tergoda suami tetangga

tergoda suami tetangga
BAB 72


__ADS_3

Kali pertama dalam hidup nya alvin menyadari kehadiran sari yang begitu terlihat sangat memperhatikan nya


Sontak alvin melihat ke arah sari yang berada duduk di depan nya


" Huuukkkzss,,,,, hukkssszzz " Terlihat alvin yang keselek karena ucapan sari


" Pelan-pelan atuhhh " Sahut sari sambil menyodorkan minum ke arah alvin


Dengan sigap alvin segera mengambil minum yang di berikan oleh sari dan meminumnya sampai habis


" Kamu itu ya udah di turutin makan bakso malah minta yang lain__ enggak-enggak pokoknya kita pulang aja habis ini " Ucap alvin sambil menaruk kembali gelas yang kosong itu di atas meja yang tak jauh dari mangkok bakso nya


" Hmmmm kamu kalau lagi kepedesan gitu makin ganteng dech, bibir mu merona seperti pantat babi " Sahuut sari kepada alvin


" Pantat babi? Pernah lihat? " Tanya alvin dengan menahan senyum nya yang dia tahan-tahan


" Pernah dong di televisi, emang kamu gak tau hahahah " Ujar sari sambil tertawa riang saat berdua bersama dengan alvin


Terik matahari yang menyinari bumi seperti halnya hati sari yang bersinar menyinari hati alvin kala itu mereka berdua tertawa riang tanpa memperdulikan orang lain yang memperhatikan mereka berdua


" Kamu itu__ lucu juga ya! " Sahut alvin


" Hmmm baru tau kan, makanya jadi cowok itu jangan jual mahal " Ujar sari dengan nada sewot lalu kembali meneruskan makan bakso yang tinggal beberapa potong lagi


Alvin yang lebih dulu selesai makan bakso dia tak tahu harus melihat ke arah mana selain melihat ke arah sari yang duduk tepat berada di depan matanya


" Pelan-pelan aku tunggu " Ucap alvin sambil menatap sari tanpa berkedip


Entah sari tau atau memang sengaja sari ingin menggoda alvin


" Kenapa gede banget " Gumam alvin saat tak sengaja melihat isi di dalam baju sari yang terlihat sedikit terbuka saat menunduk makan bakso

__ADS_1


" Kenapa lihat-lihat jatuh cinta ya___ " Sahut sari sambil tertawa dan menutup mulut nya menggunakan tissue


" Bahagia banget ketawa melulu dari tadi, udah cepetan akh, panas ini "


" Iya___iya tunggu dulu vin " ujar sari yang masih mengunyah bakso di dalam mulut nya


Saat sari terburu-buru makan bakso tak sengaja sari menumpah kan air ke arah baju nya dan menetes tepat di dua gundukan sari


" Haduh gimana ini vin, basah baju ku " Ujar sari sambil mengibas-ngibaskan baju nya yang basah


" Ceroboh banget sih, mana baju mu putih lagi, udah sana masuk saja ke mobil biar aku bayar dulu ini makanan kita "sahut alvin kepada sari sambil berdiri dari tempat duduk nya


Sontak sari segera lari dan menuju ke arah mobil tanpa membalas ucapan dari alvin


Setelah sari lari ke dekat mobil terlihat sari yang kesulitan membuka pintu mobil, dari kejauhan sari melihat ke arah alvin dan alvin yang mengetahui itu segera memencet remot mobilnya agar kuncinya bisa terbuka


Tak lama kemudian alvin telah selesai membayar makanan yang mereka makan, 2 mangkok bakso spesial pakai pentol besar__ 2 es degan durian__ dan 2 air mineral


" Kenapa gitu? " Sahut alvin saat melihat bibir sari yang merah merona karena kepedesan


" Pedes banget vin, tadi aku mau minum gak jadi udah tumpah duluan ke baju, nih lihat basah kan " Ujar sari sambil memperlihatkan bajunya yang nerawang ke arah alvin


"Gak usah di tunjuk-tunjukin udah tau " Sahut alvin lalu segera menoleh ke arah lain karena tak ingin tergoda dengan dua gundukan sari yang terlihat sangat menawan


Alvin segera menginjak gas nya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi


*


*


*

__ADS_1


Sedang kan disana


Aurora yang ingin melepaskan penat di dalam otak nya dia tak ingin masa lalunya terbanyang-bayang kembali tapi takdir seolah mempermainkan aurora saat ini


Hari yang bahagia dan hari yang sedang di tunggu-tunggu oleh aurora seperti nya hanya khayalan saja dengan hadirnya oliver yang kembali di dalam hidup nya membuat aurora sangat merasakan menderita


" Aurora lebih baik kamu istirahat saja, ngapain tidak masuk dari tadi? " Ujar ibu ika yang melihat aurora duduk di depan teras nya


Ibu ika yang berdiri tak jauh dari aurora dia pun ikut duduk di samping bangku yang aurora tempati karena melihat aurora seperti nya sedang tak baik-baik saja walaupun sudah kembali pulang bersama dengan ibu ika


" Bu__ ibu ingat tidak saat-saat oliver sedang bermain dengan calista di teras itu, kala itu adalah moment yang paling indah menurut ku karena bisa melihat calista bisa tertawa dengan riang saat berada dengan oliver, aku jadi kepikiran calista disana happy tidak ya Bu? " Ucap aurora dengan pandangan yang kosong melihat ke arah teras


" Sudah jangan terlalu di fikirkan nanti kamu jadi sakit lagi, kamu tenang saja calista pasti bahagiaa disana dengan oliver " Ujar ibu ika yang menenangkan aurora


" Bu bagaimana jika bipolar ku kumat lagi, rasanya aku tak tahan memikirkan semua ini " Ucap aurora dengan memegang kedua kepalanya yang terasa sangat sakit


" Aurora ibu mohon nak lupakan semua penderitaan kamu, jika kamu mau kembali dengan oliver lakukan lah jangan memikirkan apapun dan jangan terlalu berfikiran terlalu jauh saat ini kesehatan kamu dan juga anak kamu lebih penting Ra" Ujar ibu ika dengan memeluk aurora yang tak lagi berdaya


"Lakukanlah Apa yang kamu mau jangan di tahan seperti ini aurora dan jika itu bisa membuat mu bahagia ibu akan mendukung mu " Ujar ibu ika kembali sambil mengelus-ngelus pundak aurora


Tak terasa air mata itu keluar menetes begitu saja membasahi kedua pipi ibu ika, kesalahan yang dia buat semua itu hanya membuat aurora semakin menderita


" Aku tidak mau jika semua orang membenciku karena aku lebih memilih oliver, kenapa aku tidak bisa melupakan oliver walaupun dia sudah menyakiti ku Bu, kenapa aku begitu sangat bodoh sekali " Ujar aurora dengan nada yang lirih karena menahan tangis nya di dalam pelukan ibu ika


" Sudah jangan terlalu di pikirkan, besuk ibu akan mengantarkan mu ke psikologi dan kita akan meminta saran apa yang terbaik untuk mu dan juga hidup mu " Ucap Ibu ika karena tak tahu harus berbuat apalagi menghadapi aurora yang seperti nya sudah kacau balau


Hidup aurora yang terasa begitu sangat berat kembali lagi, dia harus memutuskan antara memilih alvin suaminya yang begitu sangat baik hati sekali atau kah dia akan lebih memilih oliver dengan sejuta rasa di dalam hatinya __


# hay reader nantikan di bab terakhir ya... #


Terimakasih selalu setia hingga di bab ini

__ADS_1


__ADS_2