
Aku berdiri di tengah-tengah hawa yang sangat dingin ini ,, hembusan angin yang menerpa tubuhku se akan membawaku agar masuk kembali ke dalam rumah sakit ini tapi jiwaku se akan menolak untuk menolong Sabrina ..
Kejadian satu tahun lalu yang membuat ku mengingat dengan jelas apa yang mereka perbuat kepadaku ..
Hati kecilku meronta-ronta untuk segera meninggalkan rumah sakit ini ..
Ingin rasanya aku pergi saja meninggalkan rumah sakit ini Tapi langkah ku berkata lain.
Kakiku yang menuju ke dalam rumah sakit dan aku hanya mengikuti kemana perginya langkah kakiku malam ini
Sejenak aku menghilangkan pikiran burukku terhadap Sabrina aku hanya ingin menolongnya saja tanpa meminta imbalan balik dari dirinya
Sebenarnya jiwa dan pikiran ku saat ini sedang bertengkar hebat ,, antara iya atau Tidak aku tak tahu apa yang aku rasakan saat ini.. aku merasakan seperti ada seseorang yang mendorong ku untuk masuk kembali.
Aku mempercepat langkah kakiku untuk segera menghampiri Sabrina di dalam sana.
Angin yang berhembus meniup wajahku dengan sangat kencang ..
Wuuuussshhhhh ....
Suara angin yang sangat kencang
Angin kencang yang menyibakkan rambutku hingga kebelakang membuat kakiku berhenti seketika.
Degggggg..
Gemuruh di dalam hatiku
Tiba-tiba perasaan itu muncul dengan tiba-tiba, perasaan yang tak menentu dan sangat menyesakkan di dalam hatiku ...
Hatiku serasa sangat gelisah saat langkah kakiku memasuki area rumah sakit itu ..
Betapa kaget dan terkejut nya hatiku saat ini .. saat mendekat ke arah Sabrina aku melihat sabrina sudah terbujur tak berdaya dan sangat lemas di atas ranjang itu ..
Beberapa suster yang memandangiku seolah-olah ingin menyalahkan ku saat ini .. pandangan itu pandangan yang membuat bulu kudukku berdiri ,, mereka semua melotot dan memandang ke arah ku.
" Apa yang terjadi dengan Sabrina " tanyaku kepada salah satu perawat itu
" Nyonya Sabrina sudah meninggal dunia, tadi saat aku sedang memanggil suster Anna ke luar keadaan nyonya Sabrina sudah sangat kritis dan setelah aku sampai di dalam nyonya Sabrina sudah tak bernyawa kembali " ucap suster Widya kepadaku
__ADS_1
" Apa yang kamu katakan suster, tidak mungkin. semua ini tidak akan terjadi kepada Sabrina, Sabrina tidak akan meninggalkan dunia secepat ini, kalian semua berbohong kepadaku " tanyaku dengan nada terkejut sambil berjalan mendekat ke arah Sabrina
Aku menutup mulut ku yang menganga dengan kedua tangan ku .. pikiran ku tak karuan...
" Sabrina buka kedua matamu , jangan seperti ini tolong Sabrina jangan membuatku menyesal se umur hidup ku " teriak ku kepada Sabrina , tak terasa air mata ini menetes dengan derasnya membasahi kedua pipiku
Aku yang seolah tak percaya dengan apa yang terjadi , walaupun Sabrina sudah menyakiti ku tapi hati nurani ku tak tega saat melihat dirinya terbujur kaku di atas kasur rumah sakit.
Takdir berkata lain ,, hidup Sabrina telah sampai di ujung nafas nya ..
Aku segera mengambil ponsel ku kembali , aku memencet panggilan keluar kepada Joy berkali-kali tapi Joy sama sekali tak mengangkat telepon dariku ..
