
"Aku tidak tahu harus bagaimana Ra, kenapa dia menolak saat ingin aku gendong"
" Tenang saja vin, nanti lama kelamaan calista juga akan terbiasa dengan kehadiran mu " Ucapku kepada Alvin yang mencoba untuk menenangkan hati Alvin pagi ini
" Tapi biasanya dia juga tidak apa-apa loh Ra, sebelum kita menikah calista biasanya mau aku gendong, coba periksa apakah calista baik-baik saja Ra atau jangan-jangan dia di gigit semut Ra"
Alvin yang nampak khawatir karena melihat calista yang tak henti-hentinya menangis saat ingin di mandikan oleh Alvin
" Tidak ada kok vin, badan calista juga tidak kenapa-napa " Ucapku sambil memeriksa seluruh badan calista pagi ini
Tangisan itu semakin lama semakin terdengar sangat kencang
" Ada apa Ra? "
Ibu ika dan jeng sella yang tiba-tiba masuk karena mendengar suara tangisan calista yang tak kunjung berhenti
" Aurora juga tidak tahu Bu, kenapa calista seperti ini "
Ucapku dengan nada khawatir kepada jeng sella dan ibu ika
Tiada henti-hentinya aku menenangkan dan menggendong calista tapi tangisan calista tak kunjung berhenti juga
" Mungkin dia kangen kaliii sama bapak kandungnya "
Sahut sari dari belakang ibu ika dan juga jeng sella
Sontak kita berempat menoleh ke arah sari yang berdiri di ambang pintu
" Kamu jangan Mengada-ada, sudah pergi sana"
Jeng sella yang memutar tubuhnya ke arah sari dan mendorong tubuh sari agar keluar dari kamar calista pagi ini dan setelah berhasil mengusir sari jeng sella segera menutup kembali pintu kamar calista
" Aman.. " Ucap jeng sella yang merasa lega karena sudah tidak ada sari
Tangisan calista pagi ini seolah membuat keributan di rumah yang sangat besar ini
Semua orang berkumpul dan mencoba menenangkan hati calista
Ku lihat ibu ika dan jeng sella dengan semangat menghibur calista tapi tangisan itu tak kunjung berhenti juga
" Bagaimana Ra? Apa kita harus membawa nya ke dokter saja " Ujar jeng sella yang merasa lelah menghibur calista tapi tak kunjung berhenti menangis juga
" Aku juga binggung, calista tidak seperti biasanya Bu, sebentar aku akan membawa nya ke taman dulu, mungkin calista butuh udara segar " Ucapku kepada semua orang yang melihat calista dengan khawatir
__ADS_1
" Pakaikan baju dulu Ra, kasian nanti kedinginan " Ujar Alvin yang mengambil kan baju untuk calista
" Baik Vin " Ucapku kepada Alvin
Pagi ini calista hanya ku balut menggunakan handuk saja karena tadi setelah aku melepas bajunya calista langsung menangis histeris
~~~~ Drrrttttttt\_\_\_ Drrrrtttttttttt\_\_\_ drrrt ~~~
Saat aku ingin memakaikan baju untuk calista aku mendengar ponsel ku yang berbunyi
" Ada panggilan masuk seperti nya Ra" Sahut ibu ika yang ingin mengambil kan ponsel yang aku letakkan di atas meja
" Siapa Bu? " Tanyaku kepada ibu ika
Setelah berhasil mengambil ponsel itu, ibu ika sempat terdiam dan berdiri mematung beberapa detik sambil memegangi ponsel ku
" Siapa jeng? " Tanya jeng sella
dan Ibu ika masih saja tak menyahuti suara dari jeng sella
Sontak ibu ika terkejut saat jeng sella tiba-tiba sudah berada di samping nya
" Hmmm "
Raut wajah ibu ika yang seolah ingin berbohong dan ingin menutupi siapa yang melakukan panggilan video call terhadap aurora, tapi semua sudah terlanjur jeng sella sudah mengetahui siapa yang melakukan panggilan video call itu kepada menantu nya dan ibu ika tidak bisa berkata apapun hanya memandang jeng sella dengan penuh rasa bersalah
