tergoda suami tetangga

tergoda suami tetangga
BAB 33


__ADS_3

" Apa yang kalian bicarakan? Dan anak siapa yang berada di dalam kandung Sabrina? " Tanyaku kepada joy


" Rora " Ucap oliver kepadaku raut wajahnya seolah ingin menjelaskan semua nya


" Tenang lah Rora aku akan menjelaskan semua yang terjadi,, setelah kita bisa melihat anak yang di kandung oleh Sabrina bisa lahir dengan selamat " Sahut joy kepada ku


" Kenapa semua begitu nampak rumit sekali, apa yang terjadi dengan kalian setelah kepergian ku" Ucap ku yang melihat ke arah joy dan juga oliver


" Ya lebih baik kita bicarakan nanti saja " Sahut Oliver


Aku memandang sesaat dengan sangat lama,, aku melihat kedua lelaki itu,, seorang yang pernah mengisi hatiku dulu..


Seandainya jika mereka tidak membohongi ku mungkin aku akan sangat senang sekali bertemu dengan mereka setelah lama berpisah


Tapi kini semua berbeda, masalah ku yang dulu tetap akan menjadi kenangan dan kehidupan ku yang sekarang adalah masa depan bagiku saat ini...


" Ibu dan bapak selamat bayi nyonya Sabrina sudah lahir dengan keadaan sehat walafiat , tapi....! "


Ucap dokter itu yang baru keluar dari ruang operasi


Dokter yoga se akan Ragu-ragu untuk menceritakan apa yang terjadi dengan bayi Sabrina..


Seolah bayi itu sedang mengalami masalah


Dokter itu menatap tajam ke arah Oliver dan juga joy


" Siapa ayah kandung dari anak ini " Tanya dokter yoga kepada joy dan juga Oliver


" Saya dokter " Ucap Oliver kepada dokter yoga


Oliver segera melangkah kan kaki nya menuju ke dokter


" Kenapa dokter apa ada dengan bayi saya? Lalu bagaimana dengan Sabrina? " Ucap Oliver yang mencemaskan mereka berdua


Aku memandang punggung Oliver dari belakang nampak sekali kecemasan di dalam hati Oliver,, wajah yang muram dan perubahan badan Oliver..


Aku tak melihat otor kekar itu lagi.. Badan Oliver seperti nya sedang mengalami penurunan berat badan yang sangat drastis


Dari dulu Oliver sangat tidak bisa membohongi diri sendiri raut wajahnya yang selalu berkata jujur dan tak pernah sekalipun terlihat berbohong


" Baiklah lebih baik bapak ikut saya ke dalam untuk melihat kondisi dari bayi nyonya Sabrina" Ucap kepada Oliver " dan untuk bapak tolong segera urus administrasi di depan " Dokter itu berkata kepada joy yang berdiri di belakang Oliver


Oliver tak pernah melihatku lagi malam itu, dia berjalan masuk ke dalam ruangan operasi bersama dengan dokter yoga


" Ayo lebih baik kamu ikut dengan ku saja " Sahut joy kepada ku


" Tidak ini sudah sangat malam lebih baik aku pergi dan segera pulang " Sahut ku kepada joy


" Jangan Rora, apa kamu tidak ingin tahu apa yang terjadi di antara kita bertiga " Jawab joy kepada ku


" Kita bisa membahasnya lain kali saja " Ucapku sambil menekuk wajah ku


Sungguh malam ini aku tidak ingin mengetahui apa yang terjadi di antara mereka bertiga aku takut jika apa yang mereka ucapkan tidak sama dengan kenyataan nya , tapi rasa penasaran yang ada di dalam hatiku seolah ingin mengetahui semuanya,,


“ kenapa dengan Sabrina, ada apa dengan Oliver ada apa dengan mereka bertiga " Semua pertanyaan itu yang terus saja menguasai pikiran ku saat ini


" Aurora jangan melamun, nanti bisa kesambet setan lo apalagi sekarang berada di dalam rumah sakit " Sahut joy kepada ku


" Hmmm tidak akan " Sahut ku kepada joy sambil melangkah pergi meninggalkan nya malam itu


" Aurora tunggu " Cegah joy yang memegang lengan ku dan menghentikan langkah ku


" Jangan sentuh aku, sudah aku bilang aku akan pergi, aku tidak mau berada lama-lama disini " Ucapku kepada joy sambil melepaskan tangan joy yang berada di lenganku


" Rora hanya malam ini saja, temani aku " Pinta joy kepadaku " Aku janji tidak akan berbuat apapun yang membuatmu bisa merasa kecewa dan sebaiknya kita menemani Oliver mungkin saat ini hatinya begitu sangat hancur" Ucap joy lagi kepada ku


