
" Benar? Aku kan juga tidak mau calon papa dari janin yang aku kandung ini sampai merasa kelaparan" godaku kepada Alvin
Aku tidak mau sikap ku ini membuat Alvin merasa tidak enak kepadaku, biarlah semua ini berjalan apa adanya dan mungkin bila nanti jika rahasia ini sampai terdengar di telinga Alvin dengan segenap hati aku akan siap menerima apa yang Alvin lakukan kepadaku, tapi satu hal yang membuat ku menjadi tegar kali ini yaitu cinta Alvin yang begitu besar kepadaku dan aku yakin Alvin akan menerima ku apa adanya
" Semoga aku tidak salah karena telah mengambil jalan ini " dengan gayaku yang tersenyum kepada Alvin
" Kenapa kamu menatapku seperti itu? Kamu senang ?" Sahut Alvin saat melihat ku senyum-senyum sendiri saat melihatnya
Aku merasakan cinta Alvin yang begitu besar kepadaku bahkan hingga saat ini aku belum pernah sekalipun melihat Alvin benar - benar marah kepadaku
" Aku bahagia selalu bersamamu Vin" ucapku kepada Alvin sambil membelai pipi Alvin
Dan Alvin pun menoleh ke arah ku sambil membalas senyuman dariku
" Kenapa dengan mobilnya Vin ?" Tanya ku kepada Alvin
" Aku juga tidak tahu kenapa mobil ini tiba - tiba berhenti Ra" raut wajah Alvin sontak menjadi sangat panik karena mobil nya yang tiba-tiba berhenti di tengah jalan
Keadaan jalan raya yang sudah sedikit sekali pengendara yang lalu lalang
Di jalan yang sepi ini mobil Alvin mogok
" Haduh bagaimana ini Vin ? Mana tidak ada siapa-siapa lagi di jalan " ujarku sambil menoleh ke belakang
" Gimana Ra aku juga binggung? Kita juga gak mungkin keluar dari mobil , hujan nya sangat deras sekali " ujar Alvin yang merasa binggung dengan keadaan
" Tunggu Ra biar aku telpon seseorang untuk membantu kita " tangan Alvin dengan sigap merogoh saku di dalam celana nya untuk mencari keberadaan ponsel Alvin
" Nah ketemu " sahut Alvin saat menemukan ponsel nya
" Haduh apes banget sih Ra "
" Kenapa lagi sih Vin?" Sahut ku yang melihat Alvin terlihat sangat kesal sekali
" baterei nya lowbat Ra\_\_ kenapa ini terjadi di saat yang tidak tepat " ujar Alvin sambil melempar ponselnya ke belakang tempat duduk nya
" Santai Vin jangan seperti itu, kan masih ada ponsel ku\_\_ tunggu" ucap ku kepada Alvin sambil mencari di dalam tas ku
Tangan ku yang mencari-cari dimana ponsel ku berada tapi tak kunjung juga ku temukan
" Gimana Ra? Mana ponselmu? Jangan bilang enggak ada juga "
" Alviiiiiiiiinnnnn\_\_\_ pasti ponsel ku jatuh dech , aku ingat kok tadi sudah aku masukan ke dalam tas, jangan-jangan terjatuh saat aku bertabrakan dengan oliver tadi?" Sahut ku sambil mengingat-ingat dimana ponselku berada saat ini
Keadaan sudah semakin larut dan hujan pun yang turun dengan sangat deras tak kunjung juga berhenti
__ADS_1
Di dalam mobil yang penuh dengan keheningan ini aku dan Alvin berdiam diri memikirkan apa yang selanjutnya kita lakukan
Sudah dua jam kita berada di tengah-tengah jalan yang sepi ini tanpa ada pengendara lain yang sedang melintas di area ini
" Kita gak bisa seperti ini terus Ra, bisa-bisa kita tidur di mobil malam ini\_\_ kamu tunggu disini aja ya biar aku yang mencari bantuan untuk kita " ujar Alvin kepadaku dengan memegang tangan nya untuk membuka pintu mobil nya
" Tapi kamu mau kemana Vin malam-malam begini, hujan deras banget Lo Vin "
" Sudah Ra\_\_ kamu tenang saja ya , aku pasti kembali kok tunggu aku sebentar saja "
Alvin dengan cepat segera membuka pintu mobil nya dan keluar dari mobil malam ini
Kepala nya yang celingukan kesana kemari sambil melihat-lihat apakah ada seseorang yang melewati jalan ini
Aku melihat dari dalam mobil ku saat ini tubuh Alvin yang semakin ku lihat semakin menjauh dan menghilangkan dari pandangan ku , aku tak tahu kemana perginya Alvin malam ini.
