
" Aurora bangun, ibu tahu kamu sedang pura-pura tidur " Ujar ibu ika yang melihat aurora menangis di saat kedua matanya masih tertutup rapat
" Tinggalkan aku sebentar saja, aku butuh ketenangan " Sahut aurora dengan kedua mata yang masih tertutup
" Apa maksud kamu? Apa kamu tidak senang jika ibu berkunjung ke sini ? " Tanya ibu ika kepada aurora
Sedangkan disana empat mata sedang memperhatikan mereka berdua yang berada tak jauh di antara mereka
" Sudah lebih baik jeng ika ikut saya saja, aku juga belum makan " Sahut jeng sella karena tak ingin keadaan semakin menjadi tak kondusif
" Tapi jeng, aku tidak bisa meninggalkan aurora sendirian seperti ini, ada hal yang harus aku katakan kepada aurora, dan mungkin lebih baik jeng sella saja sama nak alvin yang keluar tolong beri aku waktu untuk bersama dengan anakku sebentar saja " Ucap ibu ika dengan terus menatap aurora yang masih saja menangis tiada henti di atas ranjang
" Baiklah mah, apa yang ibu ika katakan benar, kita keluar saja " Tubuh alvin yang bergerak berjalan mendekat ke arah mamah sella sambil memegang lengan tangan mama sella
Wajah Mamah sella terlihat seperti kebingungan sambil menoleh ke arah alvin dan juga jeng ika lalu menatap wajah aurora yang masih terisak dengan tangisnya " Hmmmm " Jawab mama sella singkat lalu mengikuti langkah alvin yang melangkah menuju ke pintu keluar ruangan yang di tempati aurora
*
*
Setelah mama sella dan alvin keluar dari ruangan itu terlihat alvin segera menutup rapat pintu dengan sangat pelan
Sedang kan di dalam sana kini hanya ada aurora dan juga ibu ika saja
"Nak ibu tahu apa yang kamu rasakan selama ini, maafkan ibu nak semua ini salah ibu__ ibu berpura-pura tidak mengerti dengan apa yang kamu rasakan, maaf kan ibu " Ujar ibu ika yang berjalan mendekat ke arah aurora
Aurora yang tadinya rebahan di atas ranjang dia lalu menggerakkan badan nya setengah duduk dan meraih tubuh ibu ika
Terlihat aurora memeluk ibu ika dengan sangat erat
" Ini bukan salah ibu, semua ini karena kebodohan aurora, sekarang aurora harus bagaimana Bu? " Ucap aurora sambil melepaskan pelukan nya kepada ibu ika
" Lakukan apa yang kamu mau nak, lakukan lah apa isi hati mu, ibu tak mau melihat mu menderita seperti ini "sahut ibu ika yang memberikan nasehat kepada aurora dan memberikan semangat
" Aku bingung dengan semua keadaan ini Bu, aku tak tahu harus berbuat apalagi, cinta Oliver di dalam hatiku sangat besar bu, aku tak bisa melupakan nya begitu saja " Ucap aurora yang masih saja menangis bahkan saat ini aurora menutup wajah nya dengan jemari nya
" Pikiran semuanya dengan matang Ra__ apapun keputusan kamu nanti, ibu akan siap menerima dan mendengarkan semua itu soal jeng sella dan juga alvin kamu tenang saja biar ibu urus semua nya, kamu jangan khawatir kan semua itu " Ujar ibu ika yang tak tega melihat aurora yang tak henti-hentinya menangis
" Jangan Bu, jangan lakukan hal apapun, aurora tak mau semuanya menjadi lebih rumit lagi, biar aurora saja yang menyelesaikan masalah ini "
" Kamu yakin Ra? Tapi apa yang akan kamu lakukan dengan suamimu? Apa kamu benar tidak mencintai nya walaupun hanya sedikit saja " Tanya ibu ika kepada aurora yang ingin mendengar kan penjelasan dari aurora saat ini
Aurora hanya diam tak berkata apapun kepada ibu ika
__ADS_1
" Kamu pasti binggung dengan perasaan mu ra__ ibu mengerti tak usah di jelas kan lagi " Ucap Ibu ika kepada aurora
