Teman Kecilku Jodohku

Teman Kecilku Jodohku
Mencoba membuka hati


__ADS_3

Aku terbangun pagi hari dan ku tata hatiku kembali, aku ingin melupakan Leo dan melupakan semua kepedihan hatiku yang dulu.


Aku bersiap-siap pergi ke kantor, aku harus pergi cepat karena takut ketinggalan bis. saat aku berjalan menuju lobi aku melihat seorang pria yang berdiri disana dan tersenyum kepadaku.


"rayen? sedang apa disini?" tanyaku ketika aku sudah berada didepan rayen


"menjemput mu. yuk kita ke kantor bareng" ucap rayen lalu berjalan mendahuluiku.


Aku mengikuti langkah rayen menuju mobilnya. aku naik dan sepanjang perjalanan kami hanya terdiam satu sama lain.


derttt... derttt...


ponselku bergetar dan ku lihat Ferry memanggil.


"hallo fer" ucapku


"selamat pagi vei. kamu udah dikantor?" tanya Ferry


"belum, ini aku masih dijalan" jawabku


"oh baiklah. hati-hati ya dan selalu semangat. aku merindukanmu" ucap Ferry


"haha ada apa fer? kenapa akhir-akhir ini kau sering menggoda ku dengan ungkapan rindu?" tanya ku sambil tertawa kecil


"gak boleh ya kalau aku mencoba mendapatkan hatimu vei?" tanya Ferry


Aku terdiam atas pertanyaan Ferry, bagaimana mungkin Ferry salah mengartikan persahabatan kami selama ini.


"baiklah vei. aku udah mau jalan ke kantor. tidak dijawab sekarang juga tidak apa-apa. jaga kesehatan ya. bye" ucap Ferry lalu mengakhiri panggilan nya.


"siapa vei, pacar kamu ya?" ucap rayen mengagetkan ku


"eh... itu... anu... dia teman kantorku dulu" jawabku gugup


"hehe berarti kamu single dong?" tanya rayen lagi


"begitulah" jawabku singkat


"waw kesempatan bagus nih" ucap rayen dalam hati

__ADS_1


setelah beberapa menit kemudian kami sampai dikantor. rayen membukakan pintu untukku dan itu membuat ku semakin canggung.


kami berjalan bersama memasuki kantor dan rayen mengantarkan ku keruangan ku.


"terimakasih rayen" ucapku


"sama-sama, nanti kita pulang bareng lagi ya" ucap rayen lalu pergi meninggalkan ku diruang kerja ku.


"apa rayen juga sedang berusaha mendapatkan hatiku? tapi yasudahlah tak ada salahnya mencoba membuka hati" ucapku dalam hati.


semakin hari rayen semakin memberikan ku perhatian sesekali dia mengajakku liburan ke pantai untuk membuang penat.


Hari berganti Minggu, Minggu berganti bulan. waktu berlalu begitu cepat tak terasa aku sudah bekerja selama 2 bulan dikota ini.


selama 2 bulan ini, aku dan rayen semakin dekat. sikap rayen membuatku perlahan melupakan kenangan pahit bersama leo dulu dan Ferry entahlah bagaimana kabarnya. aku tak pernah berkomunikasi lagi dengannya setelah aku menolak menjadi kekasihnya 1 bulan yang lalu.


<~ flashback 1 bulan lalu ~>


Hari ini aku cuti dan tak ingin pergi kemana-mana, aku hanya ingin berada di apartemen dan beristirahat.


derttt... derttt...


ponselku bergetar dan sebuah pesan dari Ferry masuk.


"Ada apa leo tiba-tiba datang kemari?" ucapku dalam hati


Aku segera bergegas turun ke lobi dan ternyata benar Ferry ada disana.


"Ferry" sapaku padanya


"hai vei" balasnya


"ada apa kamu kemari?" tanyaku


"aku merindukanmu" jawabnya sambil tersenyum


"apaan sih. yaudah yuk kita ke apartemen ku aja" ajakku lalu Ferry mengikuti ku


"Selamat datang dikediaman ku" ucapku berlagak seperti seorang pelayan restoran

__ADS_1


"wah apartemen mu bagus ya" ucap Ferry lalu duduk di sofa


"mau minum apa fer?" tanyaku


"aku tak ingin minum vei. kita jalan jalan aja yuk" ajaknya


"boleh juga, aku juga sedang cuti hari ini" jawabku antusias


"aku ganti baju dulu ya. bentar" ucapku lalu aku berjalan kekamar untuk mengganti pakaian dan berdandan seadanya


Setelah selesai bersiap-siap, kami pun pergi menonton dan makan siang diluar dan sorenya kami pergi ke pantai untuk menikmati senja.


"senja itu indah ya" ucapku


"kamu menyukai senja vei?" tanya Ferry


"sangat. dulu aku selalu menikmati senja bersama leo. sejak kami SMP" ucapku sambil mengingat kembali kenangan indah bersama leo


"apakah kau masih menyukai nya?" tanya Ferry


"siapa? Leo atau senja?" aku balik bertanya


"Leo" jawabnya singkat


"entahlah fer. aku bingung, rasanya hatiku ikut dibawa oleh leo. aku begitu merindukan nya namun aku tak ingin bertemu dengannya" ucapku


"vei apakah aku tidak memiliki tempat spesial dihatimu?" tanya Ferry sambil menggenggam tanganku


"apakah kau menyukai ku fer?" lagi-lagi aku balik bertanya


"sangat. bahkan aku sangat mencintaimu" ucap Ferry yang membuatku kaget lalu ku lepaskan tanganku dari genggaman nya


"kenapa vei? apa salah jika aku mencintaimu?" tanya Ferry dengan suara lemah


"tidak salah fer. hanya saja kita tidak mungkin bersama. aku menganggap mu seperti kakak laki-laki ku" ucapku


"namun aku ingin memiliki mu sebagai kekasih ku vei" ucap Ferry menatap ku


"aku tak ingin berpisah dari mu fer. jika kita berpacaran nanti diwaktu yang akan datang bisa saja kita tidak saling memahami lagi lalu akhirnya kita berpisah. namun jika kita bersahabat kita tidak mungkin akan berpisah karena perbedaan pandangan, kita akan saling support satu sama lain. maka dari itu tolong lah tetap menjadi sahabatku, aku tak ingin kehilangan sahabat lagi seperti leo sahabat ku dulu" ucapku dengan air mata yang tak dapat ku bendung lagi

__ADS_1


"maafkan aku vei, jangan menangis lagi. aku memahami perkataan mu. maaf jika aku salah mengartikan rasa sayang mu kepadaku" ucap Ferry lalu memelukku


setelah kejadian dipantai tersebut aku dan Ferry tidak sering berkomunikasi lagi seperti dulu. entahlah apakah dia sudah tak ingin mengenalku lagi.


__ADS_2