
" Mungkin beliau masih belum mengetahui nya ,, tapi dalam waktu dekat ini pasti bapak Joy akan mengetahui karena saya sudah mengirimkan berkas nya kepada bapak Joy "
Ucap bapak ARi dari sebrang ponsel yang aku dekat kan di telinga ku saat ini
" Baik pak , terimakasih atas bantuan bapak " ucap ku kepada bapak ARi
Tak lama kemudian setelah aku selesai mengobrol dengan bapak ARi aku segera memutuskan panggilan itu
Aku kembali bercanda gurau dengan calista .. aku melihat senyuman yang terukir di dalam bibir kecil calista ,, sudah beberapa hari aku tidak bisa menghabiskan waktu ku dengan calista karena aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku ..
Tapi ada rasa yang tidak bisa ku ucapkan dengan mulutku .
hatiku berdebar sangat kencang ..aku merasakan Gundah di hatiku kembali muncul di dalam hatiku .. aku hanya berdoa semoga semua yang aku lakukan adalah yang terbaik di dalam hidupku
Siang berbuah menjadi sore .. dan sore berlanjut ke malam hari dan malam hari yang berganti dengan pagi hari .. begitulah bumi berputar setiap hari .. seperti keadaan hatiku saat ini, setiap hari apa yang aku rasakan di dalam hatiku selalu berubah-ubah..
gundah yang aku rasakan pagi ini sudah mulai membaik.. aku tidak lagi merasakan hatiku yang berdebar dengan sangat kencang ..
Hatiku kembali merasa damai dan sangat tenang .. dan aku pagi ini sudah siap untuk kembali berangkat ke kantor ..
Aku awali pagi ini dengan senyuman terindah yang aku miliki
" Bu aku berangkat kerja dulu ya ,, " sahutku kepada ibu Ika yang masih menyuapi makanan ke arah mulut calista
" Hati-hati Aurora semoga harimu menyenangkan " jawab ibu Ika kepadaku yang berada di meja makan bersama dengan Calista
Seperti yang aku lakukan setiap hari ,, aku selalu memeluk ibu Ika dan memeluk calista jika akan pergi ke kantor ..
Setelah selesai berpamitan Aku menuju ke arah mobil ku dan mengendarai mobil ku dengan senang hati ..
Hati yang kembali damai akhirnya bisa aku rasakan kembali akhirnya aku bisa bebas dari semua masalah ku ...
Satu persatu masalah ku telah selesai ..
Di dalam mobil yang dingin ini aku menyalakan sebuah lagu ,, lirik yang sangat membangkitkan emosi di jiwa hingga aku terlarut di dalam mobil itu ..
Aku ikut bernyanyi mengikuti irama syair lagu itu,, di keramaian kota aku bersenandung dengan sangat kencang ..
" Hai " sapa Steve saat melihatku berhenti di tengah lampu merah
Aku terkejut ketika mendengar ada seseorang yang memanggil namaku .. aku berhenti bernyanyi dan Sontak kepalaku menoleh ke arah mobil itu ..
Aku melihat - lihat dan mengingat siapa wajah yang memanggil ku,, aku hanya mengingat sekilas dan seperti aku sudah pernah bertemu dengan wajah yang tampan itu ,, wajah yang tak asing lagi bagiku
Dia membuka kacamata hitam nya yang melekat di kedua matanya .. dan barulah aku tersadar siapa lelaki itu..
