tergoda suami tetangga

tergoda suami tetangga
BAB 45


__ADS_3

Aku yang mendengar ucapan dari dokter Widy sontak beranjak dari tempat duduk ku dan berjalan keluar ruangan ..


" Aurora " teriak Oliver kepada ku


Dan aku terus saja berjalan tanpa berhenti sejengkal pun hingga


Mataku yang tak Henti menatap ke suatu arah dan kakiku berhenti tak bergerak ..


" Bagaimana kamu bisa berada disini ?" Ucapku kepada seseorang yang mengagetkan aku begitupun juga oliver


" Ternyata kalian masih terus bersama di belakang ku selama ini ?" Aurora apakah ini yang membuatmu menceraikan aku ,, kamu lebih memilih oliver dari pada aku ?" Ujar Joy yang berdiri tak jauh dari depan kamar calista


" Jangan berfikiran macam-macam dan satu hal lagi tidak ada gunanya aku menjelaskan semua kepada mu ,, hubungan kita sudah berakhir " jawab ku kepada Joy


" Aurora tunggu kita harus bicara " sahut Joy yang melihat ku berjalan melewati tubuh nya


" Tidak Joy ,, tidak ada yang perlu kita bicarakan " jawab ku singkat karena telah muak melihat muka Joy


" Rora " cegah Joy sambil memegang lengan ku


Joy berusaha mencegah ku agar aku tidak pergi Meninggalkan nya pagi ini


" Rora haruskan aku memohon kepada mu agar kita bisa berbicara berdua saja ?" Ucap Joy kepada ku


Aku memandang Joy dan menoleh ke arahku .. tatapan yang sayu seolah memohon kepadaku untuk memberikan waktu agar aku bisa berbicara dengan dirinya


" Tidak ,, kalian tidak bisa berbicara berdua saja ,, aku akan ikut kemana pun kalian pergi " sahut Oliver di belakang tubuh ku


" Oliver kenapa kamu seperti itu ? Bukan kah kamu yang memberitahu ku jika Aurora berada di rumah sakit Agar aku bisa berbicara dengan nya berdua saja , kenapa kamu berubah pikiran ?" Ujar Joy kepada Oliver


" Jadi .. kamu yang sudah memberi nya informasi kalau aku berada di sini sekarang, aku tidak habis pikir dengan kalian berdua " jawab Aurora dengan nada marah nya


"Aku tak menyangka jika Oliver lah yang memberi kan informasi kepada Joy, apa yang sebenarnya mereka inginkan dariku " lirih Aurora di dalam hati


Kedua bola mata yang bening itu se akan berubah menjadi kemerahan ..


Oliver dan Joy kini mereka saling memandang satu sama lain


Aku tak lagi memperdulikan mereka kembali ,, aku yang lebih memilih pergi tanpa menunggu jawaban dari mereka berdua,, "bagiku Oliver dan juga Joy mereka sama saja " kata-kata itu yang selalu saja berputar putar di dalam benak ku saat ini


Kini aku berada di dalam ruangan bersama dengan Calista .. aku memandang wajah cantik Nan kecil itu .. tidurnya yang lelap membuatku merasakan sangat ibah dengan semua kejadian yang menimpa hidupnya .. "calista ku yang malang" lirih ku sambil berdiri di samping ranjang Calista


*


*


{{ Sedangkan di luar sana }}


Oliver mengepalkan kedua tangannya yang di angkat sejajar setinggi dada nya dan mengeratkan gigi-giginya ,, hingga berbunyi


~~ kreekkkk kreekkkkk ~~ gigi_gigi itu saling bergesekan satu sama lain


" Kenapa kamu bodoh sekali berbicara seperti itu di depan Aurora Joy " ujar Oliver yang merasa geregetan karena ulah Joy


" Salah sendiri , Makanya jangan menghalangi aku untuk berbicara berdua dengan Aurora ,, " ucap Joy yang ingin meninggal Oliver


