
" Tak Seharusnya kamu berbicara seperti ini kepadaku, aku pun juga tak mau jika akhirnya jadi seperti ini, jika kamu butuh sesuatu untuk di salah kan maka salahkan saja takdir yang kejam ini dan satu hal yang aku pinta darimu.
Jadilah lelaki bijak agar tidak ada yang tersakiti di antara kalian berdua " Sahut Olivier yang mencoba memberi saran kepada Alvin yang sedang terbakar emosi di pagi yang sangat buta ini
" Kamu.. Tidak berhak berkata seperti itu kepada ku' jika kamu lelaki bijak kenapa kamu sekarang berada disini dan ingin mengambil kebahagiaan di antara kita berdua " Ujar Alvin yang mencegah Oliver pergi
Setelah Oliver berkata seperti itu kepada Alvin dia pun ingin pergi dari ruangan aurora dan saat tubuh nya melewati mereka berdua tiba-tiba terdengar suara alvin yang berkata demikian kepada Oliver
" Jawaban dari semua pertanyaan kamu ada di depan matamu, tanya sendiri kepada aurora kenapa dia menyembunyikan hal yang sangat besar ini kepadamu dan aku tidak ingin mencampuri masalah kalian berdua lebih baik kalian selesaikan saja masalah kalian berdua " Ujar Oliver sambil melepaskan tangan Alvin yang berada di pundak Oliver
Oliver menatap wajah aurora yang masih terisak dengan tangis nya lalu dia melanjutkan perjalanan nya untuk pergi dari mereka berdua.
Keheningan terjadi di antara aurora dan juga alvin setelah Oliver pergi menjauh saat ini
Tapi satu hal yang paling mengejutkan Oliver kembali berjalan ke arah aurora dan juga alvin
" Jangan sampai aku membuat bungamu mekar kembali dan jika kamu tidak bisa mempertahankan wewangian di bunga itu lebih baik kamu tinggal kan saja dari pada kamu harus merusak nya dan membuat nya menjadi layu " Terdengar suara bisikan Oliver kepada alvin
Sontak alvin menatap tajam ke arah Oliver
" Apa maksud dari kata-katamu ? " Ujar alvin dengan nada yang sedikit bingung karena ucapan dari Oliver
__ADS_1
" Pikiran itu brow__ " Sahut Oliver sambil menepuk pelan pundak alvin
Dan terlihat alvin yang tak sudi saat di tepuk pundaknya oleh Oliver dia pun buru-buru menyingkirkan tangan Oliver di pundak nya
Setelah selesai Oliver pun benar-benar pergi dari mereka berdua
" Kamu dengar apa yang di katakan oleh kekasih mu itu kepadaku? " Sahut alvin dengan nada yang sangat membuat aurora menjadi naik darah
" Apa? Kekasih kamu bilang, vin selama kita menikah aku tidak pernah berselingkuh ataupun menyakiti hatimu vin dan masalah ini hanyalah masalah kecil yang aku perbuat dengan tidak sengaja, akupun dari kemarin sudah ingin memberitahu semua kebenarannya tapi kamu tidak ada saat aku menunggu mu semalaman ini dan kamu datang padaku kembali dengan sikap yang membuatku sangat terkejut, kenapa vin? Kenapa sikap mu kepadaku selalu saja cepat berubah? Kadang kamu sangat mencintai ku dan kadang kamu bisa menjadi lelaki yang sangat menakutkan seperti ini? Apa kamu tidak bisa sekali saja memaafkan kesalahan ku untuk yang pertama kali? KATAKAN VIN.. Biar semuanya jelas dan aku bisa mengambil sikap kepadamu " Ujar aurora yang panjang lebar kepada Alvin
" Mengambil sikap untuk ku? Apa aku tidak salah dengar Ra__ seharusnya aku yang marah tapi kenapa kamu yang marah kepada ku? Sikap ku selalu saja bergantung dengan sikap mu Ra__kamu salah jika harus berkata seperti itu(titik) " Sahut alvin dengan nada emosinya yang di tunjukan kepada aurora
