Teman Kecilku Jodohku

Teman Kecilku Jodohku
rayen brengsek


__ADS_3

Hari ini aku makan malam bersama rayen disebuah restoran. rayen merupakan pria yang memiliki sifat ganda.


ada kalanya rayen bersikap begitu manis kepadaku, namun terkadang dia akan begitu buas terutama ketika aku melakukan interaksi dengan pria lain. baik secara tidak sengaja atau bahkan dia bisa begitu marah ketika pria lain memandangku.


"sayang, maafkan temperatur emosiku yang terkadang tak dapat ku kendalikan" ucap rayen sambil memegang kedua tanganku


"tapi aku takut rayen" ucapku ragu-ragu


"jangan takut sayang" ucapnya


"rayen sebenarnya aku ingin pu...t..tus..." ucapku gugup


plak


sebuah tamparan mengenai pipiku, rayen sungguh keterlaluan dia berani menamparku didepan umum seperti ini.


"kamu bilang ingin putus. oke kita akan putus tapi berikan aku keperawanan mu dulu" bisiknya lalu menarik tanganku keluar dari restoran


"lepaskan aku rayen, tolong lepaskan aku" ucapku sedikit berteriak

__ADS_1


"diam" bentaknya lalu memasukkan ku kedalam mobil secara paksa


"hiks... hiks... sakit rayen... tolong... lepaskan aku" ucapku sambil terus menangis


Rayen melajukan mobil dengan begitu cepat, aku tak tahu dia akan membawaku kemana. aku hanya bisa menangis didalam mobil.


setelah 20 menit kemudian kami sampai di sebuah gedung tua yang jauh dari pemukiman penduduk.


"cepat turun" paksa rayen sambil menarik tanganku


"masuk" katanya lalu mendorong ku hingga aku tersungkur


"tolong... jangan lakukan ini rayen... ku mohon" ucapku memohon dikakinya


rayen mulai memaksa membuka pakaian ku, namun keberuntungan masih memihak kepada ku. tiba-tiba ponsel rayen berdering dan mungkin itu panggilan penting sehingga dia membatalkan niatnya untuk memperkosa ku. Dia mengikat tangan dan kakiku dan menutup mulutku lalu dia pergi meninggalkan ku sendiri.


aku begitu ketakutan tapi aku tak dapat berbuat apa-apa sekarang. aku menangis sejadi-jadinya, kini aku menyesal sudah pernah mencintai nya.


"Tuhan tolong selamatkan aku" ucapku dalam hati

__ADS_1


"pa, ma. tolong aku... Leo tolong... aku takut disini" ucapku mencoba menjerit walau kutahu itu akan sia-sia


Sudah satu jam aku terkurung disini dan rayen tak juga datang. tenagaku sudah terkuras habis, pandangan ku sudah mulai kabur. terakhir yang ku ingat sebelum aku pingsan pintu gudang terbuka dan ada seorang pria yang membuka ikatan tali serta menggendong ku keluar.


setelah aku sadar, aku sudah berada di dalam sebuah kamar. aku tak tahu aku sedang ada dimana. aku mencoba bangkit dan seseorang masuk kekamar dan menghampiri ku


"bagaimana keadaan mu vei? apa sudah lebih baik?" ucap pria itu yang ternyata adalah Ferry


Aku langsung memeluk Ferry dan menangis didekapnya. untung Ferry yang menemukan ku.


"fer aku takut... aku takut sekali" ucapku sambil menangis


"jangan takut vei aku disini" ucap Ferry sambil mengelus lembut punggungku


"terimakasih sudah menyelamatkan ku semalam" ucapku


"sebenarnya bukan aku yang menemukan mu namun ada seseorang yang menyuruhku datang ke hotel ini tadi malam dan mengatakan kau dalam bahaya" jelas Ferry


"siapa fer?" tanyaku

__ADS_1


"gak usah dipikirin vei, yang terpenting kamu sekarang baik-baik saja. beristirahatlah nanti siang kita ke apartemen mu dan mengambil barang-barang ku lalu pulang ke kota A" ucap Ferry yang ku balas dengan anggukan


"Tuhan terimakasih karena masih melindungi ku dan mengirimkan orang menyelamatkan ku" ucapku dalam hati


__ADS_2