tergoda suami tetangga

tergoda suami tetangga
BAB 68


__ADS_3

" BERHENTI__ tolong berhenti Oliver, jangan kau pisahkan aku dengan calista aku tak sanggup bila harus jauh darinya__ tolong "


Terdengar suara aurora yang berteriak kepada Oliver


Aurora yang tadinya rebahan di atas ranjang sontak tubuh nya bergerak dan membuat jarum yang menempel di tangannya terlepas begitu saja


" Aurora apa yang kamu lakukan? Tenang lah jangan seperti itu, dia hanya akan membawa calista untuk beberapa hari bukan untuk selamanya " Sahut alvin yang melihat darah di tangan calista keluar dengan banyak


" Tolong aku alvin biarkan aku mengejar mereka, aku takut jika Oliver akan membawa calista untuk selamanya " Ujar aurora dengan tangis nya


Oliver mendengar aurora berteriak kepadanya tapi dengan cepat alvin segera memberi kode kepada Oliver agar dia terus saja berjalan tanpa kembali lagi dan tak menghiraukan aurora yang sedang menangis di pelukan alvin


" Tenanglah Ra__ jangan berlebihan, sudah biarkan saja " Ujar alvin yang nampak sebal dengan sikap aurora yang keterlaluan


" Vin kamu gak tau rasanya jadi aku seperti apa, kamu tidak tahu rasanya kehilangan orang yang paling kamu cintai bagaimana__ kamu gak tau vin, kamu gak akan ngerti "


" Kenapa kamu jadi marah seperti itu? Kamu lupa Oliver adalah papa kandung nya calista gak mungkin dia akan menyakiti calista Ra__“


" justru Oliver adalah papa kandung nya calista dia berhak membawa calista kemana pun dan mereka lalu akan pergi meninggalkan aku sendirian"


" Sendirian? Ada aku Ra__ aku akan selalu bersama dengan mu begitu juga dengan anak yang kamu kandung, kita akan hidup bahagia bersama Ra__ " Sahut alvin kepada aurora


" Tidak vin__ calista adalah anakku sampai kapan pun aku tak akan membiarkan calista pergi jauh dariku, bantu aku vin "


" Kalau begitu kamu harus sembuh Ra dan ambilah calista dengan tangan mu sendiri " Ujar alvin yang tampak pasrah dengan keadaan.

__ADS_1


Setelah mereka berdua berdebat alvin segera membantu aurora untuk berdiri dan tidur lagi di atas ranjang


Alvin segera memanggil petugas kesehatan untuk datang ke ruangan aurora dan membantu memasang infus lagi di punggung tangan aurora


Keadaan sekarang sudah tenang kembali dan aurora sudah tertidur saat dokter memberikan obat penenang kepada aurora


Beberapa menit kemudian terlihat ibu ika yang datang berkunjung ke ruangan aurora dengan berjalan dengan sangat perlahan sebenarnya ibu ika dari tadi sudah berada di luar ruangan yang datang bersama dengan Oliver dan juga calista tapi melihat kondisi aurora yang tak menerima jika Oliver membawa calista pergi ibu ika tak berani datang dan menemui aurora karena ibu ika lah yang mengizinkan Oliver membawa calista pergi


" Alvin " Sahut ibu ika yang memanggil alvin yang berdiri tak jauh dari ranjang aurora


" Ibu kenapa baru masuk? Aku melihat mu tadi berada di balik pintu " Sahut alvin kepada ibu ika


Raut wajah ibu ika yang terpasang dengan sangat murung membuat alvin mengajak ibu ika agar menjauh dari aurora untuk saat ini


" Ibu tidak tahu harus berbicara dari mana, ibu menyesal karena mengizinkan Oliver membawa calista, ibu pikir semua nya akan baik-baik saja dan ibu pikir aurora butuh waktu untuk memikirkan tentang masa depan nya, ibu tidak tahu jika akhirnya akan seperti ini dan membuat keadaan semakin bertambah kacau, maafkan ibu nak " Suara ibu ika yang terdengar sangat lirih dari kejauhan kedua bola mata ibu ika yang terus saja menatap aurora yang terlelap di atas ranjang nya