" Bapak Steve ?" Ucapku dengan cepat sambil tersenyum ke arah mobil Lamborghini yang berwarna merah itu
" Mau ke kantor ya " tanyanya di dalam mobil mewah yang sedang dia kemudikan itu
" Iya ,, bapak juga mau ke kantor saya kan ?" Tanyaku kembali
Karena hari ini kita akan melanjutkan meeting yang tertunda kemarin
" Ya ,, mau bareng ke kantor " tanya nya sambil menggodaku dia menggerakkan kepalanya seolah ingin aku ikut dan berpindah ke dalam mobil mewah nya
" Kita bertemu di kantor saja " ucapku sambil melajukan mobil ku Karena aku melihat lampu sudah kembali berwarna hijau
Jemari ku yang menutup kembali jendela kaca pintu mobilku
Aku meninggalkan mobil mewah itu begitu saja ,, aku tahu Steve mengikuti jalan ku dia berada tepat di belakang mobil ku sepanjang jalan menuju kantor .. aku hanya melihat nya sekilas saja ,, wajahnya yang menawan terlihat semakin mempesona saat dia memakai kacamata berwarna hitam besar yang menunjukkan hidung nya yang besar terlihat semakin ke depan he he ..
Mobil ku dan mobil Steve membelah jalanan ibu kota yang sangat ramai ini ,, kita berjalan beriringan tanpa ada satu penghalang dari mobil lain
Mobil Steve yang selalu saja berusaha mengejar mobil ku se akan tak ingin kita berpisah di jalan yang sangat ramai ini
Tak lama kemudian aku sudah sampai di depan kantor ku .. aku segera menuju ke arah parkir begitu juga dengan Steve yang berada tepat di belakang ku ..
" Sangat cocok " ucap Steve kepadaku saat melihat ku yang baru turun dari mobil ku
" Apa maksudnya?" Tanyaku kepada Steve
Steve melihatku dari bawah lalu ke atas dan berhenti tepat di wajah ku
" Cara berpakaian mu , aku suka sekali gayamu hari ini ,, seolah memperlihatkan hatimu yang sedang sangat bahagia" ucap Steve kepadaku
Sengaja hari ini aku memakai baju yang sedikit seksi ,, bukan maksud hati untuk menarik lelaki agar jatuh cinta kepadaku tapi hatiku yang sangat bahagia ini seolah menuntun ku untuk berpakaian sangat cantik
Aku memakai dress berwarna pink setengah ungu dengan belt di perutku yang membuat pinggang ku sedikit memperlihatkan lekukan di tubuh ku dengan panjang di tas lutut dan tak lupa aku memakai blazer berwarna abu yang menutupi kedua ketiak ku ..
Aku tau saat ini Steve mungkin sedang menggoda ku jadi aku tak begitu memperhatikan nya .. sengaja aku bersikap cuek karena aku tak ingin Steve menganggap ku seperti wanita murahan
" Tunggu ibu Aurora " panggil nya kepada ku saat melihatku yang berjalan melewati tubuhnya
" Maaf aku sedang terburu-buru, tidak ada waktu bagiku untuk meladeni seseorang yang suka menggoda wanita " ucap ku sambil berjalan meninggalkan nya
Steve mempercepat langkah nya agar bisa berjalan berdua dengan ku
Tapi tak ku sangka aku melakukan hal gila yang tak di sengaja
Kakiku tersandung batas mobil yang berada di lantai parkiran
Saat tubuhku hendak terhempas ke lantai Steve dengan cepat menarik lengan ku ,, dia mencegahku terjatuh dan membuat tubuhku terhempas ke arah dadanya ..dia menarik tubuhku dengan sangat cepat
Kini tubuhku dan tubuh Steve seolah sedang bersentuhan ..
Kedua bola mata Steve yang menatap kedua bola mataku .. aku melihat wajahnya yang sangat dekat dengan ku .. hanya berjarak 1cm saja wajahku bisa bersentuhan dengan wajahnya ..
Aku merasakan hembusan nafas Steve yang mengarah di pipiku ..
Harum tubuhnya seolah membuatku ingin jatuh cinta kepadanya
Beberapa menit kita saling memandang satu sama lain tanpa berkedip sedetik pun ..
Kedua tangannya yang memegang lengan ku dan juga pinggang ku saat ini ..
__ADS_1
Aku merasakan sentuhan darinya ..
