tergoda suami tetangga

tergoda suami tetangga
BAB 15


__ADS_3

Hidupku begitu sangat kacau , tadinya aku hanya ingin mencari udara segar dan ingin sedikit menghibur perasaan ku ..tapi tak ku sangka hatiku yang hancur semakin hancur .. perasaan ku bukan nya malah membaik tapi malah menjadi sangat kacau ..


Aku menangis di bawah shower itu ,, meratapi nasibku yang sangat menyedihkan ini


Aku yang di anggap sebagai perebut suami orang dan aku yang mengalami bagaimana rasanya di selingkuhi oleh suami sendiri ..


Lengkap sudah penderitaanku


Semua nasib buruk seolah kini sedang menyerangku secara bersamaan ,,


Aku tak tahu harus mengadu sama siapa dan aku hanya seorang diri yang hidup di dunia ini .. begitu sakitnya yang kurasakan dadaku begitu sesak saat merasakan nya ..


Setelah berjam-jam aku menghabiskan waktu di kamar mandi ,, kini aku memutuskan untuk keluar dari kamar mandi karena aku sudah merasa sedikit lega setelah meluapkan amarahku dengan cara menangis tadi ..


" Wowowoowowowo copot copot copot ,, a***ng loh " teriakku yang sangat terkejut karena melihat Oliver yang sudah berdiri di sebelah pintu kamar mandi ku


Aku Yang sedang memakai handuk saja seketika itu handukku terlepas dari tubuhku dan sehingga menampakkan tubuhku yang basah dan polos ..


Oliver berdiri tepat di samping pintu kamar mandiku dia memasukkan kedua tangganya di saku celana nya seolah sudah menungguku keluar dengan sangat lama


" NGAPAIN SIH DISINI " teriak ku kepadanya sambil mengambil handuk yang terjatuh ke lantai


" Jangan di ambil , biarkan saja seperti ini " cegah Oliver kepadaku saat melihat tubuhku yang nampak polos sedang tak memakai apapun juga


" Hmmm males , kamu gak akan ngerti " jawabku yang tak peduli dengan dirinya dan aku mengambil dengan paksa handuk yang sudah dia ambil dariku tadi


Aku berjalan melewati nya dan pergi begitu saja menuju ke arah lemariku


Aku merasakan tangan Oliver yang memeluk ku dengan sangat erat ,, dia melingkar kan kedua tangannya di Perutku dan mencium punggung ku dengan bertubi-tubi


" Maafkan aku maaf maaf maaf " ucapnya sambil menceruknya kepalanya ke leherku


Aku yang berusaha menghindar darinya ..


" Pergi kamu gak akan ngerti "


Ucapku kepadanya


" Apa nya sih yang gak ngerti , ngerti sayang ngerti banget " jawabnya yang merasa kebingungan dengan apa yang aku katakan


" Enggak kamu gak akan ngerti " sahutku kembali


" Hei ada apa sih, aku sudah minta maaf Tapi kenapa kamu malah semakin marah , aku harus bagaimana supaya aku bisa ngerti kamu " jawabnya sambil memegang punggung atasku


" Enggak pokoknya kamu gak akan ngerti " ucapku sambil menghentakkan kakiku ke lantai


" Hei gimana gimana jelasin aku harus bagaimana?" Jawabnya yang masih saja mencoba untuk membuatku berbicara dengan dirinya


Aku terdiam beberapa saat , bibirku yang terus saja cemberut dan mukaku yang terus saja ku tekuk ..


" Mau aku pijitin tubuh kamu? Mana yang sakit? Sudah jangan menangis lagi ada aku " ucapnya yang memeluk tubuhku untuk mendekat di tubuhnya ,,


Embun di kedua kelopak mata ku yang bening kini telah menetes di kedua pipiku


Aku kembali menangis di pelukan nya dan oliver yang memeluk ku dengan sangat erat


Aku yakin dia tau apa yang aku rasakan saat ini ..


Seolah dia sedang memberiku ruang untuk menenangkan diriku ,, dia membiarkan aku menangis dengan sangat kencang tanpa berkata apapun ,,


Dia hanya menepuk pelan punggung belakang ku sambil mencium lekuk leherku ..


