tergoda suami tetangga

tergoda suami tetangga
BAB 73


__ADS_3

Hidup aurora yang terasa begitu sangat berat kembali lagi, dia harus memutuskan antara memilih alvin suaminya yang begitu sangat baik hati sekali atau kah dia akan lebih memilih oliver dengan sejuta rasa di dalam hatinya __


" Apakah ibu tidak marah jika aku memutuskan untuk kembali lagi dengan oliver Bu? " Tanya aurora dengan melepaskan pelukan dari sang ibu nya


" Terserah kamu saja nak, ibu akan setuju dengan semua keputusan kamu yang penting kamu hidup bahagia dan tak pernah merasa sakit hati lagi tapi ingat nak pesan ibu jangan ada lagi hati yang terluka " Pesan ibu ika kepada aurora dengan membelai lembut wajah aurora yang sudah nampak murung


" Tapi aurora takut Bu jika oliver tidak menerima anak yang aku kandung ini " Ucap aurora dengan ragu


" Sebenarnya oliver telah mendatangi ibu tempo hari sebelum kamu pulang dari rumah sakit, jika dia siap menerima apapun semua kekurangan kamu Ra" Sahut ibu ika yang menceritakan kepada aurora Apa yang sebenarnya terjadi kemarin saat oliver datang menjemput calista bahwa oliver sangat kecewa saat mendengar dia menikah lagi dengan lelaki lain


Tapi oliver tak bisa berbuat apapun jadi dia hanya bisa menunggu dan terus menunggu seperti yang di lakukan sekarang ini dan sikap oliver yang telah menyakinkan ibu ika bahwa dia layak mendampingi aurora dan oliver yang tak pernah menghianati aurora sedikit pun


" Apa? Kenapa ibu baru cerita sekarang? " Jawab aurora dengan nada yang sedikit semangat karena mendengar ucapan dari ibu ika


" Ibu hanya menunggu waktu yang tepat saja saat mengatakan semua ini kepadamu nak, ibu juga tidak mau jika kamu sakit hati lagi dan lebih baik kamu segera menghubungi oliver saja, ibu yakin dia sedang menunggu kamu di sana nak " Sahut ibu ika yang memberikan semangat kepada aurora


" Baiklah Bu, mungkin ibu benar kali ini aku harus memperjuangkan cintaku sekali lagi dan aku tidak mau hidup ku hancur biarlah orang lain berkata apapun kepada ku, aku tidak peduli lagi " Ucap aurora kepada ibu ika


" Jangan menghiraukan apa kata orang lain nak lebih baik kamu mengkhawatirkan hidup mu saja "


Setelah berbicara seperti itu aurora segera menghubungi oliver dia mengambil ponsel nya yang tak jauh dari meja yang dia duduki


sebuah lagu yang mengharukan yang di dengar aurora saat menelpon oliver


" Kenapa kamu menelpon ku? "Sahut oliver yang tiba-tiba muncul di depan matanya


" Kamu kenapa bisa ada disini? " Sahut aurora yang masih memegang ponsel di telinganya


" Calista sangat merindukan mu, dia tidak bisa jauh darimu makanya aku mengantarkan aurora untuk datang kesini " Sahut oliver dengan menggendong calista yang berada di tangan nya


Nampak Oliver yang memeluk calista dan mendekap nya dengan sangat erat dan ibu ika segera mengambil calista yang berada di pelukan oliver karena ibu ika tahu ada yang hal yang harus mereka bicarakan berdua sekarang ini


" Aurora aku sangat merindukanmu? " Sahut oliver dengan tiba-tiba dan memeluk aurora

__ADS_1


Dan ibu ika yang sudah berada di dalam dia menoleh ke arah keluar melihat mereka berdua sedang berpelukan


"Oliver lepaskan aku " Sahut aurora yang mencoba melepaskan pelukan dari oliver


" Tidak aku tidak akan melepaskan kamu, biarkan aku sebentar saja memeluk mu, aku mau kamu jadi pendamping hidup ku selama nya Ra aku janji aku tidak akan pernah menyakiti mu seperti dulu, aku mohon kepadamu Ra "ucap oliver yang membuat aurora terkejut


