
suara kicauan burung serta sinar matahari membangunkan ku dari tidur pulas ku. Aku merasakan tangan leo yang masih melingkar di perutku, begitu nyaman berada dalam pelukan leo seperti ini.
"Selamat pagi" sapa leo dengan hembusan nafas yang dapat ku rasakan.
"selamat pagi kembali le" balasku sambil berbalik menghadap leo
"apakah tidurmu nyenyak ?" kata leo sembari mengusap lembut pipiku
"sangat nyenyak, rasanya sudah lama aku tidak tidur senyenyak ini" ucapku sembari tersenyum.
<~~~~~~~>
Hari ini aku berangkat kerja diantar oleh leo yang dimana saat ini dia bukan lagi sahabatku melainkan kekasih hatiku. aku bahagia bisa menjadi pacar leo, ku harap hubungan kami berakhir bahagia nantinya.
"terimakasih leo, nanti gak usah jemput aku ya soalnya aku ada meeting" ucapku sambil hendak turun dari mobil
"tunggu bentar" ucap leo
cup
sebuah kecupan di kening ku.
"hati-hati ya" ucapnya sambil tersenyum manis kepada ku
jleb
seketika aku terdiam kaku, perlakuan Leo kali ini membuatku tersipu malu, wajahku mulai memerah dan detak jantung ku begitu cepat. aku langsung buru-buru keluar dari mobil agar Leo tidak melihat wajahku yang sudah seperti udang rebus.
__ADS_1
Tak terasa jam makan siang pun telah tiba saat ingin pergi ke kantin kantor untuk makan tiba-tiba ponselku bergetar
derttt... derttt...
sebuah pesan singkat dari leo masuk
"jangan lupa makan siang ya sayang. I Miss you😘"
"dasar leo, udah seperti anak ABG aja" gumamku ketika membaca pesan singkatnya
"iya kamu juga jangan lupa makan ya" balasku kepada leo
<~~~~~~~~>
tak terasa sudah satu bulan aku dan leo berpacaran. semua berjalan normal seperti biasanya.
"apakah bapak Frans Leonardo ada?" tanyaku pada resepsionis kantornya
"maaf ibu siapa dan apa ibu telah membuat janji dengan beliau?"
"belum. apakah beliau sibuk hari ini sehingga harus membuat janji terlebih dahulu?"
"maaf Bu itu sudah menjadi prosedur diperusahaan" jelasnya
Saat hendak mengeluarkan ponselku, tiba-tiba Alex menyapa ku.l
"velia.. Lo pasti mau ketemu Leo ya" ucap Alex
__ADS_1
"eh iya Lex. Leo lagi sibuk ya?" tanyaku pada Alex
"tadi sih dia ada tamu makanya aku diminta untuk membelikan makan siang buat dia. tapi mungkin tamunya sudah pulang, mari ku antar ke ruangannya" jelas Alex sambil berjalan mendahuluiku.
Alex adalah sekertaris pribadi serta teman dekat leo. kami sudah pernah bertemu beberapa kali makanya Alex mengenaliku.
"itu ruangannya" tunjuk Alex kearah pintu yang tertutup lalu dia duduk dimeja kerjanya
Aku tersenyum kepada Alex sebagai tanda terimakasih. Tanpa mengetuk pintu aku langsung membukanya, aku sudah tidak sabar dengan reaksi leo melihat ku berada dikantornya. saat pintu sudah terbuka tiba-tiba
jleb...
kakiku terasa lemas serta jantung begitu sakit melihat pemandangan didalam, leo sedang memangku seorang wanita di sofa ruangannya, seketika makanan yang ku bawa terjatuh. Leo langsung menoleh ke arahku dengan wajah terkejut.
"Lia... kesini kok gak bilang-bilang?" tanyanya sambil berjalan ke arahku. dan betapa terkejutnya aku ketika melihat wajah wanita itu yang ternyata dia adalah Sheila.
Hatiku sangat hancur ditambah lagi Sheila tersenyum sinis kearah ku. kucoba untuk menahan air mataku agar tidak terjatuh dihadapan mereka.
"maaf jika kedatangan ku mengganggu kalian" ucapku lalu berbalik meninggalkan ruangan leo.
ku tutup pintu ruangan leo lalu berjalan keluar.
"velia ada apa kenapa kamu menangis?" tanya Alex namun aku hanya melalui nya dan terus berjalan dengan sedikit berlari.
"leo, ada apa ini? kenapa velia menangis seperti itu" tanya Alex kepada leo yang ingin mengejar ku
"leo biarin aja dia pergi. segitu pedulinya kah kau terhadapnya." ucap Sheila menarik tangan leo
__ADS_1
"baiklah aku mengerti sekarang. yaudah biar aku aja yang kejar velia le" kata Alex lalu meninggalkan leo dan Sheila