
Kedua kakiku seolah tak ingin berjalan ke arah calista ,, aku tak menyangka jika Calista akan memanggil Oliver dengan sebutan papa ..
Aku melihat kedua mata oliver yang tak henti-hentinya untuk menatap Calista ,, kakinya berjalan mendekat ke arah calista yang berada di dalam kamar bersama dengan ibu Ika
~ BRUAAAKKKKKKKK ~
suara pintu yang di banting keras oleh ibu Ika
Aku tak tahu apa yang di pikirkan oleh ibu Ika saat itu ,, dengan sigap ibu Ika menutup pintu dan mengunci pintu nya dari dalam
Oliver yang terkejut saat mengetahui ibu Ika menutup pintu dengan sangat kencang
" Bukaaa ibu bukaaa" teriak oliver sambil menggedor pintu kamar ibu Ika
" Oliver" teriak ku sambil berjalan cepat menuju ke arah Oliver yang berada tepat di depan pintu
" Sudah Oliver,, lebih baik kamu pergi saja dari rumah ku " pintaku sambil memegangi lengan kekar Oliver
" Tidak aku tidak akan pergi sebelum bertemu dengan calista " ucap oliver sambil mengibaskan tubuh ku hingga terjatuh ke lantai
Oliver yang menatap ku terkejut saat aku terjatuh di lantai ,,
" Rora kamu tidak apa-apa? Maaf rora " ucap oliver yang terkejut saat melihat tersungkur di lantai
Oliver berjalan mendekat ke arah ku dan mencoba menolong ku
" Jangan sentuh aku " ucapku kepada oliver dan mencoba untuk berdiri tanpa bantuan dari Oliver dan aku berjalan menjauh dari oliver
" Rora ,, jelas kan padaku sekarang? " Sahut oliver yang dengan semua rasa penasaran yang dia miliki
" Ra katakan? Tolong Ra aku berhak tau atas apa yang terjadi dengan mu selama ini ? " Rengek Oliver kepada ku
Oliver menyakinkan aku agar aku berkata yang sesungguhnya kepada dirinya
Aku tidak memperdulikan perkataan dari oliver ,, aku berjalan terus hingga sampai di teras rumah ku
" Aurora " teriak oliver dari belakang ku
" Pergi " jawab ku singkat sambil mengangkat tangan yang menunjukkan Oliver agar pergi dari rumah ku
" Ra aku tau aku salah sudah menikah dengan Sabrina, semua itu karena terpaksa,, aku akan jelaskan semuanya kepada mu tapi aku mohon kamu cerita kan semua nya yang terjadi kepadamu ?" Pinta Oliver kepadaku
" Jadi kamu sudah menikah secara hukum dengan Sabrina ?" Tanyaku kepada Oliver
" Iya Ra ,, cerita nya panjang Ra ,, Sabrina tidak mendapatkan restu dari orang tuanya saat dia menikah diam-diam dengan Joy sehingga mereka lebih memilih bercerai dan kejadian itu tidak lama setelah kamu pergi dari meninggalkan kita semua ..
Aku tidak berkutik Ra ,, pernikahan palsuku dengan Sabrina ketahuan oleh orang tua Sabrina ,, "
" Cukup Oliver cukup ,, aku tidak mau mendengarkan semua nya ,, sudah cukup bagiku untuk sakit hati dan aku sekarang hanya ingin hidup bahagia saja bersama dengan anakku " ucapku saat memotong pembicaraan Oliver saat ingin menjelaskan semua yang terjadi dengan dirinya dan juga Sabrina
" Jadi benar Calista itu anak mu Ra ? Jangan egois Ra , aku tau kamu sangat penasaran dengan apa yang terjadi dengan kita bertiga ,, tidak mungkin jika kamu tidak ingin tau sampai kamu bela-belain untuk datang kerumah ku dan ingin menemui ku " ucap oliver kepada ku "katakan Ra katakan jika itu benar " teriak Oliver yang mengibaskan kedua tangannya ke bawah dengan sangat cepat
" CUKUP ,, PERGI DAN JANGAN GANGGU AKU LAGI " teriak ku balik dengan Oliver
" Kamu benar benar egois Ra ,, kamu tidak mencintai putrimu dengan tulus tapi kamu malah menyiksa Putri mu SENDIRI " ucap oliver dengan nada tinggi nya
suara tamparan keras yang melayang di pipi Oliver
" PUASSS KAMU BILANG SEPERTI ITU KEPADA KU ,, PUASSS KAMU " teriak ku kepada oliver
Tak terasa air mata yang ku bendung di dalam kedua mataku terjatuh juga..
