Teman Kecilku Jodohku

Teman Kecilku Jodohku
flashback


__ADS_3

POV Brian


setelah menghantarkan velia kerumahnya. aku bergegas pulang kerumah. aku berbaring di ranjang sambil menghayalkan hal yang telah kami lakukan dengan. velia digudang sore tadi. Akhirnya aku menikmati tubuh velia, sudah lama aku menantikan keadaan seperti ini. desahannya begitu menggodaku. lain kali akan ku lakukan yang lebih membuatnya mendesah lembut.


sudah lebih dari 2 Minggu sejak kejadian itu, aku sudah sangat merindukan desahannya.


hari ini aku mengajaknya pergi ke pantai yang sunyi dan tidak banyak orang yang tahu, pantai itu menjadi tempat favorit dan sebagai saksi ketika aku merenggut keperawanan Febri mantan pacarku. kali ini pantai itu akan menjadi saksi dari tubuhku yang menyatu dengan velia.


setelah perjalanan 1 jam kami sampai di pantai. velia menggunakan pakaian yang menunjukkan lekukan tubuhnya dan payudara nya begitu menggodaku


"sayang.. pengen susu..." ucapku dengan nada manja


"ih kamu, selalu saja pengen. padahalkan udah tiga kali kau menikmatinya selama 2 Minggu ini"


"habisnya ini gemesin sih" ucapku sambil menggenggam payudara nya.


velia hanya tersenyum manis padaku, dia tidak canggung lagi saat aku memegangi payudara nya bahkan ketika aku meremasnya ketika kami bertemu dikamar mandi sekolah.


"cari tempat yang sepi aja deh, susunya juga udah pengen dielus-elus manja soalnya" godanya yang menuntunku mengelus dadanya


aku membawanya kesebuah pondok, dipondok itu ada sebuah matras yang sengaja ku taruh dulu agar ketika aku dan Febri melakukan nya terasa empuk.


tanpa aba-aba aku langsung menerkam velia. ku cium bibirnya lalu ku *****, semakin lama ciuman kami semakin memanas. ku mulai cumbuan ku dengan bibirnya, kini ku turunkan ke lehernya sambil menuntun tubuhnya agar berbaring di matras.


ketika tubuhnya sudah terbaring sempurna ku buka bajunya lalu ku lilitkan ditangannya lalu ku genggam diatas kepalanya. velia sudah mulai mendesah ketika aku mencium telinganya.

__ADS_1


kini ciumanku ku turunkan keleher lalu dadanya. ahh sungguh nikmat dadanya yang membuatku semakin candu, sengaja aku tidak langsung meremasnya namun ku elus-elus putingnya untuk menaikkan gairah velia


"ahh.... ahh... sayanggg... kok lama... remas dong... ahh... jangan cuman di elusin... sayang" mintanya sambil mendesah


"ih kamu udah mulai gak sabaran ya" bisikku sambil menggigit telinganya pelan


"ahh... sayangg... ku mohon... udah pengen... diremas banget nih..." ucapnya sambil menuntun tanganku untuk meremas payudaranya


"kamu ingin diremas ya?" ucapku sambil melumat bibirnya. velia hanya mengangguk


"tapi ada satu syarat, biarkan aku menyelesaikannya hingga puas dan tangan mu selalu di atas kepala, bagaimana?" tanyaku sambil melilitkan bajunya ditangannya dan ku letakkan diatas kepalanya.


"ahh... iy... iya sayangg ahh... ahh..." balasnya disertai desahan


tanpa menunggu lama, aku langsung meremas-remas payudara nya mengecupnya bergantian, kujilati putingnya agar velia semakin bergairah.


ku hisap putingnya bergantian, kuremas, ku kecup hingga bercak merah


"ahh.. sayang.. apakah masih mau lagi... hah" tanyaku berbisik sambil mendesah


"ahh iy.. iya.. ekhee..." ucapnya


kini aku duduk lalu tanganku memegangi payudara nya dan ku remas-remas seperti meremas benda-benda kenyal. uhh dadanya begitu menggodaku kulihat velia masih memejamkan matanya dan tubuhnya menggelinjang, lalu ku gigit gemes putingnya bergantian


"aww ahh... sayangg.. ahhh.. sakit... aww" teriaknya dengan desahan

__ADS_1


ku hisap lama putingnya yang berhasil membuat tubuhnya menegang seperti tersetrum listrik lalu ku lepaskan hisapanku


"ahh... sayangg... terimakasih... dadaku selalu memuaskan aku..." ucapku sambil memelukku untuk duduk di hadapanku


"ahh... sayang.. aku lemas banget... kamu selalu bikin energi ku habis..." ucapnya dengan nafas memburu


"tapi kamu suka kan" godaku


"suka banget... terimakasih" ucapnya lalu mengecup bibirku dan dilumatnya


"tuh kan kamu menggodaku lagi, atau masih kurang nikmat" godaku padanya


"eh, gak gak. ih aku udah capek tahu"


"atau kamu pengen yang lebih sayang? soalnya junior nya aku udah bangun nih" ucapku sambil menuntun tangan velia memegang bagian intimku


"ih apaan sih. aku gamau. cukup hanya sampai bercumbu gini aja jgn sampai yg lebih intim"


"sekali aja sayang, please ayo kita lakuin. tenang aja ntar aku pelan-pelan deh biar gak sakit. kamu pasti ketagihan" rayuku


"gak. gak akan pernah Brian. cukup payudara ku yang kau ambil kesuciannya. untuk keperawanan ku hanya suamiku yang akan mendapatkan nya kelak" ucapnya sambil berdiri


aku merasa kesal atas penolakan velia. setelah velia menolak melakukan hal intim denganku, aku mulai melupakan dia.


setelah satu Minggu aku tidak memberikan dia kabar, kini aku sudah berpacaran dengan vany cewek yang sudah kutiduri di hari kedua kami berpacaran.

__ADS_1


aku tidak menganggap velia pacarku lagi, kini disekolah aku sudah menunjukkan hubungan ku dengan vany. saat ini kami sedang menikmati waktu istirahat dikantin sambil bermesraan.


tiba-tiba velia menghampiri meja ku dan vany.


__ADS_2