" Heh .. mau kemana kamu ?" Bentak Oliver yang melihat Joy pergi


" Nyariin mantan istri gue ,, mau apa loe ?" Sahut Joy kepada Oliver


" Dasar lelaki brengsek ,, sekarang wanita udah lari di kejar-kejar dulu masih sama kamu di cuekin ,, aneh " sahut Oliver yang memaki Joy


" Jaga omongan mu ,, lebih baik kamu pergi jangan mengikuti ku " usir Joy kepada Oliver karena melihat Oliver berjalan di belakang Joy


" Aku peringatkan jangan pernah mendekati Aurora lagi ,, atau aku akan memberi pelajaran kepadamu " ucap Oliver sambil membalikkan badan nya.


Tak sengaja saat Oliver membalikkan badan nya tubuhnya menabrak seseorang wanita yang berada di belakang nya




Suara bibir Oliver yang menempel di bibir wanita yang tak dia kenal , kini bibir mereka menempel satu sama lain .. tak sengaja bertemu dan tak sengaja bersentuhan di dalam rumah sakit ini



Sontak mereka berdua saling melotot satu sama lain dan dengan cepat mereka berdua melepaskan ciuman yang tak di sengaja itu



" Maaa...." Ucap Oliver yang terputus



~ PLAAAAAKKKKK ~



Suara tamparan keras yang mendarat di pipi Oliver



" Apa yang kamu lakukan?" Bentak Oliver kepada wanita yang anggun nan cantik itu ,, wanita itu berkulit sawo matang dengan rambut tergerai sangat indah ,, bibir yang kecil dan kedua bola matanya yang lentik seolah menghiasi wajah gadis itu, wanita itu memiliki hidung lancip yang imut .. postur tubuh yang kecil dan juga memiliki lutut yang pendek se akan menggambarkan wanita itu manis dan sangat imut ..



wanita itu memelotot kan wajah nya ke arah Oliver ,, mata bening yang berubah menjadi kemerahan .. " kamu sengaja kan mencium bibirku " tanya wanita itu dengan mengepalkan kedua tangan nya



" Buta kamu ya ? Aku tidak sengaja mencium bibirmu tapi kamu menampar wajah ku, apa kamu ingin aku mencium mu sekali lagi disini" ujar Oliver yang sangat geram sambil memegang pipinya yang terasa panas



" Kaaaaaaaaamuuuuuu " ucap wanita itu yang ingin memukul Oliver lagi



Wanita itu mengangkat tangan nya yang hendak dia layangkan kembali ke pipi Oliver



Tapi dengan sigap Joy yang berada di belakang Oliver segera membantu Oliver saat ini



" Eehhhh sudah sudah sudah ... " Cegah Joy kepada wanita itu yang akan memukul Oliver lagi



Joy mencegah wanita yang bertubuh kecil itu dan memegangi kedua tangan nya yang akan memukul Oliver ..


__ADS_1


Kini wanita itu dan Joy saling bertatap muka .



" Kamu bukan kah kita pernah bertemu di depan ruangan dokter Widy ? Kamu masih ingat kan dengan saya ?" Ucap wanita itu sambil melepaskan tangan Joy yang menempel di punggung tangan nya



" Eeeeemmmmmm " sahut Joy yang masih menerka nerka dengan menciutkan kedua bola matanya saat melihat wanita itu



" Aku Silvy ,, baru kemarin kita bertemu dan kamu sudah melupakan aku ?" Tanya Silvy kepada Joy



" Owwww iya benar kamu " jawab Joy lirih sambil melihat ke arah Oliver dengan mulutnya yang seperti berbisik ke Arah Silvy



" Ada apa dengan mulut mu ?" Tanya Silvy kepada Joy



Oliver yang memandang Joy dan juga Silvy dia memandang dengan penuh curiga



" Joy " teriak Silvy ke arah Joy yang melihat Joy seperti sedang celingukan ..



