
"TAdi itu kuburaaaannn " ucap Joy kepadaku
" APA " tanyaku dengan terkejut kepada Joy
" Aku melihat ada pocong yang berdiri tak jauh darimu tadi Ra " ucap Joy
```` Waaaaaaaahk```````` cliiiing
Kini pocong itu sudah berada di hadapan ku dan juga Joy
" Pergi kamu pocong jangan ambil istriku " ucap Joy sambil melempar kan sepatu nya ke arah pocong itu
Aku meninggalkan Joy yang masih memaki pocong itu
" Pocong sialan pergi kamu jangan ganggu aku , kamu pikir aku takut kepada mu " jawab Joy sambil berlari terbirit-birit
" Ra kamu dimana ? Aurora tunggu aku " teriak Joy kepadaku
Aku tidak memperdulikan Joy malam itu aku segera berlari sekencang mungkin meninggal kan tempat itu ..
Kini nafasku yang masih Ter engah - engah karena telah berlari dengan sangat jauh .." Ra mobil Sabrina bagaimana ? " Tanya Joy kepada ku saat sudah berhasil menjauh dari pocong itu
" Haduh bodoh kenapa kita tidak naik mobil saja sih Joy , kamu sih lari duluan " ucap ku kepada Joy
" Aku tidak mau balik kesana lagi , kamu saja yang mengambil nya dan bawa kesini " ucap ku kepada Joy
" Lelaki kok takut hantu" ejek ku kepada Joy
" Aku tidak takut Ra hanya saja tadi tidak sengaja " jawab Joy kepadaku
" Tidak sengaja apa ? Bahkan kamu duluan yang meninggal kan aku tadi " jawab ku kepada Joy " lelaki apaan loh " ucapku kembali kepada Joy
Joy yang melihatku seperti sedang menahan tawanya
Ku lihat bibir nya bergetar se akan ingin tertawa ..
" Jangan tertawa " ucap ku kepada Joy
" Hmmm tidak aku tidak akan tertawa " ucap Joy sambil menahan tawanya malam itu
" Ya udah lebih baik kita segera mencari tempat berteduh lihat tubuh mu basah " jawab Joy kepadaku
" Tapi kakiku capek Joy karena telah berlari tadi " jawab ku kepada Joy
" Ya sudah ayoo biar aku gendong tapi dengan satu syarat lebih baik kita mengambil mobil Sabrina besuk saja ya Ra " jawab Joy kepada ku
" Hmmm terserah kamu saja "
Malam itu dengan di temani rintik hujan aku berada di atas punggung Joy ..
Joy berjalan cukup jauh dengan menggendong tubuh ku di atas punggung nya ..
__ADS_1
Kedua kakiku yang merasa sangat lelah dan tubuhku yang basah karena rintik hujan ..
" Ra jangan tidur " sahut Joy kepadaku yang berada di atas punggung Joy
" Hmmm " jawabku singkat
" Ra bangun atau aku turun kan kamu " jawab Joy dengan menggoyangkan tubuh ku
" Iya Joy iya duh bawel " jawabku kepada Joy
Beberapa menit Joy berjalan akhirnya Joy menemukan sebuah supermarket yang berada di pinggir jalan itu
" Akhirnya kita bisa selamat Ra " sahut Joy kepadaku yang sudah tertidur di atas punggung Joy
*
*
*
Ke esokan harinya ..
" Sudah bangun " sahut Joy kepadaku
Aku terbangun dari tidur ku .. aku melihat sekeliling seperti berada di dalam ruangan yang sangat kecil dan sederhana
" Kita dimana Joy ?" Tanyaku kepada Joy
" Kita berada di rumah bapak SUNU "
" Siapa itu Joy ? "
" itu pemilik supermarket yang di depan , lagian kamu sih pakai acara Ketiduran segala " jawab Joy kepada ku
" Maaf Joy capek banget aku " sahutku kepada Joy
" Cepat bangun gih ,, kita harus segera pulang " jawab Joy kepadaku
Embun pagi yang membasahi rumput - rumput itu seolah menjadi saksi bisu atas hujan yang telah membasahi bumi tadi malam ..
