
" Aku ingin segera mempercepat gugatan cerai ku kepada joy, tolong urus secepatnya " Ucapku kepada bapak ARI
Aku menutup telpon ku siang itu..dan aku meletakkan ponsel ku di meja kerja ku.. Langit yang cerah hari ini se akan menarik tubuhku untuk melihat cahaya siang itu..
Aku berjalan mendekat ke arah jendela.. Ku pandangi cahaya langit yang cerah,, aku merasakan ada hembusan angin yang menerpa wajahku .. Begitu dingin dan menyejukkan jiwa..
Hatiku sedikit tenang di saat aku menarik nafas di dekat jendela itu.. Aku melihat sekeliling kantorku.. Betapa terkejutnya aku saat aku melihat joy yang masih setia menunggu ku di bawah sana..
" Joy sedang aapa dia disana " Lirih ku di dalam batin ku..
Joy yang sedang duduk santai di bawah pohon yang rindang di dekat taman kecil yang berada di perusahaan ku..
Aku tak menyangka jika joy setia menunggu ku siang ini, aku segera menutup jendela ku lagi dan berjalan menjauh menuju ke tempat duduk ku..
Siang berlalu,, dan senja pun kini telah menjemput,, aku hanya berharap tidak akan pernah bertemu kembali lagi dengan joy
" Tantri masuklah " Teriak ku kepada Tantri
" Iya ibu ada apa? " Sahut Tantri kepadaku
" Tolong ambil dan bawa mobil Sabrina kesini " Pintaku kepada Tantri
" Baiklah aku akan segera membawa mobilnya kemari, tapi...? " Ucap Tantri dengan keraguan di dalam hatinya
" Ada apa? Kenapa tidak melanjutkan kata-kata mu" tanyaku kepada Tantri
" Maaf aku takut ibu marah jika aku mengucapkan hal yang tidak ingin anda dengar " ucap Tantri kepadaku dengan menundukkan wajahnya ke bawah
" Cepat katakan, aku tidak ingin melihat mu berbelit - Belit seperti itu " sahutku kepada Tantri
" Baiklah aku akan mengatakan yang sebenarnya , bapak Joy tidak mau pergi dari perusahaan ini ,, saya sudah mengusir nya berkali-kali tapi beliau tetap tidak mau pergi dan seperti nya sekarang beliau sedang menunggu anda di bawah " ucap Tantri kepadaku
" Ya .. aku sudah tau jika Joy tidak kunjung pergi dari perusahaan ini .. apa kamu sudah bilang sama satpam agar tidak membiarkan Joy untuk masuk kesini dengan se enaknya " tanyaku kepada Tantri
" Sudah Bu , tapi bapak Joy bersih keras dengan pendirian nya " jawab Tantri sore itu
" Ya sudah pergilah dan lakukan apa yang aku perintahkan tadi , kalau kamu sudah sampai cepat telepon aku , aku akan segera keluar dan turun ke bawah " ucapku kepada Tantri
" Baik ibu " sahut Tantri sambil meninggalkan aku sendirian di dalam ruangan
Beberapa menit aku menunggu kabar dari Tantri ,, kini Tantri sudah berada di bawah dengan mobil Sabrina ..
Aku melangkah kan kakiku turun untuk menemui Tantri yang berada di parkiran itu , aku tak ada cara lain untuk menghindari Joy sore itu ..