arah pandangan jeng sella yang menuju ke ponsel itu seolah terkejut dengan yang dilakukan oliver pagi ini
" Ya sudah angkat saja " Jawab jeng sella dengan santai tapi penuh dengan rasa kecemasan di raut wajah nya
Jeng sella lalu menoleh ke arah alvin dan mengedipkan salah satu matanya dengan tersenyum kecil seolah memberi kode kepada Alvin jika tidak akan ada terjadi apa-apa
Dan Ibu ika lalu mengangkat panggilan video itu
" Ada apa nak? Kenapa kamu menelpon aurora " Tanya ibu ika kepada Alvin dari layar ponsel aurora
Jeng sella yang berada di samping ibu ika pun sontak jari tangan nya dengan cepat menekan tombol loudspeaker agar suara Oliver terdengar oleh semua orang
__ADS_1
Calista yang tadinya menangis dengan kencang tiba-tiba dia berhenti menangis saat mendengar suara dari Oliver
" Aaaa... Pa.. Paaa... Aapppaaaa" Celoteh calista saat mendengar suara Oliver dari layar ponsel aurora
" Dimana calista Bu? perasaan ku tidak enak entah mengapa aku ingin sekali melihat wajah calista, Oliver tau kali ini aku sudah keterlaluan tapi sedikitpun Oliver tidak ingin merusak suasana bahagia kalian,
Oliver sangat merindukan calista tolong ijinkan aku sebentar saja melihat wajah nya\_\_maafkan aku " Ujar Oliver dari layar ponsel calista yang di pegang oleh ibu ika
Oliver yang mengucapkan maksud dari panggilan videonya di pagi ini dia tak ingin bertele-tele dan langsung saja berterus terang
Wajah Oliver yang nampak sangat murung dan sangat pucat\_\_ kedua bola mata yang tak bisa di bohongi seolah membuktikan semua nya
" Hai brow\_\_ " Sahut Alvin yang tiba-tiba mengambil ponsel yang di pegang oleh ibu ika
" Ya\_\_ " Sahut Oliver dengan nada lemas dan tak berdaya
Dia hanya memandang Alvin dengan tatapan sayu seolah meminta ijin kepada Alvin agar memberikan ponselnya ke arah calista
" Bagaimana kamu bisa tahu jika calista sekarang tidak baik-baik saja " Sahut Alvin kepada Oliver
" Apa yang terjadi dengan calista " Ujar Oliver dengan nada paniknya dari layar ponsel aurora
Alvin yang memegangi tangan aurora agar dia tak menampakkan wajah nya saat Oliver sedang melakukan panggilan video pagi ini
Dan Alvin menarik tubuh aurora agar menjauh dari calista
" Tidak ada calista baik-baik saja " Sahut Alvin yang menampakkan wajah calista agar terlihat oleh Oliver di layar ponsel calista
Terukir senyuman di wajah calista, bayi kecil nan mungil itu seolah mengajak bercanda kepada Oliver, dia menggerakkan kedua tangan nya dan menggoyang kan tangan nya ke arah Oliver
" Hai gadis kecil " Sapa Oliver yang membalas senyuman dari calista
" Bagaimana keadaan mu hari ini? Are u okey? " Tanya Oliver yang mengajak berdialog kepada calista
" Paaaaaaaa\_\_\_ pawpaw.. paaa aappppa" Celoteh calista dengan senyum riang nya
Tak terasa terukir senyuman di wajah Aurora saat melihat calista begitu riang nya saat berbicara di telepon dengan Oliver
" Kamu senang? " Lirih Alvin yang bertanya kepada aurora dan membuat aurora segera menarik bibirnya kembali agar tidak tersenyum
__ADS_1
Aurora hanya menggeleng kan kepalanya seolah memberi tanda tidak kepada Alvin dia lalu menekuk wajahnya dan tak berani memandang wajah Alvin