
" Sudah cukup Oliver, lebih baik kamu bangun dan pergi sekarang juga dari rumah ini, tolong beri aku waktu agar aku bisa berfikir lebih jernih lagi " Pintaku kepada Oliver untuk meninggalkan rumah ini
" Tidak aurora aku tidak akan pernah pergi dari rumah ini, biarkan aku berada di dekatmu__ aku janji tidak akan mengecewakan mu, tolong beri aku kesempatan agar aku bisa menebus kesalahan ku kepada mu Ra" Pinta Oliver kepada ku
" Aku tidak mau, aku tidak bisa. terlalu sakit rasa yang kamu beri hingga aku tidak bisa melupakan nya__ " Teriak ku kepada Oliver
" Aurora aku tahu kamu sangat menderita, tolong lupakan semua nya dan bukalah lembaran baru bersama dengan ku aurora, aku janji tidak akan mengecewakan mu" Ucap Oliver yang memohon kepada ku
Oliver bertekuk lutut di hadapan ku dan memohon kepada ku saat ini.
" Tidak Oliver tidak ___ pergi " Bentak ku kepada Oliver dengan nada kesal
" Aurora aku mohon, aku hanya mencintai mu hanya kamu dan Cuma kamu aurora " Ucap Oliver kepada ku
" Bohong aku tidak percaya dengan ucapan mu sama sekali, jika kamu hanya mencintai ku kenapa kamu bisa mempunyai anak dengan Sabrina? Apa kamu pikir aku hanya wanita pengganti di saat Sabrina sudah pergi dan meninggalkan mu selama nya sekarang kamu kembali dan memohon ingin bersama dengan ku lagi__ kamu lelaki jahat __ lelaki brengsek bahkan kamu rela meninggalkan anak mu sendiri hanya demi aku __ " Ujar ku kepada Oliver
" Aurora jangan salah paham, aku dan Sabrina tidak menginginkan semua itu __ semua itu terpaksa dan aku hanya membantu Sabrina saja karena Sabrina hanya ingin menyelamatkan perusahaan joy " Ucap Oliver yang menyakinkan ku
" Kenapa bukan joy saja yang menghamili Sabrina? Kenapa malah kamu. " Tanyaku kepada Oliver dengan mengangkat kedua tangan ku yang seolah masih tak percaya dengan Oliver
" Aurora kamu tahu hubungan joy dan Sabrina tidak mendapat kan restu dari orang tua Sabrina apakah kamu sudah lupa dengan semua itu " Jawab Oliver " Aku bahkan belum sempat memberitahu orang tua Sabrina jika Sabrina sudah meninggal kan dunia ini untuk selamanya " Ucap Oliver kepadaku
" Apa kamu gila Oliver__ bagaimana mungkin kamu tidak memberitahu orang tua Sabrina __ " Teriak ku kepada Oliver
__ADS_1
" Jangan pernah datang kepadaku lagi jika urusan mu dengan orang tua Sabrina belum selesai " Ujarku kepada Oliver dengan membalikkan badan dan memunggungi Oliver saat ini
" Aurora aku tidak bisa, mereka sudah mengusir Sabrina dan mereka juga sudah tidak menganggap Sabrina sebagai anak nya lagi __" Jawab Oliver yang membuatku menoleh ke arah nya lagi
" Kebodohan apa lagi ini Oliver " Ujarku kepada Oliver " Kenapa masalah mu begitu sangat rumit sekali " Ucapku kembali
" Maaf aurora aku akan menceritakan semua nya agar kamu mengerti dan tahu keadaan nya seperti apa sekarang "
" Kamu juga pasti tidak tahu jika perusahaan yang joy rintis dari awal sudah hancur gara-gara orang tua Sabrina, dan joy juga sudah kena karma nya aurora __ orang tua Sabrina begitu kejam semua yang aku lakukan dan rencana yang aku lakukan dengan Sabrina semua nya hancur tak berarti dan tak berguna, kita bertiga telah di tipu oleh orang tua Sabrina mereka dengan kejam tetap menghancurkan perusahaan joy tanpa ampun dan saat Sabrina tau jika telah di bohongi oleh kedua orang tua Sabrina begitu murka dan ingin menggugurkan janin yang telah tumbuh di rahim nya tapi semua itu sia-sia janin itu dengan kuat tak ingin keluar dari rahim Sabrina hingga dia mengalami cacat bawaan __ aku sangat menyesal dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi aku sudah hancur Ra " Jawab Oliver dengan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi
" Tidak mungkin orang tua Sabrina begitu tega kepada anaknya? Kenapa dengan mereka ? Apa yang membuat orang tua Sabrina begitu membenci Sabrina? " Tanyaku dengan penasaran kepada Olivier
" Hanya Sabrina yang tau semua itu Ra,, entah apa lagi yang akan mereka lakukan jika anak semata wayang nya telah meninggal dunia " Jawab Oliver dengan nada lemas
" Sekarang pergi lah aku hanya ingin ketenangan saja " Ucapku kembali kepada Oliver sambil menggendong calista
" Yakin ra kamu ingin aku pergi, apakah kamu tidak akan menyelesaikan semua keputusan mu ini? " Tanya Oliver kepadaku
" Yakin dengan sangat __ aku sudah muak dengan semua nya sudah cukup hidupku di penuhi dengan masalah yang bertubi-tubi dan jika kamu memang mencintai ku pergilah dari sini dan selesaikan masalah mu dulu " Ujarku kembali kepada Oliver
" Baiklah aku akan pergi sekarang juga tapi jika kamu membutuhkan aku, tolong hubungi aku__ aku akan selalu berada di samping mu " Jawab Oliver sambil berdiri dan pergi dari kamar ku
Setelah perbincangan panjang lebar ku kepada Oliver kini dia berjalan menjauh pergi dan keluar dari kamarku, punggung nya yang semakin ku lihat semakin menghilang dari pandangan ku.
__ADS_1
Aku menghembuskan nafasku dengan sangat lega akhirnya aku bisa mengusir Oliver dari kehidupan ku saat ini..
Tapi satu kata yang membuatku jadi teringat akan sesuatu hal yaitu joy yang tempo hari sempat meminta bantuan dariku __
Aku tak tahu masalah nya begitu berat tapi kenapa dia justru tak ingin mengatakan nya langsung kepadaku. Kenapa dia menyimpan semua ini sendirian bahkan saat aku menolaknya dia tak pernah datang lagi dan memohon lagi kepadaku __
Hari itu berlalu sangat cepat..
Panas hujan terang aku lalui seorang diri tanpa hadirnya mereka kembali
Aku melakukan aktivitas seperti hari sebelumnya tanpa ada gangguan dari joy dan juga Oliver..
Hari ini tepat 3 bulan Oliver dan joy tidak memberikan aku kabar sama sekali _ mereka seperti hilang di telan bumi.
Tapi kenapa hatiku justru merasa sangat hampa dan sangat risau,, aku rindu hadirnya Oliver yang selalu saja mengganggu ku yang seolah ingin menjadi pahlawan di saat aku sedang kesusahan..
Siang ini aku berada di dalam kantor sedang menatap sendu ke arah jendela..
Bibirku seolah tersenyum mengingat joy dulu pernah menungguku seharian di bawah sana..
Semua kenangan itu teringat jelas di dalam hatiku.. Dan aku berharap semoga kehidupan mereka akan baik-baik saja seperti dengan kehidupan ku saat ini..
Dan aku yakin akan datang pelangi setelah hujan badai.. Begitu pun juga kehidupan ku..
__ADS_1