tergoda suami tetangga

tergoda suami tetangga
BAB 44


__ADS_3

" Ibu benar , seperti nya aku memang harus melakukan tes DNA untuk calista .. tapi aku takut bagaimana jika nanti itu adalah anak dari Joy ,, sedang kan aku dan Joy baru saja bercerai,, apa yang akan aku katakan kepada Joy nanti Bu,, Joy juga belum tahu kalau aku mempunyai seorang anak "


Jawab ku kepada ibu Ika sambil menggeser kursi


" Apa ? Ibu kira Joy sudah tau jika kamu mempunyai seorang anak ? Apa Joy tidak menanyakan nya kepada mu ?" " Tanya ibu Ika dengan nada memburu


" Aku terpaksa berbohong kepada Joy, aku bilang sama Joy jika aku sudah menikah. DNA joy sepertinya tidak peduli sama sekali dengan kehidupan ku ,, dan aku baru sadar akan hal itu " ucapku kepada ibu Ika


" Jadi selama ini , beberapa hari kalian bertemu sama sekali kalian tidak membahas calista? Dan Joy tidak sekalipun tanya calista itu anak nya siapa ?" Tanya ibu Ika kembali


" Benar Bu, Joy tidak pernah bertanya kepadaku walaupun mereka sudah sempat bertemu,, tapi Joy tidak pernah menanyakan akan hal itu kepada ku " ucapku kepada ibu Ika


Ibu Ika menggeleng kan kepala seolah tak percaya dengan apa yang aku katakan ..


" Tapi Oliver sepertinya sangat menyayangi Calista Ra " jawab ibu Ika dengan cepat


" Bagaimana ibu tahu ?" Tanyaku kepada ibu Ika sambil mengangkat kepalaku untuk memandang ibu Ika


" Terakhir kali waktu oliver kerumah ,, itu adalah saat ibu menyuapi calista di teras .. Oliver datang mendekat dan meminta agar dia saja yang menyuapi calista,, ibu hanya pasrah dan memberikan makanan itu kepada Oliver dan ibu memperhatikan mereka dari kejauhan ,, betapa terkejutnya ibu saat melihat ketulusan Oliver saat itu Ra ,, dia seperti sedang bermain dengan anaknya sendiri .. tatapan yang tulus dan sentuhan yang halus semua itu Oliver berikan kepada calista .. ibu tau dari cara nya memandang .. ada kesejukan di kedua bola matanya yang bening ,, dan itu tidak bisa di tutupi oleh Oliver " ucap ibu Ika yang membuatku menelan Saliva sebentar


" Apa ibu tidak salah lihat ?" Tanyaku kepada ibu Ika


" Tidak Ra ,, ibu sudah tua dan ibu tahu mana yang tulus dan mana yang hanya pura-pura tulus, ibu tidak akan salah menebak " jawab ibu Ika yang menyakinkan ku


Aku terdiam beberapa saat ,, aku mengingat perlakuan Oliver kepadaku tempo hari .. tapi bagiku untuk bersama dengan oliver itu adalah hal yang tidak mungkin aku lakukan ..


" Ra .. jangan nglamun " sahut ibu Ika sambil memegang pundak ku


" Akh tidak Bu ,, tiba-tiba aku kepikiran dengan oliver " sahutku kepada ibu Ika dengan nada lemas sambil memijat pelipis ku


Aku menundukkan kepala ku saat ini ..


" Minum dulu Ra supaya kamu bisa sedikit tenang,, jangan gegabah dalam mengambil keputusan,, yakin kan semuanya pada penciptaan nya ,, ibu yakin ALLAH akan memberikan yang terbaik untuk kehidupan mu Ra " ucap ibu Ika yang memberikan aku semangat pagi ini


" He"emb " jawab ku singkat dengan meneguk gelas yang berisi teh hangat itu


" Apa kamu sudah siap jika kita akan kembali besuk Ra? Tapi kalau kamu masih ingin berada disini tidak apa-apa " tanya ibu Ika kepadaku dengan nada yang sangat lembut


" Kita kembali saja besuk Bu,, ini sudah hari ketiga kita berada disini ,, dan aku yakin pasti kerjaan di kantor sudah sangat menumpuk " jawab ku dengan tidak semangat


" Kamu jangan terlalu keras bekerja Ra ,, ada Tantri serahkan semua nya kepada Tantri seperti yang ibu lakukan sebelum nya ,, " ucap ibu Ika


" Tidak Bu ,, aku ingin menjadi orang yang mandiri,, sebisa mungkin aku tidak akan mengecewakan Ibu ,, aku sangat berterima kasih dengan semua pemberian dari iBu dan aku tidak akan pernah menyia-nyiakan nya sedikit pun " sahutku kepada ibu Ika


*


*


Ke esokan harinya


Kita bertiga sudah sampai di rumah ..


