
" Bagaimana aku tidak terkejut, alvin tidak pernah bercerita kepadaku sebelum nya "
Aku sedikit mengerutkan bibirku dan duduk tanpa melihat ke arah Alvin yang masih berjalan menuju ke arah ku dan juga jeng sella
" Maaf sayang, hanya ini yang aku sembunyikan dari kamu, aku tidak mau kamu nanti tidak jadi menikah dengan ku cuma gara-gara ini "
Ekspresi wajah Alvin dan sorot matanya yang berbinar seolah mengatakan kejujuran kepada ku pagi ini
Alvin yang sudah berada di dekatku sambil memeluk pundak ku dan mencium rambut ku
Kini Alvin setengah berjongkok di depan ku dan memegang tangan ku
" Aku berjanji kepadamu akan selalu setia kepadamu Ra, tapi tolong Terima aib keluarga ku ini Ra "
" Bangun Vin, kenapa kamu bisa berfikiran seperti itu, apa kamu lupa jika kita semua punya masa lalu Masing-masing?"
Raut wajah Alvin yang penuh dengan penyesalan dia seperti memohon kepadaku agar aku bisa memaafkan nya untuk kali ini
" Aku tidak sanggup jika kehilangan kamu Ra, sudah banyak wanita yang menolak ku cuma gara-gara masalah ini, setiap wanita yang aku ajak kemari dan bertemu dengan sari pasti mereka ujung-ujungnya menjauh dariku dan sari selalu saja membuat masalah "
Terdengar suara Alvin yang melemah seolah menyesal dengan apa yang telah dia sembunyikan kepada ku tubuh Alvin tergerak lalu berdiri tanpa melepaskan tangan nya dariku, dia terus saja memegang tangan ku seolah tak ingin kehilangan aku karena mengetahui aib di dalam keluarga nya
" Tunggu jadi sebelum nya ini sudah pernah kejadian? Kenapa sari melakukan hal seperti itu? “
Aku yang mulai penuh dengan tanya di dalam otakku
" Yaaahhh biasa si sari ngaku-ngaku nya istri alvin Ra" Sahut jeng sella sambil memegang minuman yang berada di tangan nya
" Apa? "
Aku yang terkejut dengan pengakuan jeng sella sontak aku melihat ke arah nya yang berada tak jauh dariku
" Tapi tunggu, dulu pas aku sering main kesini si sari kemana? " Tanyaku yang tiba-tiba teringat saat masih berpacaran dengan Alvin
" Sari baru balik dari kampung halaman nya Ra, sebenarnya mamah juga tidak setuju ketika dia balik lagi kesini tapi berhubungan mamah sudah berjanji dengan almarhum papanya Alvin ya sudah mau tidak mau ya harus mau " Suara jeng sella yang terdengar lantang memenuhi area dapur ini
" Berarti mereka sebenarnya saudara kan ma? Kok bisa si sari jatuh cinta sama Alvin? “ tanyaku kepada mereka berdua
" Ya kamu benar Sari itu memang kurang ajar Ra, bisa-bisa nya dia jatuh cinta sama Alvin padahal mereka bersaudara cuma beda ibu saja, mama juga gak habis pikir dengan cara dia berfikir mungkin saja sari itu ingin menghancurkan keluarga ini Ra " Jawab jeng sella yang berbicara serius kepadaku
" Tunggu mah, terus mamanya si sari sekarang dimana? "
Dengan segala keingintahuan ku, aku bertanya kepada jeng sella
" Nah pertanyaan yang bagus itu Ra, mamanya sari si denok itu udah mati Ra, mereka kecelakaan saat sari masih kecil, maksud mama papanya Alvin sama denok.
