
aku langsung menarik tangan Leo dan menuntunnya berjalan ke parkiran untuk meninggalkan sekolah.
diperjalanan suasana menjadi hening, aku enggan memulai percakapan dengan leo karena takut emosinya belum kembali normal.
Aku terus memandang ke depan dan sesekali melirik ke arah leo. menyadari aku mencuri-curi pandang terhadap nya leo menghentikan mobilnya dipinggir jalan.
"ada apa Li? kenapa wajahmu begitu ketakutan" ucapnya sambil memandang wajahku.
"eng... enggak kok le, mungkin perasaan kamu aja" ucapku dengan wajah menunduk
"baiklah. oh iya aku lupa memberitahu mu, tadi sebelum berangkat aku udah permisi sama om dan Tante kalau malam ini kamu gak pulang kerumah" ucapnya sambil mengendarai kembali mobilnya
"apa. jadi maksudmu kita gak pulang malam ini. lalu kita mau kemana?" tanyaku kaget
"rahasia. kamu santai aja" ucapnya sambil tersenyum.
aku tak mengerti mengapa leo berkata kepada mama dan papa jika kami malam ini tidak pulang. hari semakin larut ku perhatikan setiap jalan yang kami lalui, aku masih belum mengetahui arah jalan ini.
setelah sampai leo tersenyum kepadaku namun aku balas dengan wajah yang kebingungan. saat keluar dari mobil aku menyadari, saat ini kami sedang berada ditempat persembunyian kami yaitu 2L.
"kangen gak tempat ini?" tanya leo sambil berjalan mendahului ku
"kangen banget, udah lama kita gak datang kesini bareng" jawabku sambil mengikuti langkah leo
__ADS_1
"iya, udah hampir 2 tahun kita gak kesini. eh lebih tepatnya kamu sih, kalau aku sering kesini terutama saat aku sedang merindukan mu. jadi tadi aku sengaja meminta izin sama om kalau kamu pulang besok, biar kita bisa menginap disini malam ini"
"tapikan tidak harus menginap juga le, gak mungkin kan aku tidur dengan gaun pesta seperti ini" ucapku bersungut-sungut
"santai aja, tuh di rumah pohon udah ada pakaian khusus buat mu" ucap leo menunjukkan rumah pohon
aku terdiam mendengar perkataan leo, ternyata dia memang sudah merencanakan ini semua bahkan baju untuk ku kenakan pun sudah disediakan.
"Li, kok bengong sih. gih buruan ganti baju diatas, entar kalau udah selesai panggil aku ya biar aku naik" ucapnya sambil mendorong pelan tubuhku kearah tangga rumah pohon
Aku menaiki tangga per tangga, sudah lama aku tak pernah menaiki tangga ini terakhir aku naik kerumah pohon yaitu sebelum aku dan Brian pacaran.
Saat aku sudah sampai didalam rumah pohon ku lihat ada sebuah paper bag yang berisi pakaian wanita. aku langsung mengganti pakaian ku dan betapa terkejutnya aku saat pakaian ini sangat pas di tubuhku.
"gimana bajunya muat gak?" tanya leo sambil duduk di samping ku
"pas banget. kamu hebat deh" ucapku tersenyum
"Li maaf ya tadi gara-gara aku emosi kamu jadi takut gitu" ucap Leo yang merubah posisinya menjadi berhadapan dengan ku
"iya gak apa-apa kok. aku juga minta maaf le gara-gara aku kamu jadi gak menikmati acara reuni hingga selesai" ucapku sambil menunduk
"aku lebih baik meninggalkan acara itu dari pada harus melihatmu diperlakukan seperti tadi. aku gak sanggup jika melihat kamu disakiti oleh orang lain" ucap leo sambil memegang kedua tanganku
__ADS_1
mendengar ucapan leo tanpa ku sadari air mataku jatuh. melihat aku menangis leo mengusap air mataku di pipiku dengan lembut lalu didekapnya tubuhku kedalam pelukan hangatnya.
"leo bagaimana jika nanti aku tak bisa merasakan kelembutan hatimu ini" ucapku dalam hati.
"Lia aku ingin memberitahu mu sesuatu" ucap Leo sambil melepaskan pelukannya
"ada apa le, kenapa wajah mu terlihat serius seperti itu" jawabku dengan wajah serius.
"Lia maafkan aku sebelumnya karena aku telah menodai persahabatan kita, jujur aku begitu menyukaimu Lia sejak kita SMA dulu. aku menyayangimu lebih dari sekedar sahabat, aku ingin aku menjadi seseorang yang paling spesial dihatimu" kata leo sambil memandang kedua mataku.
"Mak... Mak... maksudnya a..apa le?" ucapku dengan sangat gugup
" Lia aku menyukaimu, aku menyayangimu, bahkan aku mencintaimu. bersediakah kau memberiku kesempatan untuk menjadi pacarmu ?" ucap Leo dengan nada yang sangat jelas
aku sangat gugup mendengar perkataan leo, sejujurnya aku juga sudah lama menyukainya namun takut akan merusak persahabatan kami dan kini leo benar-benar menyatakan perasaannya terhadap ku. "apa yang harus ku lakukan Tuhan?" tanyaku dalam hati
"Li bagaimana?" tanyanya lagi
"I..iya le, aku juga sudah menyukaimu sejak lama. tapi apa kamu tidak masalah dengan kejadian yang pernah ku lalui dimasa lalu?" tanyaku dengan serius
"iya Li, aku bersedia. jadi sekarang apakah kita jadian?" tanyanya
aku hanya mengangguk menjawab pertanyaan nya, dan tiba-tiba leo langsung memelukku dengan erat, begitu hangat pelukan le kurasakan.
__ADS_1
setelah berbincang-bincang lama, aku semakin merasa kedinginan dan begitu mengantuk. aku dan leo tidur didalam rumah pohon, leo memelukku dari belakang dan kami pun tidur hingga pagi menjelang.