Aku memantapkan hati ku untuk kembali ke rutinitas awal dan kembali bekerja ..


Kali ini aku bekerja dengan di temani oleh Arga ,, dia adalah bodyguard yang akan selalu menjaga ku kemana pun dan dimana pun aku berada


Arga yang bekerja merangkap sekaligus menjadi supir ku .. kini aku duduk di belakang pengemudi dan Arga yang berada di depan ku


Perjalan dari rumah menuju ke kantor tidak lah lama .. hanya beberapa menit kita sudah sampai di depan kantor milik ibu Ika


" Sudah sampai nyonya " sahut Arga kepadaku saat mobil yang kita tumpangi sudah berada di depan kantor ku


" Baik ,, " ucapku sambil menunggu Arga yang akan membuka kan pintu mobilku


Beberapa detik aku sudah turun dari mobilku ,, aku dan Arga kini menuju ke dalam kantor ku


" Aurora " teriak Joy dari samping lift yang akan aku Naiki


Arga dengan sigap berada di depan ku saat ini .. dia menghalangi Joy yang akan mendekat ke arah ku


" Apa apaan ini Ra ?" Tanya Joy yang tidak bisa mendekat


Aku berdiri di belakang Arga dan tangan Arga yang menghalangi Joy untuk mendekat ke arah ku


Arga menoleh ke arah ku dan aku memberi isyarat agar Joy tidak bisa mendekati ku saat ini


" Pergi jangan dekati nyonya sebelum aku bertindak lebih kasar lagi " usir Arga kepada Joy


" Siapa kamu , kenapa kamu berani beraninya menghalang halangiku seperti ini " ucap Joy kepada ku yang memberontak ingin mendekat ke arah ku


Aku tak lagi menghiraukan mereka berdua yang sedang beradu mulut ,, aku melangkah kan kakiku untuk menuju ke dalam lift ..


Kini aku sudah berada di dalam ruangan milik ku


" Selamat pagi Aurora " ucap seseorang yang membuatku lebih pusing lagi


" Steve ngapain kamu pagi pagi sudah berada di dalam ruangan ku " tanyaku kepada Steve sambil menaruh tas ku di atas meja


" Untuk membicarakan kerja kita yang belum selesai Ra ,, kamu kemana saja Ra? Kenapa ponsel mu tidak aktif selama empat hari ini ? Apa kamu sakit ?" Tanya Steve yang berdiri dari sofa di dalam ruangan ku dan berjalan mendekat ke arah ku


" Aku butuh waktu untuk sendiri Steve , lebih baik kamu keluar dulu ,, nanti akan kita lanjutin meeting kita yang tertunda" jawab ku kepada Steve


" No no no Aurora ,, aku bisa mengalami kebangkrutan permanen jika kamu seperti itu ,, ini sudah tertuda sekitar lima hari .. aku hanya perlu kamu menandatangani berkas ku saja setelah itu aku akan pergi ,, okey " pinta Steve kepadaku dan menyodorkan berkas nya ke arah ku


" Tapi Steve aku harus membacanya terlebih dahulu ,, aku tidak mau ada kesalahan nanti nya " jawab ku kepada Steve


" Oke baiklah,, jika itu yang kamu inginkan .. aku tunggu nanti sore setelah pulang kerja ,, aku harap kamu bis segera mendatangani semua berkas itu ," ucap Steve yang akan melangkah pergi meninggalkan ruangan ku


~~ Ceklek.... ~~


Suara pintu masuk yang di buka oleh Arga


" Semua sudah beres nyonya " laporan yang di berikan oleh Arga sambil membungkuk kan badan nya ke arah ku


" Terimakasih Arga " jawab ku kepada Arga


Steve yang berdiri dengan memasukkan tangan nya ke dalam saku lalu melihat Arga dengan mengangkat alisnya ..


" Wooo woooo siapa ini Ra " tanya Steve kepadaku sambil mengangkat kedua tangan nya


" Dia bodyguard baruku " jawab ku kepada Steve




" Hebat kamu Ra ,, gue suka gaya Lo " ucap Steve dengan mengarah kan jarinya ke padaku



" Baiklah bodyguard baru rora ,, Jaga majikan kamu baik-baik jangan sampai dia di dekati oleh lelaki lain selain aku " ucap Steve yang menepuk punggung Arga dan pergi meninggalkan kita berdua



Aku melihat nya hanya dengan tersenyum saja



" Kamu boleh pergi Arga " pintaku kepada Arga



" Baik nyonya saya akan berjaga di depan pintu,, jika membutuhkan sesuatu tolong panggil saya " ucap Arga dengan membungkukkan badan lalu keluar dari ruang kantor ku



Hari itu semua berjalan sesuai dengan rencana .. Arga yang sigap membantu ku kapan pun .. dan aku bisa bekerja dengan sangat nyaman ..



aku melihat dari arah jendela matahari yang sudah mulai meredup, awan hitam yang menyelimuti awan putih seakan hari ini menandakan badai akan segera datang ..