Aku tidak bisa menahan Isak tangisku, badan ku berjongkok ,, kepalaku yang bersembunyi di Antara lutut ku dan kedua tangan ku yang memeluk lutut ku di atas lantai ..
Aku menangis mengeluarkan apa yang ada di dalam hatiku ..
" Aurora maafkan aku " ucap Oliver sambil memegang tangan ku
" Kamu jahat sama seperti dahulu ,, kamu sangat jahat " ucapku yang memberontak saat Oliver ingin memelukku
" Maaf Ra,, maafkan aku Aurora " ucap Oliver sambil memaksa memeluk ku
Kini tubuhku dan tubuh Oliver sedang bersentuhan,, Oliver yang menarik tubuhku dan memeluk ku dengan sangat erat ..
Percuma aku memberontak tetap akan kalah dengan tenaga yang di milik Oliver ..dan tangan ku yang tak henti-hentinya memukul dada kekar Oliver ..
__ADS_1
" Menangis lah Aurora jika itu bisa membuat mu tenang ,, " ucap Oliver sambil mengelus punggung ku dengan sangat lembut
Aku merasakan ada tetesan air mata yang menetes di antara rambut ku di saat Dagu Oliver menempel di atas rambutku ..
Pelukan oliver yang aku rasakan semakin sangat erat ..
" Lepaskan aku " pintaku kepada Oliver
" Baiklah aku akan melepaskan mu tapi kamu berjanji akan menjelaskan semua nya kepada ku " ucap oliver dengan nada lembut nya
Dan aku hanya mengangguk kan kepalaku ke bawah tanpa berkata apapun
Seketika itu oliver melepaskan pelukan erat nya kepadaku dan memandang kedua bola mataku yang nampak sangat memerah ..
{{{ Lagi lagi ingusku sangat banyak hingga menetes di atas bibirku }}}
~~~ SREEEKKKKKK ~~~~
suara tangan ku yang membersihkan ingusku di bajunya Oliver
" Kamu masih sama seperti dulu Ra " Ucap Oliver yang memandangku dengan sedikit tersenyum ..
" Berdiri lah , lebih baik kita duduk di atas " ucap oliver yang menarik tangan ku untuk berdiri dan duduk di atas sofa yang berada di teras rumah ku
" He"emb " ucapku sambil berdiri dan berjalan ke arah sofa itu
" Minum lah " ucap oliver kepada ku
" Ya minum ku Ra ,, masak minum nya hantu " sahut Oliver kepada ku
Aku menoleh dan melihat matanya dari samping ..
Lalu aku meminum air putih yang di berikan oleh oliver ..
Sebentar aku menghisap nafas dengan dalam dan mengeluarkan nya dengan sangat perlahan ..
