
Rasanya aku ingin sekali mengetok Kepala nya menggunakan ponsel ku yang saat ini aku pegang..
" Tantri " Teriak ku dengan sangat lantang
" Ada apa ibu " Ucap Tantri yang membuka pintu ruang ku
Steve melihat Tantri masuk ke dalam ruang ku dengan cepat dia melepaskan pegangan erat yang melingkar di kedua pahaku
Sengaja aku memanggil Tantri agar Steve beranjak dari kedua pahaku , aku tidak mempunyai cara lain untuk mengusir Steve yang berada di ruang ku saat ini
Setelah Steve melihat Tantri masuk dia segera melepaskan pegangan erat yang melingkar di kedua pahaku..
Aku tidak peduli lagi dengan Steve,, aku pergi meninggalkan nya saat ini
Dan keluar dari ruangan ku..
Dan aku segera mengangkat panggilan masuk itu..
" Halo Ada apa ibu " Tanyaku kepada ibu ika dari layar smartphone milik ku
" Aurora ibu rasa kamu harus segera pulang ke rumah,, " Jawab ibu ika dengan tergesa-gesa
" Ada apa? " Tanyaku kepada ibu ika
Dan saat aku sedang mengangkat panggilan ibu ika aku melihat Steve sudah berada di samping ku dan dia memberi kode se akan ingin berbicara dengan ku
{{{{{{{ " Sstttt diam, pergilah " Usirku lirih kepada Steve dengan menunjukkan jika aku sedang menerima panggilan masuk
" Oke aku akan menunggu mu " Jawab steve dengan sangat lirih }}}}}}}}
" Aurora saat ini oliver sedang berada dirumah dan dia sedang bermain dengan calista, ibu tidak tahu harus bagaimana " Ucap Ibu dari layar smartphone milik ku
" Apa? oliver berada dirumah ?" Tanyaku yang tidak percaya dengan kata-kata ibu ika
" Iya cepat lah pulang aurora " Jawab ibu ika
Dengan cepat aku segera menutup panggilan itu dan aku mempercepat langkah ku untuk segera menuju ke mobil ku
" Aurora kita harus berbicara? Kenapa kamu tergesa-gesa? " Tanya Steve yang mengikuti langkah ku
" Bukan urusan mu " Jawab ku kepada Steve
__ADS_1
" Aurora tolong lah " Sahut Steve kepada ku
" Besok kita akan membicarakan kembali masalah kita dan untuk saat ini aku harus segera pergi tolong jangan mencegah ku " Jawab ku kepada Steve dan saat ini aku sudah berada di dalam mobil ku
Steve terus saja mencoba ingin berbicara dengan ku,, dia membungkukkan badan nya ke jendela mobil ku..
Mobil ku kini sudah melaju dan melewati tubuh Steve begitu saja
Aku segera melaju kan mobil ku dengan sangat cepat membelah jalanan yang sangat padat ini dan menuju ke arah rumah ku saat ini
Tak butuh waktu lama bagiku untuk sampai dirumah ku..
Aku segera turun dari mobil ku dan segera masuk ke dalam rumah ku..
Pandangan ku yang mengarah ke arah mereka berdua yang sedang asyik bermain main di teras rumah ku..
Calista tersenyum saat melihat wajah oliver..
" Kamu sudah pulang? " Tanya oliver kepada ku yang masih berdiri di samping mobil ku
" Ngapain kamu kesini? Bukan kah masalah kita sudah selesai? " Tanyaku kepada oliver
" Aku hanya merindukan gadis kecil ini saja " Jawab oliver yang mengalihkan pandangan ku dan beralih memandang Calista
Kedua tangan ku yang mencoba mengambil Calista dari gendongan oliver
Betapa terkejut nya aku saat melihat Calista berpaling dari ku dan memeluk oliver kembali
Aku melihat tangan Calista yang memeluk leher oliver saat itu,, keecemasan dan keganduhan di hatiku kembali terasa saat itu.. Aku merasakan seolah embun sedang berada di kelopak mataku..
" Calista " Panggil ku dengan lirih dan aku melihat Calista yang terus saja berpaling dariku
" Oliver apa yang sudah kamu lakukan kepada nya ? " Tanyaku kepada oliver..
Setetes embun yang berada di kelopak mataku seolah sengaja menjatuhkan nya di kedua pipiku.. Aku menyeka nya dengan sangat cepat..
Ketakutan yang ada di jiwa ku selama ini muncul kembali,,
" Aku hanya bermain saja dengan aurora,, kenapa seperti nya kamu merasa sangat ketakutan? " Tanya oliver kepada ku
Mulutku seolah membeku dan bisa berkata apapun dan memalingkan wajah ku ke arah lain
__ADS_1
" Siapa Calista ini sebenarnya? " Tanya oliver kepada ku dengan tiba-tiba yang membuat wajah ku memutar untuk memandang wajah nya
Mataku dan mata oliver kini saling bertatap muka.. Mata yang pernah aku rindukan kini berada tepat di wajah ku
Beberapa menit aku hanya terdiam dan tak tahu apa akan aku ucapkan kepada oliver
" Calista ikut nenek yuk " Pinta ibu ika kepada Calista yang membuyarkan lamunan ku dan juga lamunan oliver saat ini
Aku memalingkan wajah ku kembali,,
Sesaat Calista sudah berhasil di ambil dan di gendong oleh ibu ika..
Aku melihat ibu ika dan Calista masuk ke dalam rumah..
" Mau kemana? " Tanya oliver kepada ku saat melihat ku melewati tubuh nya begitu saja
" Aku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan? " Jawab ku singkat kepada oliver
" Aurora kita tidak bisa seperti ini terus? Mau sampai kapan kamu bersembunyi dan menyimpan semua rahasia mu itu? " Jawab oliver yang mencegah ku pergi dan meninggal nya
" Masalah kita sudah selesai ,, aku dan kamu tidak ada hubungan Sama sekali lalu untuk apa aku harus menjelaskan nya kepada mu? " Ucap ku kepada oliver
" Tidak Ra,, aku yakin ada satu rahasia besar yang kamu sembunyikan dari ku,, bilang Ra bilang padaku,, dan jelas kan siapa Calista itu? " Teriak oliver kepada ku
" Kamu tidak berhak tahu apa yang aku alami,, pergi dan jangan pernah kembali lagi kesini semua itu hanya akan menyiksaku saja , paham kamu? " Bentak ku kepada oliver saat ini
" Baik kalau kamu tidak mau menceritakan semua nya kepada ku,, aku akan membawa Calista pergi dari sini " Ucap oliver yang membuat ku sangat ketakutan
Aku melihat tubuh oliver yang masuk ke dalam rumah ku
" Calista,, Calista " Panggil oliver dan mencari dimana keberadaan Calista saat ini
" Apa yang kamu lakukan, pergi kamu dari sini pergi " Teriak ku kepada oliver dan mendorong tubuh oliver untuk keluar dari dalam rumah ku
" Aku tidak akan pergi sebelum membawa Calista untuk ikut dengan ku " Ucap oliver yang mengancam ku
" Paaaa.... Pa " Sahut Calista dari dalam kamar
Betapa terkejut nya aku saat mendengar Calista mengucapkan kata papa kepada oliver
" Apa yang kamu ajarkan kepada Calista " Ucapku kepada oliver sambil memukul lengan kekar milik oliver
__ADS_1
Oliver seolah terkejut juga saat mendengar Calista berbicara dan memanggil nya dengan sebutan papa..
Aku melihat ibu ika yang seperti nya sama terkejut nya dengan kita berdua,, sontak ibu ika menutup kedua mulutnya yang menganga lebar..