Gelap dan tak bersinar itu lah yang aku lihat di atas langit ..sama seperti apa yang aku rasakan di dalam hatiku ini .. hampa dan sangat kosong ..


__ADS_1


Aku berdiri di depan jendela dengan menekuk tanganku yang mengarah ke perut ku .. sengaja aku membiarkan wajah ku di terpa oleh angin yang sangat kencang .. hembusan angin itu menerpa wajahku .. aku merasakan debunya seolah menempel di setiap sudut pori-pori wajah ku ..



Aku berharap angin akan membawa pergi kegalauan ku hari ini ..



.... Drrrtttt drrrtttttt drrrtttttt .....



Suara getaran ponsel yang membuyarkan aku dari lamunan ku di sore hari ..



Aku berjalan mendekat ke arah meja dan mengambil ponselku yang tergeletak di sana



" Halo " ucapku saat mengangkat panggilan masuk itu



" Aurora ibu sekarang berada di rumah sakit " sahut ibu Ika yang dari layar smartphone milikku



" Siapa yang sakit ibu ? Kenapa ibu kesana ?" Tanyaku kepada ibu Ika



" Calista badan nya mendadak panas Ra .. dia mengalami kejang beruntung ada Oliver tadi, dia segera membawa calista kerumah sakit " jawab ibu Ika dengan nada kekhawatiran



" Oliver? Aaaa ... "



" Sudah Ra jangan banyak tanya lebih baik kamu segera kesini ,, ibu menunggu mu " jawab ibu Ika yang memotong ucapan ku



Tuuttt tutttt tuuuuttttt ..



Suara panggilan telepon yang di matikan oleh ibu Ika



Tak perlu waktu lama bagiku aku segera membawa tasku dan berlari menuju ke keluar kantor ku ..



Seperti tadi pagi Arga yang mengemudi kan mobil ku untuk menuju ke rumah sakit ..



Mobil yang aku tumpangi membelah jalanan kota yang tidak begitu ramai pengendara ..



Hatiku berdetak dengan kencang dan perasaan ku yang tak menentu ..



Kehawatiran yang sangat melandaku membuat ku tidak bisa tenang walaupun hanya sedetik



Tak lama kemudian aku sudah sampai di bangunan yang menjulang ke atas dengan di penuhi cat berwarna putih ..



Ya.. aku saat ini sudah sampai di depan rumah sakit ..




Aku mendengar suara Calista yang menangis dengan sangat kencang ..



Dan Kakiku berhenti melangkah saat aku telah sampai di ruangan Calista pandangan ku yang tertuju ke arah Oliver yang sedang menggendong calista ..



Aku bertemu oliver kembali ...



" Biar aku saja yang menggendong nya " pintaku kepada Oliver saat melihat calista yang tak henti-hentinya menangis



Oliver memberikan Calista kepadaku .. aku yang masih berusaha membuat Calista berhenti menangis di dalam ruangan rumah sakit itu ,, dan oliver sekuat tenaga dia mencoba membuat lelucon agar Calista tak menangis lagi ...



Senyum lebar yang menghiasi wajah ku dan juga Oliver ,, sejenak kita melupakan masalah yang kita hadapi saat itu ..



Kekompakan kita kala itu berhasil membuat calista berhenti menangis .. calista tersenyum dan tertidur beberapa menit kemudian.



betapa lega nya hatiku melihat Calista sudah kembali tenang ..



" Pasti kamu lelah Ra , istirahat lah " sahut Oliver yang masih melihat ku menggendong tubuh calista yang kecil ini" biar aku yang menggantikan mu untuk menggendong calista" pinta Oliver kembali



" Tidak oliv terima kasih , dan maaf sudah merepotkan mu " jawab ku kepada Oliver



" Ibu kenapa Calista tiba-tiba bisa sakit ?" Tanyaku yang mengalihkan oliver saat ini



" Ibu rasa calista masuk angin Ra ,, dia terus rewel saat kamu berangkat kerja tadi ,, maaf kan ibu yang teledor tidak memberikan Calista obat dengan cepat sehingga dia mengalami kejang Ra , maaf " ucap ibu Ika yang menyesal dan menekuk wajah nya ke bawah



" Jangan menyalahkan diri sendiri ibu ,, Aurora pasti sangat berterima kasih karena sudah menjaga Calista" sahut Oliver kepada ibu Ika



Deggggg....