" Hai akhirnya kamu turun juga , sudah siap untuk pulang ? Aku antar ya? " " Sahut Joy kepadaku saat melihat aku yang baru keluar dari kantor
" Ya tapi aku akan pulang sendiri , aku sudah menyuruh Tantri untuk mengambil mobil Sabrina dan aku akan mengembalikan mobil Sabrina sekarang juga " jawabku kepada Joy
Aku berjalan menjauh dari Joy dan Joy yang terus saja mengikuti langkah ku hingga aku Sampai di mobil Sabrina
" Ini kuncinya Bu" sahut Tantri kepadaku
" Ya , terimakasih " jawabku kepada Tantri
" Tunggu " sahut Joy sambil memegang pintu mobilku dan mencegah ku untuk masuk ke dalam mobil Sabrina
" Ada apa lagi Joy, sebaiknya kamu pergi saja " ucapku kepada Joy
" Apa kamu tahu dimana Oliver saat ini ? " Tanya Joy kepadaku yang membuatku tersadar jika aku memang tidak tahu dimana Joy saat ini berada
" Hah ,, memang Oliver sudah pindah dari rumah yang dulu ? " Tanyaku kepada Joy
__ADS_1
" Aurora sadarlah sudah berapa lama kamu meninggalkan kita dan kamu masih berharap jika Oliver masih menempati rumah yang dulu ? " Tanya joy kepadaku
" Apa kamu tau dimana Oliver berada saat ini ?" Tanya ku kepada Joy
" Hmmm aku tahu , tapi aku tidak akan memberitahu dimana Oliver berada saat ini " ucap Joy kepadaku
" Joy jangan bercanda " sahutku kepada Joy
" Aku tidak bercanda Aurora , aku akan katakan dimana Oliver saat ini tapi dengan satu syarat ?" Pinta Joy kepada ku
" Apa ? " Tanyaku singkat kepada joy
" Aku tidak mau jika kamu keterlaluan meminta yang aneh-aneh" ucap ku kembali
" Tidak akan Ra, aku hanya ingin berdua saja dengan mu " sahut Joy kepada ku
" Lebih baik aku pergi saja sendiri ,," ucapku yang ingin menutup pintu mobil ku
" Ra tunggu ,, hanya sampai di rumah oliver saja setelah itu kita akan berpisah " jawab Joy kepada ku
" Yakin ya? Janji ? Setelah itu jangan pernah menganggu ku lagi " pintaku kepada Joy
" Oke baiklah , deal dan biarkan aku yang akan membawa mobil Sabrina " pinta Joy kepadaku
" Ya terserah kamu " ucapku kepada Joy
Sore itu aku kembali bersama dengan Joy ,, lagi dan lagi aku berkesempatan untuk berdua saja dengan Joy ,, se akan takdir yang menyatu kan kita kembali untuk bersama ..
Di dalam mobil sabrina aku lebih memilih untuk diam dan tak berkata apapun .. aku tak ingin banyak bicara dengan Joy ,, walaupun Joy dari tadi ingin sekali mengajak ku untuk mengobrol
" Ra jangan diam saja , kamu seperti patung yang sedang duduk di sebelah ku " ucap Joy kepada ku
" Jangan gitu lah Ra ? Have fun sekali kali Ra " jawab Joy
" Have fun bagaimana, nyesek iya " jawabku kepada Joy
" Ra segitunya ya membenci aku ? "
" Ya benci banget sama kamu " ucapku kepada Joy
" Benci nanti lama - lama bisa jadi cinta Lo Ra hehe " canda Joy kepada ku
" Apa sih , simpan saja bualan mu itu untuk wanita lain ,, " ucapku kepada Joy
" Wanita siapa ? Enggak ada Ra , , hanya kamu yang ada di hatiku dan sampai saat ini hatiku masih bergetar untukmu Ra " gombal Joy kepadaku
" Isssshhhh kenapa aku baru sadar jika kamu mempunyai sifat seperti Tiger yang akan mengejar terus mangsanya sampai dapat " jawabku kepada Joy
" Tiger ? Buaya kali Ra , yang ada itu orang-orang pasti menyebutnya buaya bukan Tiger " ucap Joy kepada ku
" Dasar O'on .. buaya itu hewan yang paling setia bahkan dia akan lebih memilih hidup sendiri sampai mati jika pasangan nya telah pergi meninggalkan nya lebih dulu gak kayak kamu " sahut ku kepada Joy
" Kalau tidak percaya baca saja di google " ucapku kembali kepada Joy
Ha ...ha ... Ha ...