" Eeehhh iya " jawab Joy dengan terbata bata dengan menggaruk-garuk kepala nya



" Joy " tarik oliver dengan memegang salah satu punggung Joy



" Apa yang kamu lakukan di ruangan dokter Widy " ujar Oliver kepada Joy



" Tidak ada hanya kebetulan bertemu saja dengan Silvy " jawab Joy sambil melihat ke arah Silvy yang memberi kode agar Silvy ikut berbicara



" Iya kan Silvy? Kita hanya tak sengaja bertemu " ucap Joy sambil mengangkat kedua alisnya



" Jangan bercanda Joy , aku tahu kamu saat ini sedang berbohong " ucap Oliver yang memaksa agar Joy mengaku dan berkata apa yang sebenarnya terjadi



" Eehh aku tidak ikut-ikutan ,, aku pergi dulu ya " sahut Silvy yang mengangkat jari jarinya ke depan



Silvy dengan sigap segera meninggalkan mereka berdua .. kakinya berjalan bergerak cepat dan menjauh dari oliver dan juga Joy ..




" Lepaskan ,, aku tidak melakukan apapun" jawab Joy sambil menghempaskan cengkraman tangan dari oliver



Joy berlalu pergi meninggalkan Oliver dengan sejuta pertanyaan yang berada di dalam otak nya ..



" SHeeeeeeettttttttt awas kamu Joy ,, jika aku tau kamu melakukan kesalahan yang fatal ,, aku tidak akan pernah memaafkan mu " lirih Oliver dengan membuang nafasnya .. hidung nya yang berkembang besar seolah menandakan Oliver sangat marah kepada Joy



Oliver hanya menatap Joy yang pergi meninggalkan nya .. dia tak lagi mengejar Joy di dalam rumah sakit itu .. dan oliver membalikkan badan nya untuk kembali ke dalam ruangan Calista yang sedang di rawat