" Ehemmmm " suara seseorang yang membuat ku tersadar jika aku masih berada di pelukan Steve
Aku segera melepaskan pelukan dari Steve dan segera Merapikan baju ku , begitu juga dengan Steve sontak dia melepaskan tangannya yang menempel di tubuhku
" Siapa lelaki ini Ra?" Tanya Joy kepadaku
" Perkenalkan saya rekan kerja ibu Aurora" jawab Steve sambil menyodorkan tanganya untuk bersalaman dengan Joy
Aku memandang Joy yang berada di antara kita berdua
" Saya tidak butuh berkenalan dengan anda , bukan kah saya sedang bertanya kepada Aurora kenapa kamu jadi memperkenalkan diri" tanya Joy dengan ke angkuhan nya
" Joy ada apa kamu kemari ?" Tanyaku dengan sengaja karena melihat ke adaan seperti tidak kondusif
Dan Steve dia langsung menarik tangannya dan memasukkan tanganya ke dalam sakunya saat melihat perkenalannya di tolak oleh Joy
" Aku ingin berbicara dengan mu berdua saja " jawab Joy kepadaku
" Aku sibuk hari ini Joy , aku tidak bisa " jawabku sambil melangkah menjauh dari mereka berdua
" Ra tunggu , apa maksud nya ini ? " Tanya Joy kepadaku sambil menunjuk kan berkas yang berada di dalam map coklat tersebut
" Aku mohon jangan ganggu aku lagi, aku yakin kamu sudah tahu apa yang berada di dalam map coklat itu " jawabku sambil terus berjalan tanpa berhenti selangkah pun
" Ra .. tunggu Ra " teriak Joy yang membuat keributan pagi ini
" Sepertinya ibu Aurora tidak ingin di ganggu" sahut Steve ke arah Joy dan menghalangi langkah Joy agar tak semakin dekat dengan ku
Aku hanya menoleh sekilas ke arah mereka ,, aku mempercepat langkah ku Karena memang tak ingin bertemu dengan Joy .. aku tahu map coklat itu pasti berisi akta cerai ku dengan Joy ..
Aku berusaha melarikan diri dari Joy dan aku segera masuk ke dalam kantor ku pagi ini ..
Setelah aku berada di dalam kantor ..
Tak lama aku mendengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah pintu
Suara keributan yang berada di luar kantor ku ..
" Ra ,, " sahut Joy yang membuka pintu ku dengan sangat cepat
~°°° DAaaarrrrrr... °°°~ suara pintu yang terbanting ke dinding
" Aku bilang tidak ingin berbicara dengan mu, kenapa kamu menerobos masuk ke dalam ruangan ku " ucapku kepada Joy
Aku melihat Steve yang berjalan di belakang Joy
" Tantri,, Tantri " teriak ku memanggil Tantri yang berada di luar kantor ku
" Maaf ibu , bapak Joy memaksa ingin masuk ke dalam ruangan ibu aku sudah mencegah nya tapi .. " sahut Tantri sambil melihat ke arah Joy
" Ra aku hanya ingin berbicara dengan mu, apa maksud nya ini Ra? aku tidak terima dengan apa yang kamu lakukan?" Sahut Joy dengan nada kesalnya
" Keluar lah jangan merusak suasana ibu Aurora " sahut Steve yang mengusir Joy
" Siapa kamu " teriak Joy
°° BUGGGGHHHHH BUGGGGHHHHH °°
Suara pukulan Joy yang mengarah kepada wajah Steve secara bertubi-tubi
Tubuh Steve terhempas ke lantai karena pukulan Joy
Wajahnya yang memerah dan kedua bola matanya yang melotot ..
Joy tak henti-hentinya memukul Steve yang dari tadi mencoba untuk mengusir nya
" KAMU JANGAN PERNAH IKUT CAMPUR LAGI URUSANKU DENGAN AURORA" bentak Joy kepada Steve
" Joy ... Joy apa yang kamu lakukan, sudah hentikan " teriak ku yang mencoba melerai Joy
°°°°°~ Buuuugggghhhhhh ~°°°°°
Suara hantaman yang mengenai wajah ku
" Aurora"
" Aurora "
Teriak mereka bebarengan kepadaku ..
