Teman Kecilku Jodohku

Teman Kecilku Jodohku
Lembar baru


__ADS_3

Akhirnya aku sampai dikota yang akan menjadi tempat kisahku yang baru. Ayahku telah membeli sebuah apartemen ketika aku akan pindahan, sehingga ketika aku sampai dikota ini aku telah memiliki tempat tinggal yang menetap.


Setelah sampai di apartemen aku langsung kebersihan, dan menata letak barang-barang ku. ternyata membersihkan rumah Dengan tangan sendiri begitu melelahkan. aku memesan makanan via online dan setelah selesai makan malam aku langsung tertidur di ranjang kamarku.


Sinar matahari menyinari wajahku dan suara kicauan burung membangunkan ku.


"Hari baru dengan aktifitas baru dan suasana baru" ucapku setelah kurenggangkan otot-otot tubuhku


aku bersiap-siap pergi kekantor baruku. setelah selesai berdandan aku naik bis menuju kantor, sebenarnya papa ingin membelikan ku mobil namun ku tolak karena aku ingin membeli nya sendiri dengan hasil kerja keras ku.


"Aku pasti bisa. semangat velia" ucapku dalam hati sembari ku langkahkan kakiku masuk menuju kantor. ternyata didalam para staf sudah menunggu ku dan membuat perayaan kecil untuk menyambut ku.


"Selamat datang nona velia, semoga kita dapat bekerja sama" ucap seorang pria yang merupakan pimpinan utama dikantor ku yang baru


"terimakasih tuan" jawabku dengan senyum termanis yang ku punya


"perkenalkan saya rayen. pimpinan utama di perusahaan ini" ucapnya sambil mengulurkan tangan


"saya Novelia Natalie" balasku dengan menyambut jabatan tangannya


"semoga kita dapat bekerjasama dengan baik" ucapnya yang ku balas dengan senyuman


Tuan rayen mengantarkan ku hingga keruangan kerjaku lalu dia pergi keruangan kerjanya. seisi kantor begitu ramah dan baik kepadaku.


Aku begitu sibuk bekerja hingga tak terasa sudah 1 Minggu aku berada di kota ini. aku dan tuan rayen semakin lebih dekat.


derttt.. derttt...

__ADS_1


ponselku bergetar dan ku lihat Ferry memanggil.


"hallo fer" ucapku setelah mengangkat panggilan Ferry


"hai vei, gimana kantor barumu. gak terasa ya udah satu Minggu kita tak bertemu" ucap Ferry


"kantor baruku menyenangkan, orang-orang disini begitu baik kepadaku fer" ucapku


"baiklah. semangat vei dalam bekerja. aku merindukanmu" ucap Ferry lalu mengakhiri panggilan nya


Setelah mendengarkan ucapan Ferry, aku jadi merasa canggung. ada apa dengan hatiku kenapa setelah mendengarkan ungkapan Ferry ada hal berbeda yang kurasakan.


"hei nona velia. kok belum pulang?" sapa tuan rayen yang membuyarkan lamunanku


"eh rayen. ma.. maaf tuan rayen" ucapku kaget


"tapi tuan adalah atasan saya disini" ucapku


"tak mengapa, kita masih seumuran juga" ucapnya sambil tersenyum


Aku membalasnya dengan senyum


"kalau kamu senyum begitu aku takut akan terjatuh" ucapnya


"ah terjatuh?" ucapku bingung


"iya terjatuh, jatuh hati" ucapnya sambil tertawa, lalu aku pun ikut tertawa

__ADS_1


"mau pulang bareng nona velia" tanyanya


"panggil velia aja tuan" ucapku


"baiklah velia, mari saya antar pulang dan tolong panggil saya rayen aja" ucapnya


"baiklah rayen" ucapku lalu membereskan barang-barang ku dan melangkah keluar kantor menuju parkiran mobil rayen


Rayen mengantarku hingga di lobi apartemen ku. selama perjalanan banyak yang kami ceritakan dan ternyata rayen orang yang asyik diajak ngobrol dan humoris.


Selesai membersihkan diri aku naik keranjang dan beristirahat, namun aku teringat akan ucapan Ferry tadi. bagaimana mungkin Ferry merindukan ku, atau apa mungkin dia menyukaiku.


Pikiran ku selalu dipenuhi pertanyaan pertanyaan atas sikap Ferry yang memang akhir-akhir ini terlihat berbeda dari biasanya. untuk memalingkan pikiran ku dari Ferry, aku bermain sosial media. saat aku bermain Instagram aku melihat postingan foto Leo dengan caption


"kemarin, hari ini, dan diwaktu yang akan datang aku merasakan ada rasa semacam rindu namun tak berani diungkapkan karena takut akan mengganggu"


ilustrasi foto yang di-posting



"astaga ini kan, fotoku" ucapku kaget setelah menyadari foto yang diposting leo adalah fotoku


"apakah kau merindukanku le?" ucapku tanpa sadar air mataku terjatuh


"Leo maafkan aku jika hingga detik ini aku masih mencintaimu, aku tak tahu bagaimana caranya aku bisa melupakan mu bahkan disaat kau akan menjadi seorang ayah dari anak wanita lain" ucapku tak kuasa menahan rasa sakit yang masih belum sembuh seutuhnya.


<~ maaf readers up nya lama, jangan lupa vote ya dan kasih komentar nya dong. biar aku bisa melanjutkan ceritanya, karena udah hampir kehabisan ide nih aku😂 ~>

__ADS_1


__ADS_2