
" Ibu mau menjodohkan aku dengan siapa? " Tanyaku kepada ibu ika dan menatap nanar mata ibu ika
" Sebenarnya ibu ingin memperkenalkan kamu dengan lelaki lain, tapi saat melihat Oliver ibu tak tahu kenapa sepertinya ibu lebih setuju dengan Oliver dan Ibu lihat seperti nya dia adalah anak yang baik walaupun ibu belum lama mengenal nya tapi saat ibu melihat nak Oliver ibu melihat ada ketulusan di dalam dirinya" Ujar ibu ika kepadaku
" Tapi kalau kamu tidak setuju tidak apa-apa kamu berhak menentukan sendiri pilihan dalam hidupmu " Ucap ibu ika kembali
" Aku masih belum bisa berkata apa-apa kepada ibu,, aku pikir aku perlu memikirkan semua ini matang-matang bu,, aku tidak mau rumah tangga ku menjadi main-main seperti dulu" Ucapku kepada ibu ika sambil menginjak gas mobilku dan berjalan kembali
Aku mengemudi mobilku pelan-pelan dengan pikiran yang sangat kacau..
" Lebih baik kamu menenangkan dulu, ibu yakin keputusan mu adalah yang terbaik bagi mu dan ibu hanya bisa mendukung mu saja jika kamu tidak setuju dengan apa yang ibu katakan jangan terlalu di pikirkan ibu hanya memberikan pendapat saja kepadamu aurora" Jawab ibu ika kepadaku
Beberapa menit kemudian kita sudah sampai di depan rumah milik ibu ika..
Aku segera menuju ke dalam kamar dengan menggendong calista
Sengaja aku tidak menghidupkan ponsel ku karena tak ingin di ganggu oleh siapa pun..
Beruntung calista keadaan nya sudah membaik dan hatiku merasa sedikit lega, walaupun masih ada kehampaan yang aku rasakan
Terpikirkan oleh ku saat berada di dalam kamar bersama dengan calista
Aku segera menghidupkan ponsel ku yang aku matikan tadi,, beberapa panggilan masuk dan beberapa pesan masuk di dalam ponsel ku dan semua itu dari Oliver
__ADS_1
Aku mengabaikan nya dan segera menghubungi bapak ari
" Hallo bapak ari " Sahut ku dari arah layar smartphone yang aku tempelkan di telingaku
" Iya ibu ada apa menghubungi saya" Jawab bapak ari dari layar ponsel milik ku
" Bapak apakah aku bisa meminta tolong satu hal lagi kepada bapak? " Tanyaku kepada bapak ari
" Bisa dengan segenap hati saya akan membantu sebisa saya karena saya mempunyai hutang budi kepada ibu ika dulu dan saya sudah berjanji kepada beliau akan menolong mu apapun yang terjadi__ jadi lakukan lah yang seharusnya saya lakukan untukmu, tidak usah sungkan untuk selalu meminta bantuan kepada ku " Ucap bapak ari dari layar smartphone milik ku
" Terimakasih banyak saya bersyukur ada bapak yang selalu membantu ku,, begini pak saya ingin meminta tolong kepada bapak untuk menyelidiki tes DNA calista anakku dengan tuan oliver,, apakah itu sudah valid atau ada kecurangan disana, tolong lakukan secepatnya ya pak karena semua itu penting di dalam hidupku dan aku butuh kebenarannya.
