
" Tapi Ra__ aku butuh penjelasan darimu, aku harus tau apa yang sebenarnya kamu sembunyikan dariku jika memang kamu masih menganggap ku sebagai seorang suami. " Ucap alvin dengan nada yang sedikit kesal kepadaku
Raut wajahnya yang nampak memerah karena menahan emosi di dalam diri nya
" Aku sedang sakit, apa kamu tidak bisa menunggu ku sehari saja " Sahut ku dengan nada yang tak berdaya di atas ranjang rumah sakit ini
" Oke baiklah jika kamu memang tidak ingin memberitahu ku, aku akan pergi dari ruangan ini "
Alvin yang terlihat membalikkan badan nya dari arah tubuh ku
" Mau kemana? " Sahut ku sambil memegangi tangan alvin yang masih bisa ku raih
" Aku tidak bisa bersama dengan orang yang tidak jujur kepadaku " Ucap alvin dengan nada yang sangat kesal
" KAMU KETERLALUAN VIN... Aku sakit kamu gak lihat aku sedang sakitttt. " Terdengar suara ku yang sedikit meninggi saat berbicara dengan alvin
" KAMU YANG KETERLALUAN RA__ " sahut alvin dengan mengibaskan tangan ku yang masih menempel di pergelangan tangan nya
sontak tangan ku terhempas begitu saja dan tubuh ku yang sedikit bergerak
" Akkhhhhhh____" Desah ku sambil memegang sakit di perut ku karena ulah alvin kepadaku
" Aaaaassshhhhhhh shittt__" Ujar alvin yang terlihat mengusap wajahnya dengan cepat
" Akkkhhhhh___akkkkhhhh perut ku sakit vin, tolong panggilan perawat " Sahut aurora yang terlihat meringis karena menahan sakit di dalam perut nya
" Kaaaa...Mu tidak apa-apa kan Ra?
Ujar Alvin lalu berlari keluar kamar
Alvin hanya menoleh ke arah ku sebentar saja dan dia pergi meninggalkan aku sendirian di dalam kamar yang sangat luas
Tak berapa lama terlihat beberapa perawat dan juga dokter masuk ke dalam ruangan ku
*
*
Dokter segera memeriksa keadaan ku saat ini, wajah yang sangat pucat dan kedua mata yang tak lagi memancarkan keindahan di dalam sana.
dalam hatiku dan dalam pikiran ku, aku memberanikan diri untuk mengatakan apa yang sebenarnya aku tutup-tutupi dari Alvin
__ADS_1
Dan aku berencana akan mengatakan semua ini kepada Alvin
Setelah dokter selesai memeriksa keadaan ku dan juga janin ku dokter segera pergi meninggalkan aku sendirian di dalam ruangan ini, aku menunggu kedatangan Alvin untuk masuk kembali ke dalam kamar ku tapi.....
Detik berganti detik__
menit berganti dengan sangat cepat dan waktu yang berputar dengan sangat cepat di dinding rumah sakit ini__
sudah sekitar 3 jam aku menunggu kedatangan Alvin tapi tak kunjung juga aku melihat nya masuk kembali ke dalam ruanganku
Angin semilir yang masuk melalui pintu rumah sakit membuatku merasakan sangat kedinginan, tak banyak yang bisa aku lakukan karena keadaan yang memaksa ku untuk harus beristirahat total demi janin yang aku kandung.