" Kamu pikir aku sedang melawak " tanyaku kepada Joy yang tertawa dengan gembira
" Mana sih rumah oliver ini sudah satu jam Lo Joy " tanyaku kepada Joy
" Maaf Ra sengaja tadi aku putera-puterin wkwkwk " jawab Joy dengan tertawa kembali
__ADS_1
" Dasar orang gilaaaaaa" teriak ku kepada Joy
" Ampun Ra ,, itu udah di depan rumah nya " ucao Joy kepadaku
" Awas ya kalau kamu berbohong lagi kepadaku , aku akan lompat dari sini " jawabku kepada Joy
" Jangan Ra mati nanti " sahut Joy
Tak lama kemudian mobil Sabrina sudah sampai di depan rumah Oliver ..
Aku dan Joy segera melangkah untuk menuju ke pintu rumah Oliver
Joy beberapa kali mengetuk pintu rumah Oliver tapi tak kunjung juga di buka ..
Hingga akhirnya seorang wanita yang sudah sedikit sepuh membuka pintu rumah oliver
" Tuan Joy , Aada apa ? Maaf si mbok tadi Lagi bersihin kamar mandi jadi tidak tahu ada tamu " ucap wanita yang sedikit tua itu kepadaku dan juga Joy
" Oliver kemana mbok ? " Tanya Joy kepada wanita yang sedikit tua itu
" Tuan Oliver sedang keluar kota tuan " sahut si mbok Risna itu
" Kapan dia pulang ?" Tanya Joy ke mbok Risna
" Saya tidak tahu pastinya kapan tuan , lebih baik tuan menghubungi tuan Oliver saja, mbok mah taunya cuma rumah saja " sahut mbok Risna
Aku merasa kecewa karena tak bertemu dengan oliver dalam hati aku ingin tahu kenapa dia marah kepadaku waktu itu..
" Tenang Ra kamu jangan khawatir, aku akan menelpon Oliver " sahut Joy kepadaku karena melihat raut wajah ku yang resah
" He'emb " sahutku sambil mengangguk kan wajahku ke bawah
Aku menunggu Joy yang masih menghubungi Oliver malam itu ..
Hingga Joy mengatakan sesuatu kepada ku
Aku berdiri sedikit menjauh dari Joy , aku menatap rumah Oliver dan terus memandangi rumah itu ..
Rumah penuh bunga dan taman seperti rumah nya dahulu ..
" Aurora " panggil Joy kepadaku dan mendekat ke arah ku
" Ada apa ?" Tanyaku kepada Joy
" Seperti nya Oliver sedang tak ingin bertemu dengan mu Ra ? " Jawab Joy kepadaku
" Kenapa ? Apakah dia menghindar dariku ?" Tanyaku kepada Joy
" Ya ,, Oliver merasa kematian Sabrina di sebab kan oleh mu Ra " ucap Joy kepadaku
Aku sudah merasa jika semua ini akan terjadi ,, kesalahpahaman yang terjadi antara aku dan juga Oliver ,,
" Tapi kenapa ? Apa yang sudah aku perbuat hingga Oliver begitu menyalahkan aku akan kematian dari Sabrina ?" Tanyaku kepada Joy
" Oliver bilang dia mendengar dari salah satu perawat di rumah sakit saat itu jika kamu tidak mau menjadi wali untuk Sabrina, aku juga tidak tahu persis nya bagaimana Ra , lebih baik kamu menjelaskan sendiri kepada Oliver " sahut Joy kepadaku
" Tapi aku tidak tahu dimana Oliver saat ini berada " tanyaku kepada Joy
" Dia ada di pulau Bali ,, dia butuh ketenangan Ra untuk saat ini " ucap Joy kepadaku
" Apa kamu mau menyusul Oliver kesana ?" Tanya joy kepada ku
__ADS_1