Seolah joy meyakinkan aku untuk tidak pergi meninggalkan nya malam ini

__ADS_1


" Tapi aku besuk banyak kerjaan joy, aku sibuk " Kilah ku kepada joy dan memalingkan wajah ku ke arah lain


" Rora tolong lah, kasian Oliver dia sangat membutuhkan kita untuk saat ini apa kamu tega membiarkan nya sendirian tanpa ada satu orang pun berada di sisi Oliver " Rengek joy kepada ku


" Ada kamu kan, why not " Ucapku kepada joy


" Aurora ayolah,, aku tidak akan mampu menghibur joy " Ucap joy kepadaku


" Kamu pikir aku akan menghibur kalian berdua gitu " Ucapku dengan nada yang sedikit marah kepada joy


“ oh maaf seperti nya perkataan ku membuat mu tersinggung, aku hanya merasa kasian dengan Sabrina sekali lagi maaf kan aku " Ucap joy kepada ku


Aku terdiam beberapa saat, dan aku hanya memandang wajah joy saja tanpa berkata apapun..


Sifat joy malam itu yang sedikit berubah dulu joy tak pernah memandangku sekalipun tapi malam ini joy menatapku tanpa henti dan tanpa berpaling sedikit pun kepadaku


Setelah beberapa menit kemudian aku hanya berkata " Ya " Ucapku dengan singkat


" Aku senang kamu berkata seperti itu " Jawab joy yang sedikit tersenyum kepada ku


Aku tak pernah membalas senyuman dari joy sedikit pun..


Dan aku lebih banyak memalingkan wajahku ke arah lain..


" Dengan berat hati aku akan menemani mu disini dan semua itu semata-mata hanya untuk Sabrina " Ucapku kembali dengan joy


" Ya baiklah , ayo sebaiknya kita segera mengurus administrasi mereka berdua aku yakin Oliver sedang menunggu kita disana " Jawab joy kepadaku


" Kamu duluan saja, aku akan mengabari orang rumah jika aku tidak akan pulang malam ini " Ucapku kepada joy


" Siapaa aurora? Apa kamu sudah menikah lagi " Tanya joy kepadaku


" Hmmm seperti itu lah, sudah sana cepat kamu urus admin nya, aku hanya sebentar saja tidak akan lama " Pintaku kepada joy agar menjauh dariku


" Tidak, aku akan menunggu mu, hanya sebentar kan " Sahut joy kepadaku


" Terserah kamu saja kalau begitu " Aku segera meninggal kan joy dan menjauh beberapa langkah darinya


Aku hanya merindukan putriku dan mungkin saat ini dia sedang menunggu ku pulang


" Sudah telpon nya " Tanya joy kepada ku saat melihatku yang baru saja menutup ponsel ku


" Sudah ayo " Ajak ku kepada joy


Setelah selesai mengurus semuanya aku dan joy menuju ke ruangan jenazah Sabrina..


Pemandangan yang sungguh membuatku sangat terharu malam ini..


Oliver yang menangis di atas jenazah sabrina, dia memegang tangan Sabrina dan memeluk tubuh Sabrina yang sudah terbujur kaku itu..


Hatiku sungguh tak tega melihat nya,, tak terasa air mata ini terjatuh lagi membasahi kedua pipiku..


Aku melihat joy yang menghampiri Sabrina


" Maafkan aku Sabrina maaf " Ucap joy yang ku dengar dari belakang


" Apa yang sebenarnya sudah terjadi selama ini " Pertanyaan itu semakin membuat ku penasaran dengan apa yang terjadi


Kenapa kedua pria itu seolah menyesal dengan meninggal nya Sabrina..


"Dan anak itu apa yang terjadi kepada bayi Sabrina,, " Lirihku di dalam hatiku


" Oliver sudah lah jangan seperti ini lebih baik kamu mengikhlaskan Sabrina kasian dia " Ucap joy yang mencoba menenangkan hati Oliver saat ini


Oliver yang tak henti-hentinya menangis ,, aku melihat joy memeluk tubuh Oliver yang bergetar itu..


Deraian air mata seolah mengisyaratkan aapa yang telah mereka alami bertiga sangat berat..

__ADS_1


Aku mencoba mendekat ke arah Oliver dan juga joy


Aku memberanikan diri untuk memegang pundak Oliver itu


" Pergi jangan sentuh aku " Perkataan yang membuatku sangat terkejut saat Oliver menghempaskan tangan ku dengan sangat kencang


Aku hanya melongo melihatnya.. Air mataku seolah berhenti untuk mengalir malam ini..


Perilaku Oliver yang jauh dari dugaan ku..


" Oliver jangan berbuat seperti itu kepada aurora, dia lah yang telah menolong Sabrina dan membawanya kesini tadi " Ucap joy kepada Oliver


" Pergi aku tidak mau melihat aurora " Ucap Oliver yang mengusir ku di malam yang sangat dingin ini


Hari semakin malam,, dingin yang menusuk ku ke relung jiwaku saat ini


Aku memilih untuk pergi meninggalkan mereka berdua malam itu...