secepatnya aku tunggu kabar dari bapak ari. " Ujar ku kepada bapak ari
Setelah selesai aku meminta tolong dan berbicara panjang lebar aku segera menutup telfon ku.. Dan kembali bermain dengan calista
Aku membalikkan badan ku setelah aku selesai mematikan ponsel ku kembali
Betapa terkejut nya aku saat melihat seseorang yang tiba-tiba berdiri di ambang pintu kamar calista
" Loh kenapa kamu tiba-tiba berada disini? Kapan kamu datang? " Tanyaku yang terkejut melihat Oliver berada di depan mataku saat ini
" Apa kamu meminta seseorang untuk menyelidiki kehidupan ku saat ini, kenapa kamu tidak bisa melihat ketulusan ku di dalam hatimu Ra, lihat lah aku__ lihat lah aku yang selalu berusaha untuk menebus kesalahan ku yang dulu dan aku berusaha menjadi yang terbaik untukmu sekarang Ra, kenapa kamu tidak sadar juga " Ujar Oliver kepada ku
__ADS_1
" Oliver siapa yang memberimu ijin untuk masuk ke dalam kamar calista? " Tanyaku kepada Oliver tanpa memberikan satu jawaban kepada Oliver saat ini
" Maafkan ibu nak, ibu terpaksa menyuruhnya masuk karena tidak tega dengan nak Oliver " Sahut ibu yang tiba-tiba muncul dari belakang Oliver
" Ibu__ apa yang ibu lakukan " Sahut ku kesal kepada ibu ika dengan nada kesal
Jujur saat ini aku merasakan sangat letih__di satu sisi ingin merebahkan tubuh ku dan di satu sisi hanya ingin mengosongkan semua pikiran yang mengganggu ku semua itu membuatku merasa sangat lelah
" Jangan menyalah kan ibu , aku yang salah Ra, aku yang meminta ibu agar aku bisa berbicara dengan mu " Ucap Oliver kepadaku
" Aku ingin kita berbicara serius Ra, dengar kan aku Ra terserah jika kamu mau menyelidiki tentang hidupku aku tidak peduli, aku juga tidak akan keberatan jika kamu menyuruh ku pergi sekarang juga dari hidup mu tapi satu hal yang harus kamu tau Ra__ aku rela meninggalkan dan mengabaikan Rara anak kandungku bersama dengan Sabrina karena ingin mengejar cintamu kembali Ra, aku hanya ingin cintamu kembali kepadaku seperti dulu __ tapi aku rasa semua itu kini sia-sia dan aku tidak akan memaksa mu kembali jika kamu tidak ingin aku berada disini" Ucap Oliver kepadaku
" Itulah yang ingin aku tanyakan kepadamu Oliver, kenapa kamu sampai tega meninggalkan dan mengabaikan anak mu sendiri? Kasian dia apakah kamu tidak mempunyai hati lagi dia adalah anak yang tidak berdosa kenapa sikap mu seolah sedang menghukum nya padahal kamu tau dia sedang sakit saat ini " Ujarku kepada Oliver
Tak terasa air mata ini menetes karena mengingat anak Oliver bersama dengan Oliver
"Aku terpaksa Ra__ maafkan aku_ aku memang bodoh dan tak mempunyai tanggung jawab tapi semua itu aku lakukan hanya ingin bersama dengan mu saja Ra, hatiku sangat tersiksa jika aku berada jauh darimu, aku tidak bisa jika harus berpisah dengan mu __ rasa cintaku __ rasa sayang ku kepada mu tulus dari hatiku aku mohon maafkan aku Ra" Ucap Oliver yang meletakkan lututnya di atas lantai, tangan nya yang lunglai dan tubuh nya yang lemas seolah Oliver tak ada lagi tenaga untuk berdiri tegak
Sekarang posisi Oliver seperti orang berlutut kepada ku..
" dan tentang anak itu kamu tenang saja aku sudah memanggilkan dokter untuk memeriksa keadaan nya " Ujar Oliver kembali dengan nada lemas
Aku melihat pancaran matanya, pancaran mata itu seolah memberitahu jika apa yang Oliver katakan kepadaku itu adalah sebuah kebenaran.
__ADS_1
" Sudah cukup Oliver, lebih baik kamu bangun dan pergi sekarang juga dari rumah ini, tolong beri aku waktu agar aku bisa berfikir lebih jernih lagi " Pintaku kepada Oliver untuk meninggalkan rumah ini