
Setelah selesai sarapan kami melanjutkan perjalanan menuju kantor. sepanjang perjalanan kami saling diam, namun wajah rayen terlihat bahagia.
10 menit kemudian kami sudah sampai di parkiran kantor. rayen turun duluan dan membukakan ku pintu.
"terimakasih rayen" ucapku sambil tersenyum
"vei, bolehkah mulai besok kita sarapan bareng?" tanyanya saat kami berjalan menuju kantor. Aku hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaan rayen.
"maaf vei jika itu membuatmu tertekan namun aku ingin mengubah pola makan ku agar lebih teratur, karena biasanya aku sangat jarang sarapan baru ini aku sarapan dalam Minggu ini" jelasnya
"apaa? kamu jarang sarapan ? kenapa? itu tidak baik rayen, kamu harus selalu sarapan pagi agar stamina mu ada saat bekerja" cerewet ku kepadanya. entah apa yang terjadi padaku namun saat rayen tidak menjaga kesehatannya dengan baik aku merasa sangat kesal
"karena aku sering lupa. maaf ya janji deh nanti aku usahain biar selalu sarapan" ucapnya
"ya udah gini aja, tiap pagi datanglah ke apartemen ku. kita sarapan bareng tiap pagi di apartemen ku. aku akan memasakkan mu sarapan tiap pagi" ucapku tanpa kusadari
"benarkah? apa kamu serius akan memasakkan sarapan buatku tiap pagi?" ucap rayen tak percaya
"ya ampun, bagaimana bisa aku mengatakan seperti itu? dasar bodoh" gerutuku dalam hati pada diri sendiri
"bukan memasakkan mu tapi aku kan selalu masak tiap pagi. ya udah ya aku duluan keruangan ku" ucapku mengelak
"yesss. tinggal sedikit lagi aku akan mendapatkan mu velia" ucap rayen dalam hati
__ADS_1
Aku masuk ke ruangan ku dan selalu bergumam dalam hatiku akan tindakan konyol ku tadi.
"bagaimana ini? bagaimana jika aku ketemu rayen. ya ampun aku malu banget" ucapku.
Aku fokus mengerjakan pekerjaan ku untuk mengalihkan pikiran ku dari rayen, hingga tanpa ku sadari jam makan siang telah tiba.
derttt... derttt....
ponselku bergetar dan ku lihat satu pesan masuk dari rayen.
"*jangan kerja Mulu, ingat makan siang udah waktunya loh. atau apa perlu aku antar makanan keruangan kamu?"-rayen
"iya ini aku mau makan siang kok"-velia*
Keesokan paginya rayen datang ke apartemenku dan kami sarapan bersama.
"enak banget. terimakasih ya vei" ucap rayen sambil membelai rambut ku
degh...
rasanya jantungku udah mau copot.
"yuk berangkat" ajak rayen
__ADS_1
"I..iy...iya Ayuk" ucapku gugup
lalu kami berangkat ke kantor. setiap pagi rayen selalu datang ke apartemenku untuk sarapan. perlakuan rayen kepadaku seperti perlakuan seorang pria ke pacarnya, tapi bedanya hingga kini rayen tak kunjung menyatakan perasaannya.
2 bulan berlalu, kini aku dan rayen semakin dekat. hampir sepanjang hari kami bersama, mulai dari sarapan hingga makan malam.
hatiku semakin mantap memilih rayen namun aku tak mengerti kenapa rayen tak juga menyatakan perasaannya.
hari ini rayen datang ke apartemenku untuk sarapan seperti biasanya namun kami tidak berangkat ke kantor karena kami sedang cuti hingga 3 hari kedepan.
Walau kami tak memiliki kepastian dari hubungan kami, tapi kami selalu memperlakukan satu sama lain seperti layaknya pasangan kekasih.
Aku dan rayen sedang menonton TV aku duduk dihadapannya dan menyandarkan tubuhku ditubuhnya dan rayen memelukku. sesekali dia mencium rambut ku.
Mungkin kami terlalu terbawa suasana film yang sedang kami tonton dimana sepasang kekasih sedang bermesraan, adegan ciuman dalam film itu serta tangan rayen yang melingkar diperut ku membuat gairahku bangkit ditambah lagi tangan rayen mengelus-elus perutku dan tangan satunya mengelus pahaku yang saat ini aku sedang menggunakan celana pendek sehingga rayen dapat menyentuh pahaku yang mulus tanpa balutan kain.
cup
aku terkejut mendapatkan sebuah kecupan dipipiku, aku memandang rayen dan dia tersenyum kepadaku dan ku balas dengan senyuman.
"maaf vei, tapi kamu begitu menggemaskan ditambah lagi adegan film yang membuatku semakin bernafsu untuk mencium mu" ucapnya dengan dahi kami yang menyatu.
"bagaimana ini, rayen membuatku semakin menggila. jantungku... ya ampun jantungku tolong jangan berdetak kencang ntar kalau rayen mendengarnya bagaimana?" gumamku dalam hati.
__ADS_1
perlahan ku tutup mataku dan.......