Aku menunggu Joy di luar rumah bapak SUNU
Aku mendengar Joy yang sedang berpamitan dan juga mengucapkan terimakasih atas tumpangan yang di berikan oleh ku dan juga Joy semalam
Setelah selesai berpamitan
Kini aku dan Joy sedang berjalan menuju ke arah mobil Sabrina yang tertinggal di depan kuburan ..
Butuh waktu beberapa menit untuk aku dan Joy Sampai di depan kuburan itu
Di dalam perjalanan kita di pagi buta aku tidak begitu banyak bicara begitu pun dengan Joy .. Kita sama-sama menikmati pemandangan pagi itu .. banyaknya pepohonan hijau dan seperti tanaman kebun kopi yang menghiasi jalan itu ..
__ADS_1
Jalan yang begitu sangat sepi seperti di sebuah pendesaan hanya ada tanaman dan juga pepohonan di sana .. harum bunga yang mekar bunga kopi menyengat hidung ku dan juga Joy harum bunga itu seperti harum bunga melati ..
Begitu segar dan membuat tubuhku menjadi rileks .. aku menghirup nafas ku dalam-dalam dan menghembuskan nya secara perlahan ..
Sebentar saja aku menikmati udara pagi ini .. dan aku melihat Joy hanya memandang ku saja sambil tersenyum ke arah ku
*
Kini aku dan Joy telah sampai di depan kuburan itu,, kuburan yang sangat luas tapi anehnya aku tidak melihat ada sebuah toilet yang berada di antara kuburan itu ..
Kepala ku celingukan dan saling memandang Antara aku dan Joy .. aku segera masuk ke dalam mobilku begitu pun dengan Joy ..
" Joy cepat pergi dari sini " ucapku kepada Joy karena merasa bulu kudukku seolah sedang berdiri
Tak perlu waktu lama bagi Joy untuk segera menancapkan mobilnya menjauh dari kuburan itu ..
*
*
Beberapa menit kemudian ..
Mobil Sabrina telah sampai di depan rumah ku
" Itu mobil siapa Joy aku tidak pernah melihat mobil itu sebelum nya " tanyaku kepada Joy Karena melihat ada sebuah mobil yang terparkir di depan rumah ibu Ika
Aku segera turun dari mobil Sabrina dan segera memasuki rumah ibu Ika ..
Betapa terkejutnya aku saat melihat oliver yang berada di dalam rumah ku sedang bercanda gurau dengan calista ..
" Sedang apa kamu disana ? " Tanyaku kepada Oliver
" Aku hanya ingin mengambil mobil Sabrina saja " jawab Oliver sambil berdiri dan mendekat ke arah ku
Tanganya yang menengadah seperti meminta kuncinya kepada ku
" Aku tidak membawa nya , Joy yang mengendarai mobil Sabrina " ucapku kepada Oliver
Oliver berlalu dan meninggalkan aku , dia segera menuju ke arah Joy yang berdiri di belakang ku
" Tunggu " ucapku kepada Oliver
Oliver tidak menghiraukan aku pagi ini ,, setelah dia berhasil mengambil kunci mobil itu dari Sabrina dia segera berjalan menuju keluar rumah
" Oliver kenapa kamu tidak menghiraukan aku sama sekali ?" Tanyaku kepada Oliver
" Aku tidak ingin bertemu ataupun mengenal mu lagi " ucap Oliver yang tak memandang ku sama sekali
Aku berbicara di balik punggung oliver
" Tapi kenapa ?" Tanyaku kepada Oliver " bukankah seharusnya aku yang berhak marah kepada mu ?" Tanyaku kembali
__ADS_1
" Kamu yang sudah membunuh sabrina" jawab oliver dengan melanjutkan langkahnya lagi untuk menjauh dariku
" Baiklah kalau itu yang membuatmu senang, pergi lah dan jangan pernah datang ke rumah ini lagi dan aku harap ini adalah pertemuan kita yang terakhir,, tapi kamu harus tau satu hal ,, aku bukan lah orang yang seperti kamu kira ,, aku tidak membunuh sabrina .. dan bukan aku juga yang mencelakai Sabrina ,, tidak masalah bagiku jika kamu marah kepadaku atau menuduhku tanpa alasan, aku tidak akan keberatan sama sekali ,, itu semua terserah kepada mu " jawab ku sambil membalikkan badan untuk pergi masuk ke dalam kamar ku