
POV Sheila
Setelah aku menemui leo di kantornya beberapa Minggu yang lalu, aku berangkat ke new York untuk memulai hidup baru. aku ingin melupakan Leo dan mendapatkan seseorang yang layak denganku.
ketika aku sedang wisata kuliner di new York, aku bertemu Bryan. teman satu SMA ku dulu dan mantan pacar velia yang berakhir di penjara. Bryan semakin tampan dan sangat keren.
"Bryan" sapaku
"Sheila ya?" tanyanya ragu
"iya, gue Sheila. masa sih Lo lupa sama gue" balasku dengan pura-pura kesal
"gak mungkin dong gue lupa sama wanita tercantik di SMA dulu. hanya saja gue pangling gitu tadi, kayak lihat bidadari tanpa sayap" gombal Bryan.
Aku dan Bryan ngobrol banyak hal, mulai dari kisah dia dulu dengan velia hingga alasannya berada di new York saat ini.
hari demi hari berlalu dan aku dan Bryan semakin dekat, sesekali kita jalan bareng dan nongkrong bareng.
Hari ini aku menemani Bryan tugas di luar kota, tempatnya begitu indah dan kebetulan villa yang ditempati Bryan berada didekat pantai yang sangat indah.
"Sheila, kepantai yuk" ucap Bryan mengagetkan ku dari lamunan
"eh Lo udah datang, kerjaan Lo udah selesai?" tanyaku spontan
__ADS_1
"kerjaan gue udah beres. tapi gue masih pengen disini 2 hari lagi untuk liburan dulu. Lo mau kan nemanin gue?"
"mau dong. gue juga butuh liburan" sahutku
"yaudah yok kita duduk dipinggir pantai, sambil nikmatin udara malam" ajak Bryan yang ku jawab dengan anggukan.
setelah berada dipinggir pantai kami duduk berdampingan, udaranya sangat dingin dengan diiringi angin yang lumayan kencang. piyama dress yang ku kenakan bagian rok nya tertiup angin sehingga terangkat sehiy paha mulusku terekspos didepan Bryan hingga pakaian dalamku terlihat jelas. aku sangat malu dan langsung ku tutup secepat mungkin.
ketika aku mencoba menahan dress ku agar tidak terbang-terbang lagi, tiba-tiba tangan Bryan menyentuh pahaku. Bryan mengelus-elus pahaku begitu lembut membuatku tak berdaya, jantungku berdetak kencang.
cup
Bryan mengecup bibirku lalu dilumatnya namun tangannya masih setia mengelus-elus pahaku, aku membalas ciuman nya dan ciuman kami semakin panas. tadinya udara begitu dingin kini terasa hangat.
kini ciuman leo telah turun ke leherku dan tangannya masih liar bermain di bagian intim ku.
"ahh.... owgh... Bryan..." aku mendesah menikmati setiap sentuhan Bryan
"ahh... ahh... Bryan... mari kita lakukan didalam saja" ucapku lalu Bryan langsung menggendong tubuhku namun wajahnya ditenggelamkan di kedua dadaku lalu sesekali di emutnya gunung kembarku walau masih dibalut pakaian namun perbuatannya itu mampu menaikkan nafsuku.
sampai di kamar Bryan langsung menidurkan ku lalu dibukanya dress tidurku dengan cepat dan membuka bra dan celana dalamku.
Bryan menciumi wajahku dan ******* bibirku. ciumannya turun ke dadaku, dilumatnya payudara ku dan dihisapnya berganti.
__ADS_1
"ahh... owgh... ahh..." desahku yang semakin meningkat kan gairah Bryan.
kini Bryan telah membuka semua pakaiannya dan aku melihat langsung bagian intim Bryan. diarahkan senjatanya kedaerah intim ku dan didorongnya.
"aww... sakit... sssfftt..." air mataku terjatuh karena ini baru pertama bagiku.
Bryan semakin semangat menghentakkan miliknya didalam ku, setelah beberapa hentakan kini aku merasakan milik Bryan telah memasuki tubuhku. rasa perih yang kurasakan tadi kini perlahan telah berganti dengan rasa nikmat yang tak terdefinisi. setelah kami mencapai puncak kami terbaring dan tidur hingga pagi.
<~~~~~~~>
suara ombak membangunkan ku dan ku lihat Bryan masih setia memelukku dan tertidur disampingku. aku merasakan perih di antara selangkanganku. ketika aku bergerak ingin berdiri Bryan terbangun.
"kamu sudah bangun Sheila" sapanya
"maaf Lo jadi terganggu ya tidurnya" jawabku namun Bryan langsung mendekap ku
"thankyou buat perawan lo yang nikmat" bisiknya ditelingaku
"terimakasih juga kenikmatan yang luar biasa" ucapku lalu ku kecup bibirnya.
"Lo harus tanggung jawab, junior gue bangun lagi" kata Bryan lalu menindi tubuhku
sepanjang hari aku dan Bryan selalu melakukan nya, kami hanya beristirahat 2 jam setelah mencapai puncak kenikmatan kau berdua lalu mengulanginya lagi dan lagi hingga kini sudah pukul 8 malam dan aku tak mampu lagi untuk berjalan dan tubuhku begitu lemas.
__ADS_1