"Aku sudah minta maaf kepada mu berulang kali vin, lalu aku harus bagaimana lagi agar kamu bisa memaafkan ku? Jujur aku juga tidak mau seperti ini vin, aku juga tidak tahu jika akhirnya masalah ini menjadi sangat rumit di antara kita berdua, aku hanya ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu vin tidak ada lagi. Tapi jika kamu tidak bisa menerima calista aku pun juga tidak tahu harus berbuat seperti apalagi " Suara yang tadinya menggebu-gebu saat berucap lama kelamaan suara itu terdengar sangat lirih saat aurora mengatakan kalimat terakhir nya kepada alvin
" Aku sangat mencintaimu Ra__ tapi untuk saat ini hatiku masih sangat terluka dengan semua kebohongan mu dan aku harap kamu bisa menerima nya, biarkan hatiku sendiri yang menyembuhkan lukaku dan kamu tidak usah melakukan apapun lagi " Ujar alvin kepada aurora
" Istirahat lah jangan sampai kumbang itu melihat mu seakan-akan aku sedang menyiksa bunga nya " Sahut alvin kembali kepada aurora yang menyuruh aurora untuk kembali ke ranjang nya
Aurora tak berkata apapun lagi kepada alvin, dia hanya menatap wajah alvin dengan sangat sendu
" Sejujurnya aku hanya ingin kamu menerima calista tanpa tau siapa papa kandung nya dan inilah alasan ku kenapa aku tidak bercerita kepada mu, aku takut jika kamu tidak lagi menyayangi calista seperti dulu jika tahu papa kandung nya adalah Oliver (pria yang selama ini masih mengharapkan cinta dari ku) " Lirih ku di dalam hati saat menatap wajah alvin
__ADS_1
Hambatan di setiap hubungan itu pasti tapi yang penting adalah bagaimana sikap kita saat menghadapi badai yang datang
Jika kita lebih memilih ego kita tanpa melihat kebenaran yang sesungguhnya maka dunia yang indah ini akan lenyap seketika
# pikirkan lah hidupmu akan bahagia jika kamu menciptakan dengan caramu sendiri tanpa di dasari oleh EGO yang tinggi dan satu hal yang harus kamu ingat, MARAH tidak akan pernah menyelesaikan setiap masalah justru itu akan membuat masalah menjadi sangat besar #
Setelah menatap wajah alvin aku pun segera kembali ke ranjang dan segera mengistirahatkan tubuh ku di atas ranjang itu
" Vin__ apa kamu akan berada di ambang pintu itu selamanya? Mendekatlah vin, aku butuh kamu untuk selalu bersama ku " Ucapku saat masih melihat alvin yang tak kunjung beranjak di ambang pintu
" Aku tidak bisa Ra " Ucap alvin dengan nada yang sangat berat
" Apa maksud dari ucapan mu vin? Tolong vin jangan seperti ini, aku mohon " Ujar aurora dengan nada yang sangat polos dan memohon kepada alvin
" Biarkan aku menenangkan hatiku sebentar saja Ra, jangan mencari ku dan jangan menghawatirkan aku, aku sudah menelpon mama untuk datang kesini kamu bisa di temani oleh mama untuk sementara waktu " Ucap alvin yang membuat aurora sangat terpukul dengan tindakan alvin
" Vin___ vinnnnnnnnn jangan pergi vin" Teriak aurora saat melihat alvin pergi dari ruangan itu
*
Beberapa menit kemudian
__ADS_1
" Ada apa ini nduk? Kenapa kamu menangis? " Sahut mama sella karena melihat aurora yang menangis di atas ranjang
" Kemana alvin kenapa kamu sendirian? Apa yang sakit? Bilang sama mama? Mama panggil kan dokter ya? " Ujar mama sella kepada aurora yang terlihat sangat menghawatirkan keadaan menantu nya