.
"oh oke oke. gue akan masuk sekarang" ucap Brian kepada orang yang menelponnya.
"maaf ya vei, gue tinggal dulu. anak-anak futsal dulu udah nyari gue. lain kali kita lanjut cerita lagi ya" ucap Brian sambil memasukkan ponselnya kedalam saku
"oh oke. thanks ya udah nemanin gue cerita" ucapku
"Lo jangan lama-lama disini, segera masuk dan nikmati acara didalam. bye" ucap Brian lalu pergi meninggalkan ku disisi lapangan, aku hanya tersenyum dan melambaikan tangan.
aku merenungkan ucapan Brian tadi dan gak nyangka kalau Leo dan Sheila merahasiakan pernikahan mereka padahal hari ini mereka datang bersama.
derttt..... derttt....
ponselku bergetar dan membuyarkan lamunanku. ku lihat sebuah pesan singkat dari yang sama seperti kemarin.
"Novelia kamu dimana? aku nunggu kamu di taman belakang sekolah"
Aku langsung bangkit dari dudukku, bergegas pergi ke taman belakang sekolah dan berharap itu benar-benar Leo.
__ADS_1