Sebuah pukulan besar bagiku aku merasakan seolah ada yang menghantam hatiku di dalam ruangan ini



" Kenapa aku merasa Oliver seperti seorang suami bagiku ?" Lirih ku di dalam hati



Aku menatap Oliver tak berkedip sedikit pun ..

__ADS_1



" Ra ,, aku ingin melakukan tes DNA dengan calista " pinta Oliver kepada ku



" Apa ?" Jawab ku dengan nada cepat yang membuatku sangat terkejut



" Mumpung kita di rumah sakit Ra ? Aku ingin tau calista anak dari siapa?" Ucap Oliver lagi kepada ku



" Baiklah ,, mungkin kamu ada benar nya " jawab ku kepada Oliver



Beberapa jam kemudian .. Oliver yang meminta dokter untuk melakukan tes DNA. Aku melihat beberapa perawat mengambil sampel darah dari oliver dan juga calista



saat ini hatiku sungguh tak menentu.. aku takut jika semua itu tidak seperti apa yang aku harapkan ..



Setelah selesai mengambil sampel dari kedua nya ,, dokter Widy yang memberi tahu jika hasilnya baru akan selesai keesokan hari nya..



Aku dan oliver tak sabar menanti akan hal itu .. malam pun berganti ..



Ibu Ika yang menyuruh oliver untuk segera pulang dari ruangan Calista ..



" Tidak Bu jangan menyuruh ku pulang , aku tetap akan berada disini sampai calista sembuh " jawab Oliver



" Oliver sebaiknya kamu pulang , besuk bisa datang kembali kesini " pintaku kepada Oliver



" Jangan mengusirku Ra ,, " ucap oliver



" Baiklah kalau begitu ,, terserah kamu saja " jawab ku kepada Oliver



Malam itu kita lalui bersama-sama .. Oliver dengan sangat sigap menjaga Calista yang sedang sakit ..



Ke esokan harinya ..



Kabar yang di tunggu - tunggu oleh semua orang akhirnya aku akan mendengar langsung dari dokter Widy



aku berjalan dengan di temani oleh Oliver yang menuju ke dalam ruangan dokter WiDi untuk mendapatkan hasilnya



Hatiku berdetak tak menentu .. kedua tangan ku yang dingin dan keringat yang membasahi dahiku .. sungguh aku merasakan sangat tegang saat ini



Waktu yang berlalu dengan cepat ..



Kini aku sudah berada di dalam ruangan dokter Widy .. dokter Widy akan menjelaskan hasil dari tes DNA mereka berdua



\*



\*



Dokter Widy memberitahu ku jika itu bukan lah anak dari oliver .. darah Oliver dan darah Calista mereka sama sekali tidak ada kecocokan ,, tidak ada tanda-tanda jika mereka adalah anak dan papa kandung ...



" Jika bukan anak ku ,, berarti dia adalah anak Joy " ucap Oliver kepada ku



Matanya yang melotot dan sedikit memerah .. aku merasakan ada hawa panas yang sedang menyelimuti tubuh nya



" Jangan katakan kepada Joy jika benar itu adalah anak Joy ,, " pinta Oliver kepadaku



Aku diam seribu bahasa dan tak berucap satu kata pun ..



" Oliver" aku memanggilnya dengan nada lambat



" Aurora percaya lah kepadaku , jangan beri tahu Joy ,, serah kan semua nya kepada ku " pinta Oliver kembali kepadaku sambil memegang pundak ku dengan kedua tangan nya



" Tidak Oliver kita tidak bisa seperti ini " jawab ku sambil melepaskan tangan Oliver yang memegang pundak ku



" Aurora ,, pikirkan lagi ucap ku tadi ,, aku janji akan menjadi papa yang baik untuk calista,, biarkan ini menjadi rahasia di antara kita berdua " ucap oliver yang membuat ku sangat binggung



" Oliver aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi , aku tidak bisa kembali lagi dengan mu " jawab ku kepada oliver



" Mohon maaf bapak dan ibu sebaiknya kalian menyelesaikan masalah kalian di luar ruangan saya " pinta dokter Widy kepada ku dan juga Oliver



Aku yang mendengar ucapan dari dokter Widy sontak beranjak dari tempat duduk ku dan berjalan keluar ruangan ..



" Aurora " teriak Oliver kepada ku



Dan aku terus saja berjalan tanpa berhenti sejengkal pun hingga



Mataku yang tak Henti menatap ke suatu arah dan kakiku berhenti tak bergerak ..

__ADS_1



" Bagaimana kamu bisa berada disini ?" Ucapku kepada seseorang yang mengagetkan aku begitupun juga oliver


__ADS_2