" Lebih baik kamu sekarang istirahat saja jangan memikirkan apapun lagi, kita pikirkan setelah kamu sembuh ya " Ujar ibu ika kembali dengan membantu aurora agar terbaring lagi
" Maaf ya Bu, aku tidak bisa membohongi perasaan ku, tapi dalam hati jujur aku juga tidak mungkin menyakiti hati alvin dan juga jeng sella mereka semuanya sangat baik kepadaku Bu"
" Sudah_sudah di pikirkan nanti saja kasian janin yang kamu kandung saat ini jika kamu terus saja memaksa pikiran mu untuk bekerja, pikiran kesehatan mu saja " Kilah ibu ika kepada aurora karena tak ingin melihat aurora merasakan kesedihan nya kembali
Terdengar suara ponsel ibu ika yang mendapat kan panggillan masuk dari Oliver
"Siapa Bu? Siapa yang memanggil ibu? " Terlihat ibu ika yang kebingungan antara menerima panggilan masuk itu atau tidak
Lalu ibu ika lebih memilih meletakkan ponsel itu kembali
" Bukan siapa-siapa Ra, kamu istirahat saja ya" Kilah ibu ika yang membohongi aurora
Saat panggilan itu tak di jawab oleh ibu ika terdengar suara ponsel kembali dan Oliver menelpon ibu ika untuk yang kedua kalinya
" Angkat saja Bu, itu dari Oliver kan? Sapa tau ada apa-apa dengan calista " Tanya aurora kepada ibu ika
" Baiklah ibu akan mengangkat panggilan dari Oliver, tapi apa kamu tidak keberatan jika aku mengangkat nya ? " Ujar ibu ika dengan memandang wajah aurora
Terlihat ibu ika segera mengangkat panggilan video call yang di lakukan oleh Oliver
__ADS_1
" Halooo\_\_ " Ucap ibu ika dari layar smartphone milik nya
" Haloo Bu, maaf aku menganggu mu, aku hanya ingin mengucapkan terimakasih karena kamu telah memberikan izin kepadaku untuk membawa calista untuk sementara waktu, untuk beberapa minggu mungkin aku akan membawa calista ke luar negeri Bu, aku ingin menghabiskan waktu bersama dengan anak-anak ku saat ini, ibu tidak usah khawatir calista pasti akan baik-baik saja dengan ku dan jika ibu rindu dengan calista ibu bisa melakukan video call seperti ini " Ujar Oliver dari layar smartphone milik ibu ika
Terlihat wajah Oliver yang berbinar-binar saat melakukan panggilan video call kepada ibu ika
Aurora yang mendengar hal itu sontak dia merebut ponsel yang di pegang oleh ibu ika
" Apa kamu ingin membuatku menderita? " Sahut aurora dari Layar smartphone milik ibu ika
" Kenapa aku harus membuatmu menderita? " Tanya Oliver di dalam smartphone
" Haruskah aku menjawab pertanyaan mu yang tidak penting ini? Jangan membawa calista pergi atau aku tidak akan pernah memaafkan kamu lagi di dalam hidup ku " Jawab aurora dengan mata yang berbinar-binar lagi
" Apa aku salah jika aku ingin bersama dengan anak ku, aku hanya meminta waktu sedikit saja tidak lama mungkin hanya untuk beberapa bulan saja hanya sampai kamu melahirkan anak dari alvin saja " Sahut Oliver di dalam layar smartphone milik ibu ika
" Apa? Jangan gila Oliver\_\_ jangan gila, kamu bisa membunuh ku perlahan jika seperti ini caramu " Terdengar suara aurora yang sedikit berteriak kepada Oliver
" Jangan gila????
kamu yang gila atau aku yang gila karena menyembunyikan hal semacam ini kepadaku, kamu pikir aku tidak menderita selama ini? Kamu bahkan tidak mengerti dan pura-pura bodoh dengan perasaan ku yang mencintaimu seperti orang gila, bahkan aku sempat mengkhayal karena ingin hidup berdua bersama dengan mu tapi apa yang kamu lakukan, kamu lebih memilih lelaki itu dan meninggalkan ku begitu saja tanpa mengerti dengan keadaan ku dan sekarang kamu bilang aku yang gila? " Sahut Oliver
__ADS_1