
" Rumah ibu ada di depan mata kamu nak " Tunjuk ibu itu kepada ku ..
Aku menoleh mengikuti arahan dari Ibu Ika,,
" Waaahhhh besar sekali rumah ibu, ini beneran rumah ibu? " Tanyaku kepada ibu Ika sambil melihat rumah ibu Ika yang begitu besar
Bangunan dengan tingkat tiga yang menjulang ke atas..
Rumah bernuansa putih polos tanpa ada campuran CAt lainn nya..
Aku tak menyangka jika rumah ibu Ika sangat besar dan mewah ..
" Ayo nak, ikut Ibu ke dalam " Sahut ibu Ika sambil menggandeng tangan ku..
Kini aku dan ibu Ika berjalan berdua bersama menuju kerumah ibu Ika..
Di halaman rumah ibu Ika tidak ada taman apapun,, hanya sebuah teras kecil tanpa pagar di depan nya..
Tanah yang besar itu di penuhi dengan full bangunan ..
" Bu kenapa rumah sebesar ini tidak mempunyai pagar? Ibu tidak takut jika nanti ada orang jahat yang bisa saja menyakiti Ibu "
Tanyaku kepada ibu Ika
" Sengaja ibu membiarkan nya terbuka agar siapa saja yang membutuhkan tempat untuk berteduh jikalau hujan bisa mampir kesini "
Aku memandang wajah ibu Ika.. Aku merasakan ada hati yang tulus dan penyabar yang di miliki oleh ibu Ika..
Wajahnya yang sangat menenangkan hatiku ..
*
*
Ibu Ika memperlakukan ku seperti layaknya seorang anak dia tidak pernah menganggap ku sebagai seorang tamu ataupun pelayan disini..
Aku bersyukur ada orang yang tulus yang rela membantu ku dengan ikhlas di saat-saat terpuruk ku seperti ini..
Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika tidak bertemu dengan beliau..
Beberapa hari aku seperti orang gila, jiwaku yang sakit tak bisa membuatku untuk bertahan dalam menjalani hidup ini
__ADS_1
Keterpurukan yang menghampiri ku setiap hari ,, sempat aku seperti orang gila ,, akal sehatku hilang dan jiwa ku terguncang..
Aku tak mempunyai semangat hidup lagi , aku mengurung diriku di sebuah kamar besar yang telah di siapkan oleh ibu Ika
Beberapa hari aku yang makan sedikitpun bahkan aku tak pernah memikirkan penampilan ku saat itu .. mukaku sangat terlihat kusam dan sangat pucat ..
Beruntung ibu Ika selalu menguatkan ku dalam segala hal.. beliau memberiku semangat agar aku bisa kuat dalam menjalani hidup ini.. beliau yang merawat ku dengan caranya ..
Beliau menuntunku untuk menjadi pribadi yang bisa mandiri..
Bahkan beliau lah yang mengajarkan aku untuk memulai sebuah bisnis
Aku yang awalnya tidak tahu apapun, kini aku bisa mengerti tentang perjalanan bisnis..
Dulu almarhum ibu Ika meninggalkan banyak sekali harta,, dan sebutan ibu Ika kini adalah janda elit,, janda yang mempunyai banyak sekali harta dan tak akan habis selama tujuh turunan,,
Beliau memilih untuk hidup sendiri selama 20 tahun terakhir ini tak pernah beliau terpikirkan sedikit pun untuk menikah lagi,, cinta dan kasih sayang yang di miliki untuk almarhum suaminya begitu sangat besar.. Sehingga dia rela untuk mengabdikan hidupnya untuk almarhum suaminya..
Ibu Ika yang tidak mempunyai seorang anak pun kini ibu Ika bahagia dengan hadir nya diriku ..
Beliau memiliki sebuah perusahaan tapi semua itu di kerjakan oleh orang kepercayaan beliau..
Ibu Ika hanya memantau saja apa yang terjadi di dalam perusahaan itu kadang jika ada masalah yang tak terselesaikan baru lah ibu Ika yang turun tangan sendiri.. Tapi selama kondisi masih kondusif semua bawahan ibu Ika yang mengerjakan nya..
Aku menceritakan semua yang aku alami satu tahun yang lalu..
Beliau yang menguatkan ku hingga aku bisa menjadi wanita yang tegar dan sangat kuat.
Kini kakiku berhenti tepat di gedung besar dengan memiliki halaman yang sangat luar..
" PENGADILAN AGAMA " sebuah papan besar yang terpampang di depan gedung itu
Aku memandang dengan penuh kemantapan di dalam hatiku..