Tak terasa mata ini terpejam begitu saja hingga pagi menjemput ku
" Alvin? " Panggil ku kepada seseorang yang masih tertidur di atas sofa ruangan yang aku tempati malam ini
Aku hanya bisa melihat punggung nya dari kejauhan karena sofa itu berada agak jauh dari tempat tidurku
" Alvin kamu masih tidur? " Panggil ku kembali karena Alvin tak bergerak sama sekali dan tak merespon panggilan dariku
Aku berusaha bangun dari tidurku dan segera berjalan menuju ke arah Alvin yang masih tertidur terlelap disana
" Kenapa punggung nya berubah? Apa aku yang salah lihat" Lirih ku sambil berjalan mendekat ke arah Alvin karena aku melihat postur tubuh nya yang nampak berbeda dengan Alvin
" Ra__ kenapa sudah bangun? " Terdengar suara serak nya di pagi hari
" Apa yang kamu lakukan disini? " Ucapku kepada Oliver
" Nanti saja Ra aku jelaskan, aku ngantuk banget baru juga aku tidur sudah kamu bangunkan" Sahut Oliver dengan kedua mata yang masih tertutup rapat
" Tidak, bangun sekarang juga " Ujarku sambil menggerakkan tubuh Oliver agar terbangun dari tidur nya
" Apa sih akh" Sahut Oliver sambil bergerak cepat dan mengangkat tubuh nya yang masih berbaring
Kini Oliver sudah duduk di atas sofa
" Jelaskan padaku, KENAPA KAMU DISINI? " ucapku kepada Oliver
Terlihat Oliver yang menghembus kan nafasnya dengan sangat kasar
" Alvin tadi malam mendatangi ku dan dia memaksa ku berkata dengan sangat jujur, udah PUAS? "
__ADS_1
" Apa? "
Ucapku dengan nada terkejut
" Lalu kamu bilang apa sama Alvin? " Tanyaku kembali kepada Oliver
" Jangan bilang kamu sudah menceritakan semua nya kepada Oliver? "
" Tidak Ra, aku tidak bodoh aku tahu kalian bertengkar gara-gara ini dan aku tidak mau jika aku di tuduh sebagai penghancur masalah rumah tangga kalian " Ucap Oliver kepada ku
" Kamu tidak bohong kan? Jangan pernah membodohi ku, katakan yang sebenarnya? " Desak ku kepada Oliver yang masih tidak percaya kepada Oliver
" Tidak Ra, aku tidak akan mengatakan kepada Alvin jika calista adalah anak ku, aku tahu aku tidak ada hak untuk menceritakan nya kepada Alvin "
" Jadi ini yang kamu sembunyikan dariku selama ini? " Terdengar suara Alvin yang mengagetkan aku dan juga Oliver
Alvin yang tiba-tiba saja muncul dari pintu ruangan yang aku tempati
" Sejak kapan kamu berada disana? " Tanyaku kepada Alvin yang berada di tengah-tengah pintu
" Apa itu penting bagimu? " Tanya Alvin kembali kepadaku
Aku segera berjalan dengan pelan menuju ke arah Alvin
" Vin kamu dari mana saja? Kenapa kamu tidak menemani ku tadi malam? "
" Aku rasa lebih dia lebih penting dari pada kehadiran ku" Sahut Alvin kepadaku sambil menggerakkan kepalanya memandang Oliver yang masih duduk di atas sofa
" Tidak vin, kamu suamiku tentu saja kamu lebih penting aku janji vin aku akan menceritakan semua nya kepadamu "
" Sudah terlambat Ra__ aku sudah mendengar sendiri dari bapak ARI tadi malam " Ujar Alvin kepadaku
" Aku benar-benar kecewa sekali dengan mu Ra, kenapa kamu membodohi ku selama ini dan kenapa kamu tidak menceritakan semuanya kepadaku, apa kamu menganggap aku tidak penting lagi di hidupmu? Dan bahkan jika kamu bercerita kepadaku mungkin aku bisa memaafkan mu Ra, tapi apa ini Ra? Apa maksud dari semua ini? Jelaskan kepadaku Ra' apa yang sebenarnya coba kamu sembunyikan dari diriku? APA KAMU MASIH MENCINTAI NYA? “ tuding Alvin yang mengarah ke hadapan Oliver
" Jangan seperti ini vin, jangan menuduhku seperti itu, aku sangat mencintaimu__ aku takut kehilangan mu vin dan aku tidak berani berkata jujur kepadamu karena aku tidak mau sikapmu kepadaku berubah, aku takut vin__ maafkan aku " Pintaku kepada Alvin
Tak terasa air mata ini mengalir dengan sangat deras dan membasahi kedua pipiku
" JUSTRU DENGAN SIKAP MU YANG SEPERTI INI YANG AKAN MEMBUAT KU BERUBAH RA__apa kamu tahu apa yang aku rasakan selama ini. Apa kamu menganggap ku sebagai suami yang sangat kejam Ra hingga kamu tidak berani berkata jujur kepada ku? Apa aku pernah marah kepadamu seperti ini ? Apa kamu pernah melihatku berkata kasar kepadamu ra, KATAKAN? "
" Tidak vin, tidak__ aku yang salah vin, maafkan aku " Pintaku kepada Alvin dengan nada yang terisak
__ADS_1
" Sudah jangan membuat nya semakin menderita, aku yang salah sudah hadir di antara kalian berdua " Sahut Oliver yang mendekat ke arah ku dan juga Alvin
" Puas kamu melihat rumah tanggaku hancur seperti ini" Ujar Alvin kepada Oliver