Teman Kecilku Jodohku

Teman Kecilku Jodohku
siapa dia?


__ADS_3

Setelah memberikan ucapan selamat pada Ferry dan Mikha, aku dan leo menikmati hidangan makanan kemudian leo bergabung dengan rekan bisnisnya yang hadir saat itu dan begitupun aku, aku menemui beberapa rekan bisnis ku.


"Leo...." teriak seorang wanita canti yang bertubuh tinggal serta langsing dan berambut cokelat panjang.


Gadis yang menggunakan gaun panjang tak berlengan itu berlari pelan kearah leo, wajahnya semakin menawan dengan senyum indahnya. ku lihat Leo juga tersenyum bahagia melihat gadis itu.


degh...


kakiku seketika lemas dan hatiku sakit melihat gadis itu memeluk leo dan dibalas oleh leo. rasanya kaki ku tidak mampu menahan tubuhku


"aku begitu merindukanmu" ucap gadis itu dalam dekapan leo


"aku juga sangat merindukanmu" ucap leo sambil membelai rambut panjangnya


Ingin rasanya aku berteriak namun mustahil untuk ku lakukan. Aku berpura-pura tidak tahu dan tidak melihat kemesraan Leo dan wanita itu. aku berusaha terlihat baik-baik saja walau hatiku begitu terluka.


Aku duduk sendiri memandang semua aktivitas orang yang ada di gedung ini, karena aku telah kehilangan moodku untuk berada disini aku mengunjungi Ferry dan Mikha untuk berpamitan pulang, sedangkan leo masih terlihat asyik bercerita dengan wanita itu.


"fer, mik gue pulang dulu ya. gue capek banget dan kerjaan gue masih numpuk" ucapku beralasan

__ADS_1


"yah padahal pesta belum selesai loh" ucap Mikha


"gak apa-apa sayang, kan kasihan vei juga" ucap Ferry


"maaf ya Mikha" ucapku


"iya gak apa-apa vei. hati-hati dijalan ya" ucap mereka bersamaan


Saat aku mau keluar gedung aku sengaja melewati tempat duduk Leo dan wanita itu untuk melihat gimana reaksi leo.


"Li, kamu mau pulang ya?" tanya leo


"oh iya udah. hati-hati ya, ntar minta pak Agus aja yang nganterin kamu" ucapnya datar dan langsung kembali berbicara dengan wanita itu.


"ah apa yang dikatakan Leo tadi? bahkan dia tidak mengkhawatirkan aku lagi hanya karena wanita itu" ucapku geram dalam hati


Aku berjalan buru-buru ke dalam lift, didalam lift aku menggerutu sendiri untung hanya ada aku yang didalam. ku telpon pak Agus agar menungguku di lobi.


setelah pintu lift terbuka aku langsung berjalan menuju lobi, disana sudah terparkir mobil leo. aku langsung masuk dengan wajah penuh kekesalan, didalam mobil aku mengeluarkan ponselku dan menghubungi Alex.

__ADS_1


"hallo nona" ucap Alex


"Lex tolong beritahu aku siapa wanita yang sedang berada dengan Leo saat ini" tanyaku dengan kesal


"maaf nona bukannya tuan sedang bersama anda saat ini? yang artinya wanita yang bersama dengan tuan adalah anda nona" balasnya bingung


"aku serius Lex. tolong beritahu aku" ucapku membentak


"maaf nona namun saya tidak mengerti maksud ucapan anda" jawabnya


"sudahlah, kau membuatku semakin kesal" ucapku lalu mengakhiri panggilan telpon.


"kenapa sih Alex begitu patuh sama leo. apa coba yang gak dia ketahui dari leo, dan leo, kenapa dekat banget sama wanita itu" ucapku dalam hati "haaahh" ucapku sedikit berteriak yang membuat pak Agus terkejut


"ada apa nona?" tanyanya kaget


"eh maaf pak Agus sudah membuat anda terkejut. saya tidak apa-apa" ucapku


Pak Agus mengantarkan aku sampai ke depan rumah, aku masuk kedalam rumah dan langsung menuju ke kamar. aku melepaskan semua emosi dan kekesalan hatiku didalam kamar.

__ADS_1


__ADS_2