Saat aku mencoba untuk menghentikan pukulan Joy terhadap Steve tak sengaja tangan Joy melayangkan pukulan nya kepadaku ..
" Apa yang kamu lakukan Ra, maaf Ra aku tidak sengaja , Raaa a...ku " ucap Joy yang terbata-bata
Suara nafas Joy dengan keras
" Semua ini gara-gara kamu " bentak Joy kepada Steve
Tak lama kemudian kedua scurity datang ke arah kami dan masuk ke dalam ruangan ku
" Ada apa ini "
__ADS_1
" Ada apa ini " ucap kedua scurity itu sambil berlari ke arah ku
" Raaa maafkan aku Ra , kamu tidak apa-apa kan Ra" ucap Joy yang mencoba mendekat dan meminta maaf padaku
" Pak nyamen tolong bawa lelaki ini pergi dan keluar dari ruangan ku " pintaku kepada salah satu scurity
" Raaaa ...." Ucap Joy kepadaku
" Jangan sentuh aku Joy ,, aku tidak mau " teriak ku kepada Joy yang menghempas kan tangan Joy yang akan memegang luka yang ada di dahiku
Tak lama kemudian Joy berhasil di bawa oleh kedua scurity itu walaupun Joy sempat menolak dan memberontak saat akan di usir
" Kamu tidak apa-apa?" Tanya Steve kepada ku
" Tolong bawakan es agar luka nya tidak semakin membengkak" ucap Joy kepada Tantri
" Aku tidak apa-apa" sahutku kepada Steve " kenapa kamu diam saja tak membalas pukulan dari Joy" tanyaku kepada Steve
" Aku hanya tidak ingin membuatmu semakin terluka " ucap Steve kepadaku yang membuatku semakin binggung
" Apa ?" Terluka " jawab ku singkat sambil menciutkan kedua bola mataku yang mengarah kepada Steve
" Ya ,, mana mungkin aku akan memukul orang yang spesial bagimu, yang ada nanti hatimu semakin terluka " sahut Steve kepada ku
Aku tertawa mendengar ucapan dari Steve ..
" Jangan ngadi-Ngadi .. orang bilang menerka sesuatu yang tidak pasti itu pamali " sahutku kepada Steve
" Loh aku tidak salah kan ibu Aurora " jawab Steve kepada ku
" Sangat sangat salah " sahut ku " aku berharap kamu bisa memaafkan kesalahan Joy " ucapku kembali kepada Steve
" Lah terus siapa lelaki itu " tanya Steve kepada ku
" Tidak ada yang perlu aku katakan kepadamu , lebih baik kamu obati saja luka di wajah mu itu " pintaku kepada Steve
" Ini sudah biasa bagi seorang " jawab Steve kepada ku
Tak lama Tantri masuk ke dalam ruangan ku dan membawa kan kain yang berisi es di dalamnya ..
" Tantri tolong urus bapak Steve ya , jika perlu bawa bapak Steve ke rumah sakit ,, aku tidak mau di katakan sebagai orang yang tidak bertanggung jawab " pintaku kepada Tantri
" Baik ibu " sahut Tantri kepada ku
" Hei hei ,, tidak perlu berlebihan seperti itu , aku baik - baik saja ,, lebih baik kita mulai meeting kita saja pagi ini ,, aku tidak ingin tertunda untuk kedua kalinya" ucap Steve kepadaku
" Dengan keadaan seperti ini ?" Tanyaku kepada Steve
" Ya aku tidak apa-apa , bukan kah tujuan ku kemari untuk membicarakan bisnis dengan mu " pinta Steve kepada ku
" Baiklah kalau kamu memaksa,, duduklah disini biar aku saja yang mengobati luka di wajah mu ,, " jawabku kepada Steve
" Tantri kamu boleh pergi dari ruangan saya,, bapak Steve seperti nya lebih senang berada di sini " usirku kepada Tantri
__ADS_1