Bukannya malah diam tapi aku menangis semakin menjadi-jadi ,,


Belum ada lelaki yang memperlakukan aku seperti ini


Bahkan dulu saat aku bertengkar dengan suamiku dia malah mengacuhkan aku tak peduli jika aku menangis ataupun marah


Dia sungguh membiarkan ku begitu saja


Berbeda dengan Oliver perlakuan nya padaku semakin membuatku terharu karena sikapnya yang memanjakan aku ..

__ADS_1


Oliver hanya menatapku dan menghapus air mataku yang terus saja bergelimang di pipiku ..


" Kenapa tidak juga berhenti , sudah jangan menangis lihat matamu semakin bengkak seperti ikan koi " ucapnya padaku seolah sedang menghibur ku


" Jahat " jawabku dengan singkat dengan menangis sampai sesegukan


Ingusku yang terus menetes tanpa Henti dan sangat banyak


" Iiichhh jorok udah kayak ikan koi lihat tuh ingusmu banyak sekali " ucapnya sambil mengambil kan handuk untuk mengusap ingusku


Tak perlu waktu lama aku mengambilnya dengan sangat cepat dan mengeluarkan semua ingusku di handuk ku


Biarkan dia merasa jijik padaku aku sudah tidak peduli lagi


" Wwwoooookh jorok " ucapnya yang membuatku menjadi tertawa karena melihat ekspresi wajahnya yang sangat lucu


Seketika itu aku merasa malu karena kelakuan ku yang begitu jorok ..


Aku berlari menuju ke kamar mandi dengan tidak menggunakan apapun ...


Aku membasuh tubuhku kembali dan membersihkan ingus yang tersisa di wajah dan hidung ku


Saat melihat ke cermin aku begitu sangat merasa malu sehingga aku membenturkan kepalaku ke cermin itu


" Gobloookkkkk Ra goblookkk kenapa kamu mempermalukan dirimu sendiri bodohh banget " lirihku sambil memukul jidatku bertubi-tubi


Oliver yang muncul di belakang ku sambil memegang kedua tanganku ,," sudah kamu mau jidatmu seperti ikan lohan yang menonjol ke depan "


Aku memukul dadanya yang kekar karena salah tingkah .. aku sangat malu sekali ..


Dia melumatku dengan sangat lembut memainkan lidahku didalam sana dan mengabsen setiap gigiku ..


{ Aku tak tahu jumlah gigiku yang sudah dia absen satu persatu itu wkwk }


Oliver memegangi tubuhku dengan sangat erat , aku tau jika dia dari tadi sudah tak sabar ingin memasukkan pusaka miliknya ke dalam diriku tapi sebisa mungkin dia tidak memasukkan nya dia menahan dengan sangat kuat karena telah melihatku begitu terpukul atas kejadian tadi ..


" Lepas aku mau ganti baju dulu " ucapku kepadanya


" Hmmm baiklah " jawabnya sambil melepaskan pelukan ku dari tubuh nya


Setelah aku sampai di kamarku kembali Oliver menarik tanganku


Dia menidurkan ku di atas ranjang milikku


Aku rasa dia sudah tidak tahan lagi dalam menahan hasrat nya


Dia mencium ku kembali dengan sangat ganas dan memegang kedua tanganku di atas kepala ku ..


Ciuman itu berlalu ke leher ku ,, lalu berjalan menuju ke dadaku sehingga membuatku menjadi sangat merasa berhasrat


Aku sungguh tak tahan di buat nya


Setelah dia merasa puas memainkan payudara milikku dia berlalu menciumi perutku yang datar itu hingga berjalan ke area sensitif ku yang sangat lembab itu


Aku sudah tak berkutik lagi di buatnya rasa yang tak pernah aku alami selama hidupku ,, baru ini aku merasakan begitu indahnya saat bercinta ..


Malam itu aku melakukanya ketiga kalinya bersama dengan tetangga ku ..


Ku ulangi adegan yang sangat memabukkan itu ,, aku tak tahu jika Oliver adalah orang yang handal dalam membuat wanita menjadi mabuk kepayang sampai ke ujung dunia


******* itu keluar dengan sangat lembutnya dari dalam mulutku


Dia menghentakkan dengan sangat kuat seolah sedang meraih ujung ternikmat yang aku miliki ..