__ADS_1
akhirnya ya mau tidak mau mamah ngerawat sari dan itu adalah permintaan papanya alvin juga sebelum meninggal. Gitu aja sari masih tidak Terima dengan aku katanya aku yang membuat mereka jadi meninggal.. Ehh kalau mamah ingat-ingat jadi BT juga mamah"
Raut muka jeng sella seketika berubah menjadi sangat muram saat menceritakan hal yang sangat membuatnya kecewa
" Sudah jangan di bahas ma, nanti seiring berjalan nya waktu pasti aurora lama kelamaan juga akan mengetahui semua nya "
Sahut Alvin yang menyela pembicaraan di antara kita
" Kamu tidak apa-apa kan Ra? " Tanya Alvin kepadaku yang melihatku sedikit muram
" Tidak apa-apa hanya saja masih banyak pertanyaan yang ada di dalam otakku " Ucapku kepada Alvin
" Nanti aku ceritakan didalam kamar saja Ya" Sahut Alvin kepadaku
" Baiklah kalau begitu lebih baik kalian makan saja, mamah mau pergi dulu"
Raut wajah jeng sella yang terlihat seperti memerah karena memendam amarah di dalam hatinya
Aku hanya melihatnya saja ketika jeng sella pergi dari hadapan ku saat ini
" Mau makan apa sayang? "
Suara Alvin yang mengagetkan ku saat aku masih melihat ke arah jeng sella yang berjalan sudah menjauh
" Eh iya tadi aku belum selsai masak nya " Jawab ku yang terkejut dengan perkataan Alvin kepadaku
Alvin yang sudah berdiri dari tempat duduknya dan mengajak ku untuk pergi dari dapur saat ini
" Tapi janji ya ceritakan semuanya sama aku di kamar nanti "
Ucapku sambil memegang tangan Alvin
" Tenang saja, apa yang kamu tanyakan dan apa yang kamu ingin tahu aku akan menceritakan semuanya kepada mu tanpa terkecuali " Sahut Alvin yang terus saja menarik tangan ku agar aku beranjak dari tempat duduk ku
Kini aku berdiri dan berjalan dengan Alvin menuju ke arah kamar
" Ke kamar lagi ke kamar lagi "
Suara sari yang terdengar dari arah belakang aku dan Alvin sontak aku pun menoleh ke arah sari yang berjalan mengikuti ku dari belakang
" Mau ikut? "
Ucapku yang sengaja menggoda sari agar dia terpancing
" Boleh memangnya aku ikut kalian ke dalam? " Jawab sari dengan ekspresi wajah yang memerah seperti menahan malu
__ADS_1
" Apa sih Ra" Suara Alvin yang berbisik di telingaku
Aku hanya tersenyum kecil saat melihat ke arah sari
" Boleh tidak ada yang ngelarang, masuk saja__" Sahutku kembali kepada sari
Terlihat Sari dengan semangat berjalan ke arah kamar dengan berliuk-liuk
" Bersihkan semua nya "
suaraku yang membuat jalan Sari berhenti seketika saat sudah berada di tengah pintu
Sontak Sari menoleh dan menatap tajam ke arah ku
" Hmmm__ gak sudi. " Jawab Sari yang mencerutkan bibir nya lalu bergerak cepat memutar tubuhnya dan pergi dari kamar ku
" Istriku mulai nakal ya"
Sahut Alvin yang tertawa kecil karena aku mengerjai Sari pagi itu
" Biarkan saja, biar dia tidak seenaknya bisa godain kamu "
" Lakukan saja apa yang kamu inginkan, tapi jangan sampai keterlaluan ya " Jawab Alvin kepadaku
" Tenang sayang, aku bukan wanita yang kejam kok "
Ucapku sambil berjalan menuju ke dalam kamar
~ tingggggg ~
Suara pesan masuk di ponsel ku
" Tunggu vin aku ambil ponsel ku dulu "
Aku yang mendengar seperti ada suara pesan masuk di dalam ponsel ku dan berjalan ke arah ponsel ku yang aku letakan di meja rias ku
" Siapa Ra yang mengirim pesan kepada mu? "
Tanya Alvin kepadaku dan dia berjalan mendekat ke arah ku
Mataku terbelalak sangat lebar saat melihat Oliver mengirim kan uang yang begitu banyak ke dalam rekening ku
" Apa yang dilakukan? " Suara Alvin yang mengejutkan
Aku dan Alvin saling menatap dan memandang satu sama lain
__ADS_1
Di pesan itu bertuliskan
# hadiah untuk mu__ dan hanya untukmu semoga kamu berbahagia selalu aurora #