Teman Kecilku Jodohku

Teman Kecilku Jodohku
kebencian Sheila


__ADS_3

Aku terus berjalan keluar kantor leo, kali ini aku tak peduli orang-orang memandangi ku. air mataku terus jatuh membasahi pipiku, dadaku begitu sesak.


"kenapa... kenapa semua jadi seperti ini? apa salahku Tuhan, kenapa kisah cintaku selalu menyedihkan" teriakku dalam hati


Karena isakan tangis ku semakin menjadi-jadi, aku tidak memperhatikan jalan dan hampir saja aku di tabrak truk untuk ada seseorang yang menarikku ke belakang.


ku pikir orang yang menyelamatkan ku adalah Leo namun dugaanku salah, orang itu adalah Alex.


"vei, Lo mau kemana ? gue antar aja ya takutnya Lo kenapa-kenapa. suasana hati Lo lagi gak baik" ucapnya lalu menarik tangan ku ke parkiran


Di dalam mobil aku selalu berusaha menahan tangisanku, aku tidak ingin terlihat begitu cengeng didepan Alex.


"nangis aja vei, keluarin semuanya. biar lega" ucap Alex tanpa menoleh ke arahku


Air mataku tak mampu ku bendung lagi, kini tangis ku pecah dihadapan Alex. sekitar 15 menit aku menangis tanpa henti dan benar saja kata Alex setelah aku meluapkan semua emosiku dengan menangis sekarang aku merasa tenang.


"sudah berapa lama mereka berhubungan Lex" tanyaku dengan suara parau.


"setahu gue sih kata leo Sheila itu teman satu sekolah kalian. sepertinya mereka tidak memiliki hubungan spesial. ini adalah kali kedua Sheila datang kekantor. yang pertama ketika memberikan undangan reuni sekolah" jelas Alex


"kalau tidak memiliki hubungan spesial kenapa Leo memangkunya di sofa tadi. mereka begitu mesra" ucapku disertai air mataku yang mulai terjatuh


"mungkin itu tidak seperti yang lo lihat vei, harusnya Lo minta penjelasan dari leo dulu bukan malah pergi begitu aja. Untung tadi Lo gak tertabrak truk"

__ADS_1


mendengar ucapan Alex aku menunduk malu, benar kata Alex harusnya aku tidak pergi begitu saja, harusnya aku lebih dewasa dalam menghadapi persoalan-persoalan seperti ini.


<~~~~~~~~>


POV Sheila


hari ini aku pergi ke kantor leo. saat dikantornya aku begitu terkesima kantornya begitu besar dan elegan.


"wait me, aku akan menjadi istri dari CEO kalian" kataku dalam hati


sudah lama aku menyukai leo, sejak kami masih SMA dulu namun leo begitu cuek berkali-kali aku mencoba mencuri perhatiannya namun selalu gagal. Leo tidak pernah ngobrol santai dengan wanita disekolah kecuali velia.


velia menjadi musuh terbesarku sejak dulu, bukan karena kami pernah bertengkar cuman aku menempatkan dia sebagai musuh terbesar karena dia selalu saja menyita perhatian dan waktu leo.


setelah bertanya kepada resepsionis, aku berjalan menuju ruangan leo yang dituntun oleh salah seorang karyawan dikantornya.


"suruh masuk" ucap leo dengan nada cueknya


"hai leo, lama tidak bertemu" ucapku langsung ingin memeluknya namun dia menolak pelukanku


"ternyata Lo, ada apa?" tanyanya langsung memalingkan wajahnya


"Lo gak berubah ya, tetap cuek dan dingin. ini gue mau nganterin undang reuni. kita berangkat sama ya le" ucapku dengan nada manja

__ADS_1


"maaf Sheila sepertinya aku tidak dapat hadir. kerjaan ku lagi banyak" ucapnya tanpa menoleh ke arahku


"Hem. baiklah, tapi usahain datang ya. gue balik dulu. bye" ucapku sambil melambaikan tangan namun Leo tak menjawabnya


Acara reuni pun telah tiba, penampilan ku kali ini sedikit berbeda, berdandan dengan sangat glamor namun tetap menarik tidak norak.


saat di dalam aula mataku tertuju kepada leo yang menggandeng velia. hatiku begitu panas melihat mereka berdua.


tanpa sengaja aku mendengar percakapan antara velia dan via.


"jadi kali ini kalian udah jadian, tunangan, atau udah married nih?" tanya via kepada velia


"apakah kami terlihat seperti sepasang kekasih via?" sahut velia


"bahkan lebih dari sepasang kekasih, kalian sangat serasi dan menjadi pasangan yang selalu ku idola kan sejak SMA" ucap via


ketika aku mendengar ucapan via barusan, amarahku kian memuncak tanpa aba-aba aku langsung menyahuti pembicaraan mereka


"what serasi? Lo buta kali ya. gak cocok velia dipasangkan dengan leo. terlalu rendahan" ucapku dengan nada sinis


"Sheila, jaga omongan Lo" ucap Leo dengan wajah yang sudah sangat marah.


"apa yang harus gue jaga leo, gue ngomong apa adanya. lihat Lo tampan, mapan sedangkan dia bekas Brian. apa Lo yakin kejadian 2 tahun yang lalu itu benar-benar Brian ingin memperkosanya atau jangan-jangan sebenarnya dia juga menikmati sentuhan-sentuhan Brian" ucapku dengan kesal.

__ADS_1


bahkan hingga detik ini leo masih saja membela velia. melihat pembelaan leo terhadap velia semakin menambah kebencian dihatiku terhadapnya.


😊😊hai guyss, jangan lupa tekan like dan logo love nya. jadiin favorit kalian hehe😊😊


__ADS_2