
Oliver membelaku malam itu
Aku beruntung Oliver segera tahu jika tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku,,
Di satu sisi aku takut jika aku akan mengandung anak Joy,,
Dulu sangat sangat mengharapkan nya,, aku rela melakukan apapun agar aku bisa cepat,, wlaupun kadang aku harus menggoda Joy dulu agar dia merasa tertarik padaku,,
Bertahun-tahun aku hidup dengannya,, aku kira joy masih belum siap jika harus mempunyai anak terlalu cepat,, waktu berlalu sangat cepat selama lima tahun ini hanya beberapa kali saja aku dan joy melakukan hubungan suami istri..
Aku tak pernah berfikiran buruk kepada joy,, tak pernah terfikir kan olehku joy tega menghianati ku..
Malam itu aku biarkan Oliver melakukan apa yang seharusnya dia lakukan,,
Aku hanya duduk termenung melihat Oliver memukuli Joy dengan bertubi-tubi..
Buuuuugggghhhh....
Suara pukulan Oliver yang mendarat di pipi Joy,,
Pasti pukulan itu sangat terasa sakit tapi lebih sakit lagi hatiku yang hancur saat menerima kenyataan suamiku tega berselingkuh padaku..
Percuma selama ini sikap ku tak pernah di anggap oleh Joy..
Sikap baikku, sikap perhatian ku padanya sikap ku yang begitu mencintai nya,,
Sungguh aku merasa semua itu sia-sia
Aku berikan semua sikapku kepada orang yang salah,, ternyata ini jawaban kenapa dia tak pernah memandang kedua mataku,, dia yang selalu bilang rindu kepadaku ternyata semua itu bohong..
Seharusnya dia bilang padaku lebih awal jika dia tidak mencintai ku,, seharusnya ini semua tak akan pernah terjadi padaku.. Aku merasa hidupku begitu sengsara..
Aku menangis lagi malam itu,, ku tekuk kedua lututku ke atas ku peluk erat kedua lutut ku dan ku tenggelamkan wajahku di tengah-tengah lutut ku,,,
Mungkin tangisan ku terdengar oleh mereka hingga aku tak mendengar lagi suara keributan di antara joy dan Oliver ...
Hingga beberapa saat aku mendengar Oliver yang mengusir joy tapi joy dengan kekeh bilang kalau ini adalah rumah miliknya
Aku merasa seperti ada yang menarik tanganku,, seketika itu aku mendongkak kan Kepala ku melihat ke arah Orang yang telah menarik tanganku
Dan ternyata itu adalah Oliver
Genggaman tangannya yang erat membuat hatiku tersentuh.. Ku pandangi kedua bola mata nya,, dia mengisyaratkan kepadaku dengan menarik kepala nya kekanan seolah mengajak ku untuk pergi dari rumah ini
Aku tak banyak berfikir lagi, aku segera beranjak dan berdiri dari sofa itu..
Dan saat aku ingin melewati tubuh joy dengan cepat joy juga menarik tanganku yang satunya..
Kini aku berdiri di tengah-tengah lelaki itu,, satu lelaki yang baru aku kenal dan satu lelaki yang telah resmi menjadi suamiku..
" Lepaskan " Teriak Oliver kepada joy dengan memegangi tanganku yang satunya
" Tidak, dia istriku jangan harap aku akan membiarkan kalian pergi dari sini sampai kapan pun aku tak akan pernah membiarkan kalian berdua bersama ,, tidak akan pernah " Jawab Joy dengan memandang tajam ke arah ku
Aku memberontak agar joy melepaskan tanganku tapi semakin aku memberontak dia semakin memegang kuat tanganku..
" Lepas kan kamu sudah kehilangan HAK atas diriku, kamu sudah berhianat dari ku " Sahutku sambil meronta - ronta
__ADS_1
" Kamu pikir cuma aku yang salah disini, lihat dirimu ini dirimu seperti wanita malam yang haus akan kasih sayang " Ucap joy yang begitu menyayat relung hatiku
" Lelaki bajingan " Teriakku sambil menendang dengan keras pusaka milik Joy
Aku melihatnya merintih kesakitan karena aku melayangkan kakiku ke benda pusaka yang paling berharga yang dia punya
sontak dia langsung melepaskan genggaman tangannya kepada ku dan memegangi benda pusaka nya yang mungkin saja sudah terluka
" DASAR WANITA ****** " teriak joy sambil memegangi benda pusaka miliknnya tubuhnya membungkuk menandakan kesakitan yang luar bisa yang joy rasakan
Tak perlu waktu lama lagi aku dan Oliver segera pergi meninggalkan nya yang merintih kesakitan ..
Malam itu aku dan Oliver tak pergi kerumah Oliver,, kita segera masuk ke dalam mobil dan Oliver melajukan kendaraan nya dengan sangat terburu-buru..
" Kita mau pergi kemana? Kenapa tak pergi ke rumah mu saja " Tanyaku saat berada di dalam mobil Oliver
Raut mukanya begitu sangat tegang, kedua bola matanya yang fokus untuk melihat arah jalan dan kedua tangannya yang memegangi setir mobilnya..
" Kamu mau dia akan terus mengejarmu, aku yakin lelaki seperti Joy pasti tidak akan membiarkan mu begitu saja mungkin lebih baik kita pergi saja dari rumah mu atau dari rumahku untuk sementara waktu " Jawab Oliver sambil menatap ke arah jalanan yang sudah nampak sepi pengendara karena hari juga sudah sangat malam dan gelap
" Tapi kemana? Ini sudah sangat malam mungkin ini udah tengah malam " Jawabku dengan merasa panik
" Sudah tenang saja,, kita pergi saja ke VILLA ku,, mungkin agak terlalu lama perjalanan menuju kesana, jika kamu lelah tidur duluan saja " Ucap Oliver kepadaku
" Jauh ya ? " Tanyaku yang terus saja menatap wajah Oliver
Saat ini yang ada di dalam hatiku cuma satu,, " Beruntungnya aku bisa mengenalmu andaikan waktu bisa berputar kembali, aku ingin mengenalmu lebih dulu " Lirihku di dalam batin ku..