Pesonanya gairahnya sungguh membuatku tak bisa melupakan nya ..


waktunya tiba Oliver tak bisa menahan nya ,, dia mengeluarkan benih cintanya di atas perutku ,, dengan sangat kental dan banyak ..


" Haduh kamu mengotori tubuhku lagi " ucapku sambil melihat cairan milikknya begitu sangat banyak berada di atas perutku


Waktu sudah sangat malam ,, dinginnya malam seolah membuat tubuhku menjadi panas ,, tubuhku yang di penuhi dengan keringat begitu juga dengan tubuh Oliver,, aku melihat keringat nya bercucuran sangat deras keluar dari dahinya ..

__ADS_1


Malam ini malam yang tak akan pernah bisa aku luapkan sepanjang hidupku


Setelah kami semua selesai membersihkan tubuh masing-masing , aku melihat sekilas ponsel ku yang tergeletak tak jauh dari tempat tidurku ..


" Rora anggat teleponku aku ingin bicara "


" Rora kamu dimana?"


" Aku rindu sekali dengan mu"


" Apakah kamu sudah makan"


Begitu banyak pesan masuk yang di kirim kan oleh JOY kepadaku namun tak satupun aku membalas pesan darinya


Aku begitu muak dengan sikap suamiku yang telah memperdulikan ku dan membiarkan kan ku demi wanita lain


Hingga pesan itu berupa cacian


" Bangsat "


" Wanita ******"


" Berani kamu tidak memperdulikan ku lagi "


" Lihat saja aku akan membalas semua perbuatanmu "


Pesan itu yang dikirim Joy kepadaku


Terserah dia mau berbuat apa dan aku akan melakukan apa yang membuat hatiku menjadi bahagia ,, aku menaruk kembali ponselku


Dan aku berjalan mendekati Oliver yang sedang duduk di ranjang milikku


Saat aku ingin duduk di ranjang ku aku juga melihat Oliver sedang memainkan ponselnya


Aku duduk tepat di sebelahnya dan aku melihat Oliver sedang menghapus semua foto miliknya yang berdua dengan Sabrina ..


" Kenapa di hapus " tanyaku kepada Oliver


" Sudah gak penting " jawabnya yang masih sibuk menghapus foto miliknya


" Tapi tadi kamu membelanya " ucapku yang membuat Oliver menatapku kembali


" Kalau aku membelanya aku tidak akan Disni bersama dengan mu " jawabnya sambil mendorong kening ku ke belakang dengan jari telunjuk nya


" Hmmm " jawabku yang melengos ke arah lain


" Oh iya bagaimana bisa masuk ke dalam rumahku sih, kamu nyolong kunci rumahku ya " tuduhku kepada Oliver karena baru inget kalau rumahku tadi sudah aku kunci dengan sangat rapat


" Kalau iya kenapa , salah sendiri naruknya sembarangan ya aku ambil satu" sahutnya sambil melempar ponselnya ke belakang


Beruntung ponsel itu jatuh di kasur ..


Dia menarik tubuhku untuk bersandar di lengan nya yang kekar,,


Kini aku dan dia menatap ke arah langit-langit kamarku ,, aku yang di penuhi dengan semua pikiran di dalam otakku dan dia seolah masih tak percaya dengan semua yang terjadi


Aku yang tadinya hanya menjadi tetangganya kini aku menjadi teman tidur nya setiap malam ..


Dia menggantikan posisi yang seharusnya ini adalah posisi suamiku .. seharusnya aku tidur bersama dengan suamiku di atas ranjang milikku tapi semua itu hanya semu semata ..


Aku yang masih tak tahu apakah aku akan memaafkan nya atau tidak ,,


Malam berganti sangat malam ,, aku tertidur di lengan kekar nya itu


Hingga aku terbangun saat ponsel itu yang tak henti-hentinya terus bergetar di bawah tubuhku


Ponsel milik Oliver yang mendapat panggilan masuk dari Sabrina ...


Sabrina terus saja menelpon Oliver tanpa henti


Hingga aku dan Oliver merasa terganggu malam itu ..

__ADS_1


Oliver mengambil ponselnya dan melihat beberapa pesan masuk dari Sabrina


" Keluar atau aku akan masuk ke dalam " isi dari pesan yang di kirim kan oleh Sabrina


__ADS_2