Aku sangat panik saat itu dan aku tak tahu apa yang akan aku lakukan saat ini
" Ibu sebaiknya segera mendatangani berkas ini dan ikhlas kan ibu Sabrina" sahut suster Anna kepadaku
" Baik suster aku akan mendatangani semuanya , tolong segera lakukan yang terbaik agar janin yang berada di dalam nyonya Sabrina bisa lahir dengan selamat tanpa hambatan apapun" pintaku kepada dokter Yoga
" Baik ibu , akan saya usahakan sebaik mungkin untuk janin yang berada di dalam perut nyonya Sabrina" ucap dokter itu kepadaku
Dan saat aku ingin mendatangani semua berkas itu aku mendengar suara langkah kaki yang semakin kencang semakin mendekat ke arah ku
" Rora " sahut Joy yang berada di belakang ku ..
" Ada apa , apa yang terjadi dengan Sabrina " ucap Joy dengan nada paniknya
Aku terdiam tak bisa berkata apapun. aku hanya menggeleng kan kepalaku kepada Joy
" Mohon maaf bapak , sebaiknya kita segera mengeluarkan bayi yang ada di dalam kandungan nyonya Sabrina" ucap dokter yang berada tak jauh dari Sabrina
" Dokter apa yang terjadi dengan Sabrina?" Tanya Joy kepada dokter
" Saya butuh persetujuan dari bapak untuk melakukan tindakan yang lebih kepada nyonya Sabrina, nyonya Sabrina sudah meninggal dunia dan saya harus segera mengeluarkan bayi yang ada didalam perut nyonya Sabrina" ucap dokter yang menjelaskan keadaan saat ini kepada Joy
" Tidak mungkin dokter, Sabrina tidak mungkin meninggal dunia " teriak Joy kepada dokter dengan nada terkejut
" Sudah bapak , tolong tenang dahulu dan segera tandatangani semua berkas ini" ucap dokter Yoga
Joy yang hanya menatap dokter itu tanpa mengucapkan apapun , tangan joy yang aku lihat bergetar saat mengambil berkas dari suster Anna .. Joy segera mendatangani berkas itu tanpa mengucapkan satu kata pun .
__ADS_1
Aku melihat ada kesedihan di dalam wajah Joy ,, kedua bola matanya menetes kan air mata.
Aku tau Joy sedang terpukul untuk saat ini , kehilangan orang yang sangat dia cintai di dunia ini
" Aurora " sahut Joy kepadaku
" Sabar Joy , Tenang dan berdoalah semoga anakmu tidak apa-apa " ucapku kepada Joy yang berjalan menghampiri ku saat ini
Setelah Joy mendatangani semua berkas itu dokter dan beberapa suster segera membawa Sabrina keruang operasi ..
Aku dan Joy menunggu di depan ruang operasi dimana Sabrina saat ini sedang menjalani operasi ..
Tanpa bicara dan tanpa berkata sepatah katapun aku dan Joy sama-sama terdiam untuk beberapa jam ..
Malam yang semakin larut dan keadaan yang semakin dingin ..
Aku duduk terdiam di atas bangkus kosong rumah sakit ini.
Dan Joy yang berdiri tak jauh dari tempat dudukku
Joy terus saja memandang ke bawah tanpa melihat ku sedikit pun disini ..
Dan di tengah-tengah operasi aku melihat Oliver yang datang dengan berlari ke arah ku dan juga Joy saat ini
" Aurora apakah itu kamu " ucap Oliver saat melihatku , hanya sepintas Oliver memandangku
Raut wajah itu , raut muka wajah Oliver kenapa menunjukkan hal yang sangat berbeda dari dugaan ku
" Kenapa sepertinya Oliver lebih merasa terkejut dari pada Joy apakah aku salah lihat " lirihku di dalam hati
" Joy apa yang terjadi dengan anak ku " ucap Oliver yang bertanya keadaan Sabrina kepada Joy
Deeeeggggg .....
Mataku melotot ke arah mereka berdua ,, jantungku sedang berdetak sangat kencang ..
" apa yang Oliver katakan kepada joy, apa aku tidak salah dengar " lirihku sendiri yang masih menatap tajam ke arah mereka berdua
Aku berdiri dan berjalan menghampiri mereka berdua
__ADS_1
" Apa maksud kamu " sahutku kepada Oliver
" Apa yang kalian bicarakan? Dan anak siapa yang berada di dalam kandungan Sabrina " tanyaku kepada Joy