" Alvin tahu aurora tak bisa melupakan Oliver sampai saat ini, dan apa yang ibu lakukan saat ini alvin sangat mengerti Bu" Ujar alvin dengan memeluk tubuh ibu ika yang merasa sangat sedih ketika melihat aurora


" Aurora sudah cukup menderita vin, bantulah dia menjemput kebahagiaan nya dan sekarang adalah waktu kamu untuk membuktikan jika kamu layak berada di samping aurora untuk melepaskan semua kesedihan nya__ gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya vin jangan sampai kamu kehilangan waktu yang sangat berharga ini, buat aurora lupa akan kehadiran Oliver"


Terdengar ibu ika yang menasehati alvin agar dia berjuang untuk mendapatkan cinta aurora sepenuh hatinya


" Hidup aurora aku pasrah kan semua nya kepadamu vin, semangat lah berjuang dan kamu harus siap menerima sifat aurora setelah ini " Ujar ibu ika kembali yang memberi semangat kepada alvin


" Alvin akan selalu menjaga aurora sampai kapan pun Bu dan apapun yang terjadi nantinya alvin pun akan siap menerima nya dan jika nanti suatu saat aurora lebih memilih Oliver aku juga akan siap menerima semua itu Bu" Jawab alvin

__ADS_1


" Kenapa kamu berbicara seperti itu nak? "


" Aku tahu Oliver mungkin adalah orang yang sangat berharga di hati aurora dan alvin juga tahu jika cinta Oliver di hati aurora tak akan bisa alvin gantikan sampai kapan pun " Ucap Oliver kepada ibu ika


" Vin ayolah kamu pasti bisa, come_on " Sahut ibu sella yang tiba-tiba muncul di belakang mereka berdua


" Ibu disini? " Ujar alvin yang terkejut dengan suara mamah sella


" Ya ibu baru datang dan tak sengaja mendengar percakapan kalian berdua " Jawab mamah sella dengan berjalan mendekat ke arah alvin dan juga ibu ika


" Maafkan aku jeng ini semua salah ku, jika saja aku tak memaksa mereka berdua menikah semua ini tidak akan pernah terjadi dan nak alvin tidak akan menderita seperti sekarang ini " Ucap ibu ika


" Jangan salah kan dirimu sendiri, aku juga salah karena mempertemukan meraka berdua " Sahut mama sella yang memegang tangan ibu ika


" Kenapa jadi melodrama seperti ini? Siapa yang bilang aku menderita justru aku bahagia dan bersyukur karena telah menemukan wanita yang sangat baik seperti aurora" Kilah alvin karena tak ingin melihat mereka berdua merasa bersedih hati


" Jika waktu bisa di putar kembali, ibu tidak akan memperkenalkan kalian berdua " Sahut ibu ika


"Hei sudah jangan menyalahkan diri sendiri, sebaiknya kita pergi menemui aurora mungkin saja dia sudah bangun " Ucap mama sella yang mencoba mencairkan suasana


" Yah__ mama benar lebih baik kita masuk saja ke dalam sana " Sahut alvin yang masih saja tak tega melihat ibu ika yang masih saja menekuk wajah nya


Setelah mereka bertiga selesai berbicara kini mereka berjalan masuk ke dalam ruangan aurora, perlahan hati ibu ika membaik dengan seiring nya berjalan nya waktu


Terlihat ibu ika yang mulai tersenyum saat berbincang dengan mama sella dan juga alvin tapi berbeda dengan aurora.

__ADS_1


air mata aurora yang menetes di antara celah-celah kedua matanya yang tertutup dan mengalir ke sisi rambut aurora


__ADS_2