tergoda suami tetangga

tergoda suami tetangga
BAB 36


__ADS_3

Tak perlu bagiku dan Joy untuk segera sampai di kantor ku ..


Kini mobilku sudah sampai di depan kantor milik ku ..


Saat aku hendak turun dari mobil Joy aku melihat Joy yang terburu-buru turun dari mobilnya ,, dia berlari kecil ke arah ku untuk membukakan pintu mobil nya ..


" Silahkan bidadari " ucap Joy sambil membukakan pintu untuk ku , sekejap ucapan Joy membuatku sedikit tersenyum


Tapi dengan cepat aku segera menutup bibirku dan tak menggerakkan bibirku .. aku tak ingin Joy mengetahui ku karena tersenyum oleh kata-kata yang keluar dari mulutnya


Aku hanya mengangkat sebelah alisku dan memandang Joy dengan sekilas ...


Aku berlalu pergi meninggalkan nya tanpa berkata apapun kepada Joy ..


Dan kini aku sudah masuk ke dalam perusahaan milik ku ..


Aku tak melihat Joy mengikuti ku ,, dan aku juga tak berharap Joy mengikuti ku sampai masuk ke dalam ruangan milik ku ..


" Pagi Bu " sahut Tantri yang melihat kedatangan ku


" Pagi juga ,, maaf aku terlambat bagaimana meeting tadi ?" Tanyaku kepada Tantri


" Aman ibu semuanya tenang saja sudah saya handle " jawab Tantri kepada ku dengan mengangkat jempolnya ke arah ku


" Terimakasih Tantri kamu memang yang terbaik, aku tinggal dulu ya " sahutku kepada Tantri yang ingin menuju ke dalam ruangan milik ku


Kertas berwarna merah dengan tinta hitam yang bertuliskan


~~Semoga harimu bahagia, bidadari senja ku {JOY} ~~


Aku membaca isi dari sebuah pesan yang berada di tengah-tengah bunga mawar itu..


" Tantriiii _ tantriiii " Teriak ku saat memanggil tantriiii yang berada di luar ruangan ku


" Ada apa ibu " Sahut tantriiii sambil berlari kepadaku..


" Buang ini, aku tidak mau menerima buket bunga dari siapapun dan satu hal tantriiii jika ada yang mengirimkan nya lagi lebih baik kamu buang saja bunga itu Aku tidak mau melihatnya " Ucapku kepada tantriiii karena merasa sangat kesal saat itu..


Aku melemparkan buket bunga itu .. Seketika hatiku merasa sangat kesal..


Getaran sakit di dadaku ku rasakan kembali


Aku tidak perduli dengan sikap joy kepadaku.. Semakin dia berbuat kebaikan dan semakin pula dia mencoba merayuku semakin aku merasakan tersiksa karena mengingat masa lalu yang begitu terasa sangat sakit bagiku..


Aku berjongkok dan menangis sambil memeluk lututku,,, aku tak kuasa menahan air mata yang akan terjatuh dari mataku,, " Kenapa sikapmu berubah, aku benci dengan sikapmu yang memanjakan aku, aku benci dengan sikapmu yang menganggap ku seperti seorang RATU aku membenci mu joy " Teriak ku di dalam dada ku

__ADS_1


Sungguh aku merasa sangat tersiksa dengan sikap joy yang sekarang ini


" Ada apa dengan mu? " Ucap seseorang yang mengagetkan aku di saat aku menangis


Aku mendongkak kan Kepala ku melihat ke arah pintu..


" Jangan mendekat, jangan pernah datang kemari lagi pergiiiiii " Teriak ku kepada joy


" Aurora kamu kenapa? " Tanya joy kepadaku dan joy yang mempercepat langkah nya untuk mendekat ke arah ku


" Pergiii,, pergiii jangan datang lagi kesini " Usir ku kepada joy dengan isak tangisku


Joy berusaha untuk mendekat ke arah ku lagi tanpa menghiraukan aku yang telah mengusir nya..


Joy berusaha memeluk ku di saat aku terpuruk karena sikapnya..


" Tenanglah Ra,, tenang kan dirimu " Sahut joy kepada ku


" Jangan datang kesini lagi aku benci dengan dirimu aku sangat membencimu " Ucapku kepada joy " Jangan menyentuhku pergi dan jangan kembali lagi aku tak mau memulai hubungan lagi dengan mu " Ucapku kembali kepada joy


" Ra ada apa? Tenang ra tenang " Ucap joy sambil memeluk tubuhku


Aku meronta-ronta karena tak ingin di peluk oleh joy..


Aku memukul dada joy bertubi-tubi dengan kedua tanganku. Tanganku mengepal dan ku hantam kan tanganku kepada tubuh joy tapi joy dia tidak sekalipun menghindar saat ku pukul joy menerima semua pukulan dariku


Sejenak aku menangis di pundak joy dan merasakan hangat tubuh joy yang mendekap erat tubuhku.. Aku merasakan tangan joy yang memegang kepalaku dan mengusap lembut rambutku yang telah aku gerai..


Kepala joy yang mendekat ke arah pipiku dan berkata " Maaf kan aku Ra, maafkan aku karena menyakiti mu, maafkan aku " Ucap joy dengan membisikkan suara lembut nya ke arah telingaku..


