tergoda suami tetangga

tergoda suami tetangga
BAB 67


__ADS_3

" Ada apa ini nduk? Kenapa kamu menangis? " Sahut mama sella karena melihat aurora yang menangis di atas ranjang


" Kemana alvin kenapa kamu sendirian? Apa yang sakit? Bilang sama mama? Mama panggil kan dokter ya? " Ujar mama sella kepada aurora yang terlihat sangat menghawatirkan keadaan menantu nya


Tangisan aurora seolah menjadi sangat histeris di saat mama sella memeluk tubuh nya dan membelai halus kedua pipi aurora yang basah karena tetesan air mata yang sangat deras


" Menangis lah nak jika itu bisa membuat hatimu merasa tenang, tapi setelah itu mama mohon cerita kan semua kepedihan yang kamu rasakan kepada mama ya supaya mama bisa membantu mu nak" Ucap mama sella sambil membelai halus rambut aurora yang terurai


Mama sella yang berdiri di samping ranjang aurora dan aurora dengan posisi setengah duduk sambil di peluk oleh mama sella


Beberapa menit aurora masih menangis dengan isak nya, dia tak menyangka hari yang paling takut kan akan terjadi juga


Dan Setelah aurora lega melepaskan kepedihan nya di dalam pelukan mama sella, aurora menceritakan semua nya kepada mama sella jika alvin telah pergi dan marah saat mengetahui calista bukan lah anak dari joy tapi dari Oliver lelaki yang sangat di benci oleh alvin selama ini


" Kamu tenang saja ya nak jangan bersedih, mama akan coba bujuk alvin dan mama pastikan alvin akan kembali lagi bersama mu__ mama tahu alvin itu sangat mencintai mu dia tidak akan bisa jauh darimu, percaya dech sama mama "


Mama sella yang mencoba menenangkan hati aurora agar tak merasa bersedih lagi di dalam ruangan yang sunyi itu


" Aku takut jika alvin akan meninggalkan aurora ma, apa yang harus aku lakukan agar alvin bisa menerima semua kenyataan ini"


" Jangan lakukan apapun tunggu mama saja yang akan membujuk alvin nak, kamu fokus saja dengan kesehatan kamu dan juga janin yang ada di dalam kandungan kamu ini, kasian anak kamu jika kamu berada di rumah sakit ini calista juga pasti sedang menunggu mu pulang kerumah, masalah alvin biar mama yang bereskan. "


Ucapan mama sella seolah menenangkan hati aurora untuk sejenak.


Saat ini yang aurora butuhkan hanyalah dukungan dari orang terdekat nya


" Benar ya ma__" Terdengar nada suara aurora yang memelas saat berbicara dengan mama sella


Beruntung aurora memiliki ibu mertua yang sangat sayang kepada nya dan sudah menganggap nya seperti anak nya sendiri


" Percaya sama mama__ Sekarang kamu istirahat ya" Ujar mama sella kepada aurora yang tak tega melihat kondisi aurora saat ini


*


*


" Apa yang kamu lakukan disini vin, istrimu sedang sakit di rumah sakit dan kamu malah benggong sendirian disini? Tidak punya otak kamu ya? Hatimu kemana vin ? " Sahut mama sella yang melihat alvin duduk termenung di depan kolam renang di dalam rumah mama sella


# setelah melihat aurora tertidur dengan sangat lelap, mama sella segera menelpon alvin dan bertanya tentang keberadaan alvin saat itu,, dan setelah mengetahui nya mama sella segera pergi kembali pulang dan menghampiri alvin

__ADS_1


" Mama tidak akan pernah tau apa yang alvin rasakan saat ini " Sahut alvin yang masih tak menoleh ke arah mama sella yang ada di belakang nya


" Vin__ jangan EGOIS, mama tidak pernah mengajarimu menjadi lelaki pengecut seperti ini" Ujar mama sella dengan sedikit berteriak kepada alvin


Mama sella segera berjalan mendekat ke arah alvin dan memegang pundak alvin


" Tolong biarkan aku sendiri mah, alvin perlu waktu untuk menyendiri " Wajah alvin yang terlihat sangat bersedih dengan kenyataan yang baru saja dia ketahui


Fakta pahit itu akhirnya terungkap juga, dan kenyataan pahit yang tiba-tiba menerpa di saat alvin sangat menyayangi aurora dengan sepenuh hatinya