" Aurora " Aku mendengar teriak joy kepadaku


" Berhenti tunggu " Teriak joy kembali yang menyusul aku yang telah pergi dari ruangan Sabrina


"Jangan mencegah ku lagi dan jangan mencoba menghentikan ku semua itu hanya mempermalukan aku saja saat di depan Oliver" Ucapku kepada joy


" Aku harap kamu bisa memahami apa yang sedang Oliver lakukan tadi mungkin saja perlakuan nya tidak sengaja dia sangat syok dengan meninggal nya Sabrina saat ini" Sahut joy kepadaku yang mencoba menenangkan ku


" Lebih baik kita duduk dulu disini " Ajak joy kepadaku saat melihat ada bangku kosong yang berada tak jauh dari ruangan Sabrina


" Aurora, mungkin lebih baik jika aku menceritakan semua nya kepada mu saat ini " Ucap joy kepadaku


Joy menuntun langkah ku untuk duduk di bangku kosong itu


Kini aku dan joy sedang duduk di bangku itu..


" Kemana saja kamu selama ini rora aku mencari mu kemana-mana " Tanya joy kepadaku


" Jangan berbelit belit,, ceritakan saja apa yang terjadi " Ucapku kepada joy


" Baiklah,, dua bulan setelah kepergian mu dulu aku tak lagi menjalin hubungan bersama dengan Sabrina,, orang tua Sabrina tak pernah setuju dengan hubungan kita berdua,, semua hal dan semua perjuangan yang kita lakukan tak pernah ternilai oleh kedua orang tua Sabrina.. Aku tak tahu apa lagi yang harus aku lakukan, hingga orang tua Sabrina lah yang memisahkan hubungan di antara kita berdua.. Sabrina sempat menghilang beberapa bulan aku mencari mu dan mencari Sabrina tapi tak kunjung bertemu juga . .. Hingga waktu itu telah tiba aku bertemu lagi dengan Sabrina tiga bulan lalu.. Aku melihat perutnya sudah membesar..


Oliver telah membohongi ku,, dia berbohong kepadaku jika tak tahu dimana keberadaan Sabrina saat aku sedang menanyakan nya beberapa kali kepada Oliver, aku selalu bertanya kepada sabrina tentang apa yang terjadi tapi Sabrina tak pernah menjelaskan nya sekali pun,, dia hanya berkata kepadaku "jika aku terus berhubungan dengan dirinya aku akan hancur dan sangat hancur " Itulah ucapan Sabrina terakhir kali dan kamu tahu aku saat ini berada di paling bawah dari hidup ku semua itu gara-gara orang tua Sabrina,, mereka membuatku bangkrut orang tua Sabrina selalu mempunyai cara untuk menghancurkan kan ku saat ini " Cerita joy kepadaku dengan panjang lebar


" Terus apa yang akan kamu lakukan jika aku tidak membantumu dalam hal ini " Tanyaku balik kepada joy


Aku tidak memperdulikan cerita cinta segitiga mereka berdua..


Semua itu sudah menjadi kenangan bagiku rasa penasaran ku dan rasa ingin tahu ku telah sirna beberapa menit yang lalu saat Oliver berkata kasar kepada ku


" Aku akan menerima semu yang terjadi kepadaku, mungkin ini adalah takdir ku.. Dan mungkin juga ini adalah karma bagiku karena telah menyakiti mu selama beberapa tahun " Jawab joy kepadaku


" Baiklah kalau begitu, mungkin lebih baik jika kamu merasakan nya dan aku akan lebih bahagia jika melihatmu kesusahan " Sahut ku kepada joy dan memandang wajah joy


" Aurora,, jahat sekali " Jawab joy kepadaku


" Baru tahu kalau aku jahat, apa kamu mau melihat ku lebih jahat lagi kepadamu " Sahut ku kepada joy


" Aurora sampai sekarang hatiku masih bergetar saat melihat mu apakah kamu tidak merindukan ku " Ucap joy kepada ku


" Amit-amit,, aku sudah menikah lagi " Jawabku kepada joy


" Hah yakin amit-amit,, nanti kepkiran lagi dengan wajah ku " Ucap joy yang mencoba menggodaku


Aku memalingkan wajahku ke arah lain dan tak memperdulikan joy saat itu


Aku berdiri dari bangku itu..


" Hei, baiklah baiklah aku tidak akan merayu mu lagi, duduk lah " Pinta joy kepadaku

__ADS_1


Aku menghembuskan nafasku dengan sangat kasar..


" Aku harus segera pulang suamiku sedang menunggu ku di rumah " Kilah ku kepada joy


__ADS_2