" Kamu jahat kamu tega saat kamu berselingkuh dengan aku, kenapa kamu datang di saat aku telah melupakan mu " Sahut ku kepada joy dengan suara serak ku


" Lepaskan aku " Ucapku kepada joy yang masih saja memeluk tubuhku yang semakin erat


" Tidak Ra, biarkan seperti ini untuk beberapa menit saja,, aku menyesal Ra maafkan aku " Ucap joy kembali dengan pelukan hangat darinya


Aku meronta kembali dan mendorong tubuh joy yang masih memeluk erat tubuhku..


Aku memandang kedua bola mata joy,, dua bola mata yang mengisyaratkan seolah dia ikut bersedih dengan apa yang aku alami,, pancaran cahaya mata itu.. Pandangan joy kepadaku_pandangan yang tak pernah ku lihat sebelum nya..


Dengan cepat aku segera melepaskan pelukan dari joy di saat ada kesempatan..


Aku berdiri menghindari joy yang masih duduk di atas lantai begitu pun dengan joy dia juga segera berdiri saat melihat ku menjauh darinya..


" Keluar joy jangan datang kesini lagi dan jangan pernah memberikan aku bunga lagi " Ucapku kepada joy

__ADS_1


" Ra aku tak menginginkan apapun darimu aku hanya ingin dekat saja dengan mu, jangan seperti ini Ra dan setiap hari aku akan terus mengirimkan bunga kepadamu ra " Ucap joy kepada ku


" Aku tidak mau menjalin hubungan apapun dengan mu " Sahut ku kepada joy " Dan sampai kapanpun aku tak akan melupakan kelakuan mu yang dulu kamu tidak tahu bagaimana perjuangan ku saat berusaha bangkit dari keterpurukan ku" Ucapku kembali kepada joy


" Ra kamu boleh menghukum ku, semua terserah kamu aku akan menerima semua nya tapi tolong Ra ijinkan aku untuk selalu berada di dekatmu " Pinta joy kepadaku


" Jangan harap aku akan memberimu ijin untuk bisa dekat dengan ku lagi, sebentar lagi kita akan bercerai " Sahut ku kepada joy


" Apa yang kamu katakan Ra? Aku tidak akan menceraikan mu sampai kapan pun dan kamu akan selalu menjadi istriku selamanya " Jawab joy kepadaku


" Apa kamu pikir dengan mengirim kan aku bunga setiap hari bisa meluluhkan hatiku yang telah retak, jangan harap joy jangan mengharapkan aku kembali, aku bukan aurora yang dulu lagi " Ucapku dengan tegas kepada joy


" Ra terserah kamu mau bilang apa saja aku tidak perduli aku akan menerima setiap perlakuan mu kepadaku dan sampai kapan pun aku tidak akan mendatangani surat gugatan cerai darimu " Sahut joy kepadaku


Tookkk... Tokkkkk....


" Maaf ibu rora, tim dari perusahaan CTA sudah datang, beliau ingin berada di luar ingin bertemu dengan ibu rora " Ucap tantri yang membuatku dan joy menoleh ke arah pintu


" Sebaiknya kamu keluar dari ruangan ku, aku ada tamu " Usir ku kepada joy


" Baiklah Ra, nanti aku akan datang kembali " Sahut joy kepadaku sambil melangkah keluar dari ruangan ku


Punggung joy yang semakin ku lihat semakin menjauh dari pandangan ku dan menghilang dari ruangan ku..


" Selamat siang " Ucap seseorang yang melihat ku dan memperhatikan joy yang menjauh dan keluar dari ruangan ku


" Masuk " jawab ku kepada orang mempunyai tubuh tak begitu tinggi tapi mempunyai rahang yang lancip dan mempunyai hidung yang sangat mancung , , aku melihat kedua alisnya yang menyatu di antara pelipis nya..


" Iya, silahkan " Ucapku kepada lelaki itu


" Apakah ini ibu aurora pemilik dari perusahaan ini? " Tanya nya kepada ku


" Betul dan aku rasa kita bisa memulai meeting siang ini " Sahut ku kepada lelaki itu


Siang itu aku dan Steve melakukan meeting di kantorku,,


Steve yang pertama kali memperkenalkan diri kepadaku dan Steve juga yang mengawali meeting siang ini


" Ibu aurora sepertinya anda sedang tidak fokus " Ucap Steve kepada ku saat melihatku tidak begitu memperhatikan meeting yang di bahas siang ini.


Kejadian siang tadi sangat membekas di hatiku.. Aku masih mengingat dengan jelas pelukan joy kepadaku..


" Maaf aku sedang ada masalah, sebaiknya kita akhiri saja meeting siang ini " Ucapku kepada Steve


" Baiklah, saya pamit undur diri semoga anda segera menghubungi saya jika ada sesuatu yang mendesak " Ucap steve kepadaku sambil meninggal kan ruangan kantorku

__ADS_1


Setelah aku melihat Steve pergi dan keluar dari ruanganku, aku segera menghubungi bapak ARI aku mengambil ponselku yang tak jauh ku lettakkan dari mejaku


" Aku ingin segera mempercepat gugatan cerai ku kepada joy, tolong urus secepatnya " Ucapku kepada bapak ARI


__ADS_2