" Tidak vin__ kamu tidak boleh seperti ini, mama tidak akan membiarkan kamu mencampakkan aurora, bukan kah kamu pernah bilang kepada mama jika kaamu siap menerima aurora sebagai istrimu dengan segala kekurangan dan yang terjadi di masa lalu' jangan lupakan Kata-kata mu itu vin__ pergilah aurora sedang menunggu mu disana " Mama sella yang mencoba memberi nasehat kepada alvin agar alvin mau memaafkan aurora


" Tapi alvin tidak bisa ma__ alvin butuh waktu untuk menenangkan diri, tolong ma biarkan aku sendirian saja disini “


" Tidak vin, pergi sekarang juga atau aurora akan di temani oleh Oliver apa kamu tidak berfikiran sejauh itu? Seharusnya kamu lebih mengerti tentang keadaan istri mu di banding kan lelaki itu. "


Alvin yang mendengar ucapan dari mama sella dia tak berucap sama sekali, mulut nya seolah sangat berat untuk menggerakkan dan berbicara


" VIN JANGAN DIAM SAJA " Bentak mama sella kepada alvin


" Lelaki macam apa kamu, baru masalah sepele seperti ini kamu sudah mau menyerah "


" Terserah kamu saja kalau begitu, tapi jangan salah kan aurora jika dia lebih memilih Oliver dari pada kamu " Sahut mama sella sambil meninggal kan alvin yang masih duduk menghadap ke arah kolam renang


*


*


Suara langkan kaki yang semakin lama semakin terdengar sangat jelas dan seperti sedang mendekat ke arah ku, langkah itu membuat ku membuka mataku di saat aku masih terlelap


" Alvin " Sahut ku lirih yang memandang alvin membuka pintu ruangan yang aku tempati di dalam rumah sakit ini


" Bagaimana keadaan kamu? " Tanya alvin yang tiba-tiba membuat ku sedikit tak percaya jika alvin akan datang dan menemuiku yang masih terbaring lemas tak berdaya


" Sudah membaik " Sahut ku kepada alvin


Tiba-tiba alvin memelukku dengan sangat erat dia menyibakkan rambut yang telah menghalangi leherku,, lalu Dia mencium dan menyusuri setiap kulit leher ku,,, menghisap dengan sangat lembut dan mengutari leher ku hingga ke belakang dekat telinga..


" Maafkan aku sayang, maafkan dengan sikap kekanak-kanakan ku tadi" Terdengar suara alvin dengan sangat lirih yang dia bisikan di dekat telinga ku

__ADS_1


Dia mencium daun telinga ku, mencium kedua mataku lalu mencium kedua pipiku dan hidung ku


~~ cupp__ cupp__ cuppp__ cupp__ cupp__ cupp ~~~


Suara ciuman alvin yang mendarat di wajah ku


Dia memeluk tubuh ku kembali dengan sangat erat


Aku tak tahu siapa yang memulai ciuman ini,, alvin dan aku sedang berciuman dia ******* bibirku dengan penuh cinta dan penuh kasih sayang


Sikapnya berubah dengan sangat cepat


Tangan alvin yang aku rasakan saat berada di antara dadaku..


Tangan nya berjalan menyusuri kedua gundukan yang saat ini aku tutup dengan sangat rapat


" akkhhh hentikan vin, ini dirumah sakit " Ucapku kepada alvin


" Aku merindukan mu ra,, sudah lama kita tidak melakukan nya" Suara alvin dengan sangat lirih


" Masih kemarin dan kamu bilang sudah lama tidak melakukan nya? " Tanyaku dengan tersenyum ke arah alvin




Terdengar suara seseorang yang membuka pintu



" Kenapa calista bersama mu? Apa yang kamu lakukan? " Tanyaku yang terkejut saat melihat calista sedang berada di pelukan Oliver dan mendatangi ku



" Aku kesini hanya ingin berpamitan saja kepada mu ra tidak enak jika mengucapkan nya di telefon\_\_ Aku akan membawa nya untuk beberapa saat Ra\_\_ kamu fokus saja dengan kesehatan kamu dan jika nanti kamu sudah sembuh kamu bisa menjemput calista kembali " Ujar Oliver yang melangkah kan kakinya keluar



Oliver hanya sebentar saja masuk ke dalam ruangan itu lalu pergi dengan membawa calista yang berada di dalam pelukan nya

__ADS_1


__ADS_2