
"apa kau mau membunuhku Li?" ucap Leo yang membuatku kaget
"kenapa kau mengatakan itu?" tanyaku namun masih ku peluk erat tubuhnya
"jika kau terus memelukku seperti ini aku akan kesulitan untuk bernafas" ucapnya dan aku langsung melepaskan pelukan ku
"maafkan aku Le, aku tak bermaksud begitu. aku hanya tak ingin kau pergi lagi" ucapku
"kenapa masih disini?" tanya nya
"aku kan sudah bilang aku tak akan pulang jika kamu tidak datang" jawabku
"oh iya. emang kamu segitu rindunya samaku?" tanya nya tersenyum
"kamu juga, kenapa datangnya lama. emang gak pengen ketemu samaku?" aku balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan leo
"aku gak pengen ketemu sih karena kan aku sering ketemu kamu. dan tadi aku kebetulan lewat sini terus lihat ada mobil kamu didepan jadi aku mau mastiin kalau tempat ini belum kamu berantakin karena aku gak datang" ucapnya tenang
"kamu jahat banget sih le, jadi kamu udah lupa samaku. hiks... hiks... hiks..." ucapku sambil menangis seperti anak kecil
__ADS_1
"aku yang lupain kamu atau kamu yang lupain aku?" tanya nya masih dengan wajah datar
Aku diam dan tak menjawab pertanyaan leo, perkataannya seperti pedang yang menusuk tubuhku. aku menangis melihat perlakuan leo terhadap ku, ku pikir dia bakalan bereaksi sama seperti ku namun nyatanya tidak. aku bangkit berdiri dan berniat pulang, namun leo menarik tanganku.
"mau kemana?" tanya nya masih dengan wajah datar
"aku mau pulang. ku pikir kau juga merindukan ku tapi ternyata hanya aku yang merasa kan rindu ini" ucapku lalu ku seka air mataku.
aku turun dari rumah pohon dan tanpa ku sadari leo mengejar ku dan berlari ke arahku dan memelukku dari belakang
"kau berhutang ucapan terimakasih kepadaku dan aku berhutang penjelasan kepadamu. apakah kau akan meninggalkanku lagi tanpa menerima penjelasan ku?" ucapnya
"terimakasih atas bantuanmu terhadap perusahaan ku" ucapku berusaha melepaskan pelukan leo
"aku tak membutuhkan nya lagi" ucapku lalu melepaskan pelukan leo, aku melangkah meninggalkan.
"jadi bagaimana dengan rindu?" tanyanya yang membuat langkahku berhenti.
"Leo benar bagaimana dengan rinduku? apa harus ku biarkan begitu saja tanpa penawar" ucapku dalam hati lalu aku berbalik dan memandang Leo yang tersenyum kepadaku
__ADS_1
"aku tahu bukan cuman aku, tapi kau juga punya rindu yang sama besar dengan ku" ucapnya lalu dia memelukku.
Tangis ku pecah dipelukan leo, aku membalas pelukannya. aku begitu merindukan pelukan ini, kini rasa sakit didalam hatiku tak lagi ku rasakan, kini rinduku benar-benar terlampiaskan
"aku akan menjelaskan semuanya Li, mari duduk disini dulu" ucap Leo lalu menuntunku untuk duduk di kursi taman
"Lia aku sangat merindukanmu, aku hampir gila karena mu. kau meninggalkanku 2 tahun yang lalu. Li aku mau bilang kalau antara aku dan Sheila tidak pernah terjadi apa-apa, anak yang dikandung Sheila adalah anak Bryan" ucapnya
"aku udah tahu soal itu le" jawabku
"apa Ferry yang memberitahumu ?" tanyanya
"bukan Ferry tapi Sheila" jawabku
"Sheila ?" tanyanya heran
"iya pada malam reuni kemaren Sheila memberitahu ku semuanya" jelasku
"kenapa kau tak mencoba memberitahu ku tentang kebenaran nya le? kenapa?" tanyaku
__ADS_1
"Lia apa kau lupa, ketika di new York aku mendatangi hotel mu tapi kau tidak merespon ku, dan ketika aku tahu kebenaran nya aku sangat bahagia dan pulang ke Indonesia secepatnya, namun saat aku mendatangi rumah mu untuk memberitahukan kebenarannya kau tidak mau bertemu denganku, kau selalu menghindari ku namun itu tidak membuatku menyerah aku tetap berjuang agar bisa bertemu dengan mu hingga suatu hari aku melihatmu berpelukan dengan Ferry di bandara. kau tahu hatiku sangat terluka kala itu, sehingga perlahan ku coba untuk melupakan mu. setelah pulang dari new York aku mendirikan perusahaan ku sendiri yang ku beri nama 2L yaitu singkatan dari LeoLia sama seperti nama tempat ini. perusahaan ku semakin berkembang dan menjadi besar, suatu hari aku bertemu dengan Ferry akibat perusahaan kami yang saling bekerjasama. awalnya aku rela kah bersama Ferry namun aku juga menyelidiki nya, aku ingin tahu lelaki seperti apa yang sedang dekat dengan mu. semakin lama aku dan Ferry semakin akrab dan kami bersahabat, Ferry memberitahu ku jika kau menolak cintanya dan kau belum bisa melupakan ku, jadi aku menceritakan semua tentang kita kepada Ferry dan apa yang terjadi antara aku dan Sheila, lalu Ferry mendukung ku untuk mengejar mu kembali. dia memberikan ku alamat kantor ku dan apartemen mu, aku langsung berangkat untuk menemui mu namun lagi-lagi aku kehilanganmu mu. ketika aku sampai di kota itu aku mendapatkan kabar dari anak buahku jika kau sudah menjalin kasih dengan atasanmu rayen. aku melihat kau begitu bahagia sehingga ku urungkan niatku untuk memberitahukan mu semuanya. saat aku pulang ke sini aku menugaskan anak buahku untuk selalu mengawasi mu disana, dan setelah beberapa bulan pengawal ku memberitahukan jika rayen membuatmu menangis. aku langsung berangkat ke kota itu dan menyelidiki siapa rayen dan betapa terkejutnya aku ketika mengetahui rayen pria brengsek yang memiliki kelainan ****. jadi aku memutuskan untuk tetap berada didekat mu dan benar saja malam itu aku melihat kau dan rayen sedang bertengkar di restoran, aku tidak tahu apa yang menyebabkannya. aku melihat rayen menarik mu sehingga aku mengikuti nya dan benar saya rayen ingin berbuat jahat terhadap mu. jadi aku meminta rekan bisnis ku yang sedang bekerjasama dengan kantor mu untuk menelpon rayen agar dia pergi, setelah dia pergi aku masuk kedalam dan menyelamatkan mu. aku membawamu ke rumah sakit namun aku tak sanggup bertemu dengan mu sehingga aku meminta Ferry untuk datang dan menemanimu dirumah sakit hingga kau sadar. lalu aku pergi menghancurkan rayen" leo menjelaskan semuanya
aku terkejut mendengar cerita Leo dan aku menangis mendengar semua perlindungan leo terhadap ku