
Sebulan telah berlalu sejak acara reuni sekolah kami, saat ini aku sedang dalam perjalanan menuju kantor leo. aku ingin membangun komunikasi yang baik dengannya dan perlahan aku ingin memikat hatinya.
saat aku hendak bertanya kepada resepsionis aku melihat leo sedang berjalan menuju pintu keluar.
"hai leo" sapaku dengan senyuman
"eh hai, ada apa Sheila? tumben datang kemari" tanya nya tanpa basa-basi
"ada hal ingin aku omongin sama kamu" ucapku
"oh baiklah mari keruangan ku saja, Alex kamu makan siang sendiri saja dan tolong belikan sesuatu untuk ku nanti" ucapnya lalu mendahului ku berjalan menuju ruangannya dan aku mengikuti dari belakang.
sesampainya di ruangannya leo mempersilahkan aku untuk duduk di sofa.
"ada apa kamu kemari?" tanya leo to the poin
"aku ingin memperbaiki hubungan diantara kita le, maaf soal waktu itu di acara reuni" ucapku dengan nada memelas
"lupain aja, aku juga udah lupa kok. cuman lain kali jangan menghina velia seperti itu lagi"
"aku minta maaf le, aku hanya tak ingin orang-orang beranggapan bahwa kamu dan velia memiliki hubungan yang spesial"
__ADS_1
"kenapa kau begitu tak menyukai velia?" tanya leo dengan menatap ku tajam
"aku menyukaimu leo, perasaan ku sama seperti waktu SMA dulu. aku masih menyukaimu, aku gak rela kamu dimiliki orang lain"
"tapi aku dulu sudah pernah bilang Sheila jika aku tidak menyukai mu. kita berteman aja dan gak mungkin menjalin hubungan spesial karena aku telah jatuh hati kepada orang lain" jelasnya.
lagi-lagi aku ditolak oleh leo sama seperti dulu waktu aku menyatakan perasaan kepada nya semasa SMA dulu.
Beberapa kali aku menggoda Leo namun selalu gagal, kali ini secara tiba-tiba aku mendekati leo lalu duduk di pangkuannya dan melingkarkan kedua tangan ku dilehernya, aku hendak mencium bibir nya.
clek...
tiba-tiba suara pintu terbuka buka, dengan sudut mataku, aku melihat velia berada disana. "kesempatan bagus merusak hubungan mereka" pikirku
aku dapat melihat dari ekspresi wajahnya velia sedang kecewa dengan leo bahkan air matanya hampir saja terjatuh. aku memperhatikan mereka seperti berdebat namun suara mereka tidak begitu jelas kudengar, lalu aku melihat velia pergi meninggalkan kantor dan leo mencoba mengejarnya namun ku tahan sehingga Alex meminta izin untuk mengejar velia.
"tolong pergi dari sini, jangan bikin semua jadi semakin kacau" ucap leo membentak ku
"maaf le, aku khilaf aku tadi gak bisa kontrol diriku" ucapku dengan berpura-pura sedih
Leo hanya berlalu meninggalkanku dan masuk keruangan nya. aku pulang dengan hati yang senang.
"semoga kali ini mereka benar-benar pisah" ucapku dalam hati
__ADS_1
<~~~~~~~~>
Setelah beberapa kali leo mencoba menjelaskan tentang kejadian yang kulihat dikantornya 2 hari yang lalu, aku mencoba mendengarkan penjelasan leo seperti yang dikatakan Alex jika ada permasalahan mari sama-sama saling mencari solusi nya.
setelah mendengarkan penjelasan leo, amarahku sudah semakin reda. leo benar aku tidak bisa menyalakan dia sepenuhnya karena Sheila juga merupakan gadis yang suka menggoda para pria.
Tak terasa sudah 1 tahun hubungan ku dan leo berjalan, hari ini adalah tepat 1 tahun kami menjalin hubungan. aku dan leo memilih untuk merayakannya di tempat persembunyian dan sekaligus tempat jadian kami.
"sayang terimakasih karena selalu mengerti dan menemaniku selalu, bukan cuman 1 tahun ini namun sejak kecil kau selalu membuatku merasa nyaman berada disampingmu" ucapku lalu memeluk tubuh kekar leo
"aku juga ngucapin terimakasih sayang. tak ada yang lebih penting daripada kebahagiaan mu" balas leo lalu mengecup kening ku
Hatiku sangat bahagia sekali, jantungku masih saja berdetak kencang walau sudah beberapa kali leo memperlakukan ku dengan lembut seperti ini.
kami saling menatap dan wajah kami semakin dekat.
cup
sebuah kecupan kuberikan di bibir leo, kali ini aku yang memulainya terlebih dulu. leo tersenyum bahagia kepada ku lalu membalas kecupanku.
kali ini kami benar-benar telah berciuman, saling melumat dan ciuman kami semakin memanas.
__ADS_1