Kakiku berjalan masuk ke dalam gedung itu dan aku menyerahkan semua dokumen yang telah aku bawa
Di dalam gedung itu aku bertemu dengan seseorang yang akan membantu memproses masalah yang aku alami ini .. di dalam telepon aku sudah menjelaskan semuanya kepada bapak ARI dan saat aku bertemu dengan bapak ARi aku tak perlu lagi menjelaskan semua masalah ku lagi
Aku hanya perlu menyerah kan semua bukti yang aku miliki kepada bapak ARi ,,,
Bapak ARI yang kini di tunjuk oleh ibu Ika untuk menjadi pengacara ku ,, bahwa aku ingin bercerai dengan suamiku ..
__ADS_1
Aku ingin semua berjalan lancar dan aku tak ingin sedikit pun bertemu dengan Joy saat sidang berlangsung nanti .. ingin rasanya semua ku serahkan kepada pengacara ku .. tapi lagi dan lagi hatiku berkata aku tidak boleh lagi lari dari masalah yang aku alami ,, aku tidak boleh menjadi wanita yang pengecut dan aku tidak akan menyia-nyiakan apa yang telah ibu Ika ajakan kepadaku selama ini.
Setelah selesai bertemu dengan pengacara ku .. kini aku berjalan menuju kerumah .. dan saat di tengah perjalanan aku melihat ada sebuah toko baju yang menjual baju anak perempuan ..
Ku pandangi baju itu hingga akhirnya aku memutuskan untuk membelinya ..
Mobil ku berhenti tepat di suatu toko baju itu ..
Aku berjalan masuk dan hendak membeli gaun yang sangat indah itu ..
Saat aku berjalan-jalan di dalam toko itu aku tak sengaja bertemu dengan seorang wanita yang seperti nya mengenal penampilan wanita itu ..
Gaya yang khas Dari seorang Sabrina ,,
" Aurora apakah itu kamu? " sapa Sabrina kepada ku pandangan Sabrina yang sedikit terlihat mengejutkan karena tak menyangka bertemu dengan ku saat ini
Begitupun juga aku awalnya aku ragu tapi aku telah menguatkan hatiku selama ini. Percuma perjuangan ku selama satu tahun ini jika aku tak berani menjawab pertanyaan dari Sabrina siang ini
" Ya ini aku.. " jawabku balik kepada Aurora
Aku tak mempedulikan Sabrina yang telah berhadapan dengan diriku .. aku mengacuhkan sabrina begitu saja
Aku berjalan melewati tubuhnya yang sedang mematung saat melihatku ..
Selintas terpikirkan di dalam benakku , " apakah itu bayi dari Joy atau bukan" saat aku melihat perut Sabrina yang sudah membesar ..
" Tunggu rora " panggil sabrina kepada ku
" Ada apa ?" Tanyaku cuek sambil menoleh ke arah nya kembali
" Bagaimana kabarmu? Apakah kamu tidak ingin tahu kabar Joy saat ini " tanya Sabrina seperti tak tahu malu kepada ku
" Untuk apa Kamu bertanya seperti itu, bukankah aku sudah pernah bilang kepadamu jika aku telah membuang sampah ke selokan dan kamu bisa mengambil nya " jawab ku acuh kepada Sabrina
" tidak rora ,, tunggu aku akan menjelaskan apa yang terjadi selama satu tahun ini , tolong berhentilah " sahut Sabrina sambil berlari kecil agar dapat mengejar ku
Tak perlu lama bagiku untuk pergi dari Sabrina ,, aku sudah menguatkan hatiku untuk tidak akan sedikit pun menjalin hubungan dengan mereka lagi ..
Kini penampilan ku sudah berubah .. aku memakai pakaian yang rapi sebuah setelan jas berwarna abu muda dengan bertenteng tas bermerek yang membuat penampilan ku semakin mencolok .. aku yang dulu tak bisa berdandan kini aku bisa mengoles make up di wajahku ..
Wajahku yang glowing dan sangat bercahaya membuatku semakin percaya diri saat ini .. ibu Ika mengajar kan aku banyak hal dari mulai berdanda dan sampai bisa memilih baju apa yang cocok untuk aku kenakan ..
__ADS_1
Kaos dan hanya celana saja yang selalu aku kenakan dulu kini semua itu tidak lagi aku ,, aku menjadi Aurora yang baru dengan penampilan yang sangat mengagumkan ..
Aku tak ingin di injak-injak oleh siapapun ..