Sudah sekitar 15 menit aku menunggu alvin di dalam mobil sendirian hatiku sedikit ragu dan sedikit merasa sangat ketakutan.
Aku memijat tengah pelipis ku dan menyandarkan kepala ku sejenak berharap Alvin segera datang menjemput ku
" Ra\_\_ Ra keluar Ra " sahut Alvin yang mengetuk pintu kaca mobil dengan tiba-tiba
" Vin kamu ngapain?" Tanyaku yang terkejut dan tak tahu harus berkata apa kepada Alvin
" Masih tanya aku ngapain lagi, ayoookk pulang " ajak Alvin kepadaku
" Dengan sepeda butut itu Vin? Kamu yakin ?" Tanyaku kepada Alvin
" Iya Ra\_\_ ini pakai mantelnya biar tidak kehujanan" salah satu tangan Alvin yang terlihat menyodorkan mantel ke arah ku yang masih berada di dalam mobil
" Tapi Vin ? Kamu dapat motor ini dari siapa?" Tanyaku yang masih heran dengan tindakan Alvin yang tiba-tiba
" Sudah jangan banyak tanya, cepat keluar dan pakai mantelnya " sahut Alvin dari luar mobil
Aku segera memakai mantel yang diberikan oleh Alvin kepadaku
Dan segera pula aku menaiki motor yang di bawa oleh Alvin malam ini
Saat ini aku duduk di belakang Alvin dengan memeluk tubuh Alvin dari belakang
__ADS_1
Motor butut yang berwarna merah putih se akan menemani ku di malam yang deras ini
Alvin yang hanya memakai mantel badan saja beda dengan diriku yang memakai mantel lengkap hingga ke ujung kaki
" Vin mobil kita bagaimana?" Tanyaku saat berada di jalan bersama dengan Alvin yang mengemudi kan motor nya
Aku melihat celana Alvin yang sudah basah karena derasnya air hujan
" Sudah kamu tenang saja Ra, nanti kalau sampai rumah kita bisa menyuruh orang untuk mengambil mobil kita " terdengar suara Alvin yang sedikit berteriak karena kencang nya suara hujan yang sangat deras
Alvin dengan semangat mengendarai motor butut ini bersama dengan diriku.
" Terus kamu dapat motor ini darimana?" Tanyaku yang masih penasaran dengan memeluk tubuh Alvin dan wajah ku yang menompang di pundak Alvin
" Motor ini punya bapak tua yang sedang berjualan tidak jauh dari mobil kita mogok tadi Ra" sahut Alvin dengan sedikit menoleh ke arah ku
Butuh waktu 10 menit lagi untuk kita sampai di rumah..entah kenapa perjalanan ini terasa sangat lama sekali bagiku karena motor yang kita tumpangi tidak lah bisa terlalu kencang
~~~~ GREEEEKKKKZZZZ ~~~~
" Vin kenapa lagi sih? Jangan bilang motor ini mogok juga adoohhh\_\_ " ujarku kepada Alvin karena motor yang kita tumpangi benar-benar berhenti di tengah jalan
Jalan yang sepi sudah kita lewati dan sekarang jalan ini sudah sedikit ramai oleh pengendara lain
" Seperti nya memang mogok Ra\_\_" sahut Alvin kepadaku sambil turun dari motor butut yang kita Naiki
Aku dan Alvin tak begitu mengerti dengan motor butut yang kita tumpangi jadi kita hanya bisa memandang dan mencoba untuk menghidupkan motor kembali tapi kesialan itu seolah masih tak puas dengan apa yang kita alami.
Motor yang kita tumpangi tak kunjung juga bisa di hidup kan kembali
" Akkkhhhh sialll\_\_ " teriak Alvin dengan memukul kepala motor butut ini
\*
\*
" Swiiitttt\_\_\_ suuuiitttt " teriak seseorang yang menggoda aku dan juga Alvin di malam yang dingin ini
Beruntung sekali hujan sedikit reda jadi aku dan Alvin yang begitu binggung untuk berteduh kembali
Aku yang kini berada di atas motor butut ini sambil memegangi kedua setirnya dan Alvin yang berjalan di belakang ku sambil mendorong motor butut yang aku tumpangi
__ADS_1
Hujan rintik-rintik yang seakan tertawa melihat keromantisan yang aku alami