Kakinya berjalan mendekat ke dalam ruangan itu ,,



~~~ ceklekkkkk ~~~



Suara pintu yang di buka perlahan oleh oliver karena tidak ingin mengganggu calista yang sedang terlelap ..



" Oliver kenapa kamu kembali kesini ?" Sahut Aurora yang melihat Oliver masuk ke dalam ruangan itu



" Aku akan menjaga kalian bertiga " jawab oliver kepada Aurora



" Pergi oli .. pergi " usir Aurora dengan nada lirih kepada Oliver



" Ra ,, apa kamu yakin jika itu adalah anak dari Joy ?" Tanya oliver yang membuat Aurora menjadi binggung



" Apa maksud kamu bukankah kita sudah mendengar nya sendiri tadi dari dokter Widy jika calista bukan anak kamu " sahut Aurora kepada Oliver



" Tapi Ra ,, aku rasa ada kejanggalan bisa saja Dokter itu berbohong kepada kita tadi ?" Ucap Oliver yang meyakinkan Aurora dan tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh dokter Widy



" Jangan mengada-ada oli ,, sebaiknya kamu pergi saja " ujar Aurora yang tidak percaya dengan kata-kata Oliver



" Tunggu Ra ,, jangan usir aku dahulu " pinta Oliver kepada Aurora

__ADS_1



" Apalagi yang perlu kamu bicarakan? Sudah cukup kalian semua membuatku menderita,, apa kamu masih ingin melihat ku menangis dan menderita saat ini , apa semua perlakuan buruk mu kepada ku dulu belum juga cukup oli?" Ujar Aurora dengan nada kesal seolah ingin memakan hidup-hidup Oliver saat ini



" Aurora bukan begitu maksud ku ,, dengar dulu Ra " pinta Oliver kembali kepada Aurora



" Sebaiknya kamu pergi dan jangan pernah datang kembali kesini ataupun menemui calista lagi ,, Ingat oli Calista bukan lah anak kamu " ujar Aurora yang membukakan pintu agar Oliver keluar dari ruangan



" Pergi " ucap Aurora kembali



" Ya sebaiknya kamu pergi biar aku saja yang menemani Aurora disini , ya kan Beby " sahut Steve yang tiba-tiba muncul di balik pintu sambil memeluk Aurora



" Ya TUHAN apalagi ini " ucap Aurora dengan nada kesal dan mengusap wajah nya ke bawah



" Aurora siapa lelaki ini ? Kenapa se enaknya dia bisa memeluk mu " Tanya Oliver yang baru pertama kali melihat Steve



" Perkenalkan aku calon suami baru Aurora " jawab Steve dengan menyodorkan tangan nya ke arah Oliver



Oliver yang sudah tak sabar lagi dia hendak melayangkan kepalan tangan nya ke arah wajah Steve



" Sudah Steve jangan bercanda ,, kenapa kamu datang kemari " sahut Aurora dengan cepat dan berdiri di tengah-tengah antara Oliver dan juga steve



" Wo wo wo seperti nya lelaki ini ingin memukul ku Ra " jawab Steve dengan tertawa ke arah Oliver " Kamu lupa dengan berkas mu kemarin Ra ,, kamu janji kepada ku akan menandatangani semuanya sore hari ,, tapi saat aku kesana kamu tidak ada " jawab Steve dengan santai nya



" Sepertinya kamu lelaki yang mudah marah bung " sahut Steve dengan berjalan mendekat ke arah Oliver dan memukul pelan pundak Oliver



Oliver hanya memandang wajah Steve tanpa berkedip sedetik pun ,, tatapan nya yang tajam dan kepalan tangan nya yang sangat kuat ,, seolah sudah siap akan menghantam Steve hingga babak Belur



" Lebih baik kalian selesaikan masalah kalian di luar ,, biar ibu yang akan menjaga calista " usir ibu Ika kepada mereka bertiga yang membuat kegaduhan di dalam ruangan Calista



" Kalian saja yang keluar ,, aku akan berada disini bersama dengan ibu " jawab Oliver yang kembali duduk di sebelah ranjang Calista



Ibu Ika yang melihat Oliver berjalan dengan muka yang sangat lesu



" Ra lebih baik kamu urus dulu masalah kerjaan dengan nak Steve , kasian dia Sampai mencari mu datang kesini " ujar ibu Ika kepada Aurora



" Baiklah ibu ,, aku tinggal sebentar ya" jawab Aurora dan mengajak Steve untuk keluar dari ruangan itu



Tak lama kemudian mereka berjalan bersama dengan beriringan .. Steve yang berjalan di samping Aurora dan menuju ke luar rumah sakit



" Ra ponsel mu aktifin , biar aku gak susah - susah seperti ini ,, tapi maaf ya Ra aku mengganggu waktu mu ,, bukan maksud ku untuk .. "



" Sssttttttt jangan bicara lagi " ucap Aurora yang memotong pembicaraan Steve kepadanya



" Kamu sedang melihat sapa sih Ra?" Tanya Steve yang melihat Aurora seperti sedang mengintai seseorang



Dari kejauhan Aurora melihat Joy sedang berbicara berdua dengan seseorang dan memberikan sebuah amplop putih kepada seseorang yang berada di hadapan nya Joy saat itu ..



" Ra kamu itu lihat siapa sih ?" Tanya steve yang terus menerus



" Steve lepaskan " ujar Aurora yang di tarik oleh Steve ..



" Lepaskan" ucap Aurora kembali sambil mengibaskan tangan Steve



Steve yang menarik tangan Aurora untuk keluar dari rumah sakit



Kini Aurora dan juga steve sudah berada jauh dari Joy



" Gara-gara kamu..aku jadi kehilangan Joy " sahut Aurora kembali dengan nada kesal



" Tadi ada Joy Ra? Dimana ?" Jawab Steve dengan celingukan



" Telat ,, resek banget " jawab Aurora dengan memanyunkan bibirnya ke depan

__ADS_1


__ADS_2