Perasaan aurora dan oliver se akan menyatu saat aurora ingin kembali dengan oliver dan oliver yang ingin kembali dengan aurora


" Tapi aku tidak yakin kamu akan menerima segala kekurangan ku oliver aku sedang hamil anak alvin " Ujar aurora kepada oliver dengan menunduk tanpa melihat ke arah oliver saat ini


"Aku tidak akan keberatan Ra, kamu tahu aku bagaimana kan, kamu tahu aku sangat mencintaimu dengan segala kekurangan mu, apa kamu masih saja meragukanku? " Tanya oliver kepada aurora dengan memegang kedua pundak aurora


" Ya__ aku masih meragukanmu dan aku tidak mau hidupku hancur lagi seperti sekarang ini " Sahut aurora kepada oliver


"Apa yang harus aku lakukan kepadamu Ra? katakan kepadaku aku harus berbuat apa agar kamu bisa yakin dengan keputusan mu karena telah memilih aku? " Ucap oliver dengan penuh antusias


" Apa yang kalian bicara kan? " Sahut alvin yang tiba-tiba muncul di belakang mereka berdua


" Aaaaa...lvin? " Ucap aurora dengan terbata-bata


" Kenapa kamu disini? " Sahut oliver yang bertanya kepada alvin


Nampak alvin yang berdiri dengan tegap di belakang mereka berdua dengan memasukkan kedua tangan nya ke saku celananya


" Seharusnya aku yang bertanya seperti itu kepada kalian berdua, apa yang kalian berdua lakukan saat ini? " Tanya alvin yang tak mendekati aurora


" Alvin aku bisa jelaskan " Sahut aurora yang ingin mendekati alvin


Tapi saat aurora beranjak dan ingin melangkah oliver segera memegang tangan aurora sontak aurora segera melihat ke arah oliver


Dan kini mereka berdua saling menatap dan saling memandang satu sama lain


" Aurora akan kembali dengan ku " Ujar oliver yang masih menatap aurora tanpa melihat ke arah alvin yang tak jauh berada disana

__ADS_1


" Aku sudah mendengar semua nya, bagaimana dengan mu Ra? Kamu yakin akan meninggalkan aku demi lelaki ini? "Ujar alvin yang melihat tangan aurora di pegang dengan sangat erat oleh oliver


Aurora tak tahu harus berbicara seperti apa dia hanya bisa menunduk dan tak berani mengatakan apapun kepada alvin, aurora tahu saat ini dia sangat menyakiti hati alvin


" Katakan Ra, aku ingin mendengar semuanya langsung dari mulut mu " Ujar alvin yang mendesak aurora


" Maafkan aku vin, maafkan aku " Sahut aurora dengan nada yang lirih karena merasa sangat bersalah kepada alvin


" Oke berarti semua sudah jelas sekarang " Ujar alvvin


" Apa maksud kamu vin? " Tanya aurora kepada alvin


" Jika itu pilihan kamu aku hanya bisa berdoa semoga kamu bahagia " Sahut alvin dengan meninggal kan mereka berdua


" Alvin tunggu " Ucap aurora yang mencegah alvin tapi alvin tak juga menghiraukan apa yang di katakan oleh aurora dia terus saja berjalan tanpa menoleh ke arah mereka berdua lagi


"Sudah Ra biarkan alvin pergi mungkin dia butuh waktu untuk menenangkan diri" Ujar oliver dan melihat ke arah aurora


" Aku senang akhirnya aku bisa memilikimu seutuhnya " Ujar oliver


Aurora tak tahu siapa yang memulai duluan ciuman di antara mereka berdua


Kini mereka berdua sedang berciuman dengan sangat mesra di depan rumah aurora


" Sudah oliver nanti di lihat orang " Ucap aurora dengan melepaskan ciuman dari oliver


"Biarkan orang lain melihat jika aku telah memiliki mu " Sahut oliver


"Jangan gila dech, aku masih sah menjadi istri Alvin lebih baik aku segera mengurus perceraian aku dengan Alvin " Ujar aurora kepada oliver


Dan oliver tersenyum ke arah aurora


Senyuman yang terukir di antara mereka berdua menandakan dua insan yang sangat bahagia disana

__ADS_1


__ADS_2