" He"emb bubuk aja, sudah jangan memandangi ku seperti itu, kenapa? " Tanya Oliver saat sekilas melihatku meneteskan air mata kembali
" Tidak apa-apa " Jawabku sambil mengusap air mataku
Aku merenungi semua yang terjadi hari ini..
Perjalanan yang membutuhkan waktu dua jam untuk sampai di villa Oliver,,
Dalam perjalanan itu aku ingin sekali menutup kedua mataku dan menghilangkan semua yang ada di dalam pikiranku
Tapi gejolak di jiwaku se akan meronta hingga aku tidak bisa menghilangkan apa yang ada di pikiranku..
Otakku terus berputar karena telah mengetahui joy ternyata seorang yang bajingan
Aku tertipu dengan daya tariknya
Aku tertipu dengan sikapnya yang hangat dan kadang dinginn ...
Aku tertipu oleh rayuan maut darinya..
Bagiku menikah cukup sekali dan jika itu gagal aku tak akan pernah menikah lagi..
Tak menyangka hidupku sekarang berakhir disini,, aku menumpang di villa milik tetangga ku..
Aku berakhir dengan lelaki yang baru aku kenal, ,, dan aku hanya berdoa semoga aku tidak salah dalam mengambil keputusan..
" Tidurlah kamarmu berada disana " Sahut Oliver saat melihatku sedang melamun " Atau kamu ingin tidur bersama dengan ku " Ucap Oliver yang membuatku tersenyum sebentar
" Aku butuh waktu sendiri " Jawabku sambil melangkah meninggal kan Oliver dan aku menuju ke arah kamar yang telah Oliver tunjukkan padaku
__ADS_1
Villa yang begitu besar dengan model klasik..
Bentuk villa Seperti rumah padang,, begitu indah menurut ku,, saat aku mulai masuk ke dalam villa ini aku melihat tanaman begitu sangat luas,,
Gelap tapi saat mobil Oliver masuk ke dalam nya dan melewati gerbang, villa itu seketika menghidupkan semua lampu nya secara otomatis..
Begitu menakjubkan,, banyak lampu yang mengiri perjalanan kami menuju mendekat ke pintu vila..
Banyak lampion dengan tiang bunga mawar di atasnya,, yang menghiasi taman yang besar itu membuat taman itu begitu terlihat sangat menakjubkan..
Aku melangkah kan kakiku menuju ke dalam kamar itu,, kamar yang memiliki pintu ke emasan dan desain yang sangat klasik.. Saat aku masuk ke dalam kamar itu begitu terkejut nya aku melihat pantulan dinding yang memenuhi sinar di dalam kamar itu..
Ranjang yang tak begitu besar dengan selimut berwarna ke abu-abuan..
Dan karpet berbulu yang berada di bawah ranjang dengan motif harimau yang sangat besar.. Saat aku menginjak karpet berbulu itu aku merasakan seperti menginjak sebuah bulu kucing yang sangat lembut..
Ku rebahkan tubuhku di atas ranjang itu,, ranjang yang begitu terasa sangat nyaman dan empuk.. Ku lebarkan kedua tanganku dan ku melihat langit-langit di kamar itu..
Aku tak menyangka di langit kamarku tergambar seorang lelaki dengan tubuh kekarnya,, yaitu Oliver..
Begitu gagahnya dia saat di lukis di langit kamar itu.. Bibirku seketika tersenyum melihatnya..
Lukisannya begitu nampak asli seperti orang aslinya,,
Mataku tak bisa berkedip saat melihat pemandangan di dalam kamarku..
Tak terasa kedua mataku menutup hingga ke esokan harinya
Aku tertidur malam itu juga karena saat aku baru sampai di villa itu keadaan sudah mendekati pagi hari..
Tookkkkkk.....
Toookkkkkk.... .
Didalam tidurku aku seperti mendengar ada seseorang yang sedang mengetuk pintu kamar yang aku tempati itu..
Mataku terbelalak seperti terkejut lalu aku menoleh ke arah pintu itu
Dan aku melihat ternyata Oliver sedang berdiri di ambang pintu,,
Dia hanya memakai handuk yang terbelilit di perutnya,, dan kedua tangannya yang melingkar di perutnya..
Oliver saat ini bertelanjang dada...
" Apaan sih, pakai baju sana " Ucapku saat melihat Oliver yang ingin melangkah masuk ke dalam kamarku
" Kenapa ekspresi mu seperti itu, lagian tubuh ku yang mana yang belum pernah kamu lihat " Jawab Oliver saat sudah berada di dekatku
" Pergi " Usirku kepada Oliver dan aku menutupi wajahku dengan kedua tanganku..
" Kenapa sih, malu belum mandi " Tanya Oliver kepadaku sambil memaksaku untuk membuka kedua tangan ku yang menutupi wajahku
Aku memberontak menggelengkan kepalaku ke kiri dan ke kanan
Tapi Oliver masih saja terus memaksaku hingga membuat kedua tanganku terbuka
Aku begitu sangat malu karena aku merasakan banyak sekali belek yang masih menempel di kedua mataku,,
__ADS_1
Dan aku mendengar Oliver sedang menertawai ku di sebelah ku..