" Sudah lebih baik ?" Tanya Oliver kepadaku
" Ya ,, baiklah aku akan menceritakan semuanya kepada mu " jawabku kepada Oliver
" Hmm itu yang dari tadi aku tunggu" sahut Oliver
" Tapi dari mana aku harus bercerita? Aku binggung harus mulai dari mana ? " Ucap ku kepada oliver sambil memandangi Oliver yang mengambil air minum yang aku bawa
" Tunggu,, sebelum kamu bercerita aku ingin bertanya satu hal yang sangat penting, apakah kamu sudah menikah ?" Tanya oliver kepada ku
" Kamu lihat suamiku di dalam ?" Tanya ku kembali kepada oliver
" Tidak Ra , jadi benar kamu sudah menikah ?" Tanya oliver ke dua kali kepada ku
__ADS_1
" Ya belum lah ,, mana mungkin jika aku saat ini sudah menikah lagi pasti suami ku akan ada di dalam oliv " jawab ku dengan nada kesal
" Baiklah jika kamu tidak menikah ,,, berarti kemungkinan besar Calista anak aku atau anak dari Joy ? " Tanya oliver kepadaku sontak aku langsung melihat ke wajah Oliver yang duduk di sebelah ku
" Hmmm tapi sayang nya aku tidak tahu Calista itu anak nya siapa oliv " jawab ku sambil menekuk wajah ku ke bawah
" Kamu yakin tidak mengetahui nya ?" Tanya oliver kepada ku lagi
" Benar ,, jika aku tau Calista anak siapa mungkin aku tidak akan menceraikan Joy " jawab ku kepada Oliver
" Apa kamu bercerai dengan Joy ? Kapan ? " Tanya Oliver
" Kemarin akta nya sudah keluar dan aku sudah sah menjadi janda " jawab ku dengan acuh
" Syukurlah jika kamu sudah bercerai" jawab oliver " jadi aku bisa leluasa untuk mendekatimu " sahut Oliver
" Tidak jangan pernah berfikiran seperti itu ,, aku tidak akan menerima mu kembali ,, dan aku rasa apa yang perlu aku ceritakan sudah cukup " ucapku sambil melangkah masuk ke dalam rumah
" Raaa ,, Aurora " teriak Oliver kepadaku
Aku segera mengunci pintu rumah ku saat aku menginjak ke dalam rumah .. aku tak peduli lagi dengan Oliver membuntuti dari belakang ..
Wajah nya yang terlihat sekilas saat aku menutup pintu rumahku dengan sangat kencang
Aku segera mendatangani ibu Ika yang berada di dalam kamar bersama dengan Calista ..
\*
\*
Beberapa hari kemudian ...
" Selamat pagi ibu , masak apa harum bener baunya ?" Ucap ku sambil berjalan kepada ibu ika yang berada di dapur
" Masak makanan kesukaan kamu ,, bagaimana keadaan hatimu saat ini ?" Tanya ibu Ika Kepada ku
" Baik Bu , aku merasakan ada ketenangan saat berada disini .. aku lega akhirnya aku bisa menghindar dari mereka semua .." sahutku kepada ibu Ika
Beberapa hari lalu setelah kepergian Oliver dari rumah ku ,, aku dan ibu Ika berencana untuk pergi berlibur karena ingin menghindar dari mereka ..
Ibu Ika mendengar kan semua perkataan ku dengan oliver dengan siang itu dan ibu Ika lah yang mengajak ku untuk menenangkan diri beberapa hari ..
" Ibu takut kamu kembali seperti dulu ,, jika kamu sudah merasa tidak kuat dengan kehadiran mereka kembali bilang sama ibu kita akan pergi mencari rumah yang baru saja " sahut ibu Ika sambil berjalan mendekat ke arah ku
" Terimakasih Bu, tapi sampai kapan aku bisa menghindar dari mereka semua? Baik sekarang ataupun nanti pasti suatu saat kejadian seperti ini akan terulang kembali ,, jika aku tidak menghadapi nya sekarang lalu kapan lagi Bu?" Jawab ku kepada ibu Ika
" Tapi Ra ,, jika kamu belum siap jangan terlalu di paksa kan ,, ibu tahu kamu menderita" Ucap ibu Ika
" Nanti semakin Calista bertambah dewasa dia pasti akan bertanya siapa ayah kandung nya ibu , lalu apa yang harus aku katakan kepada calista " jawab ku kepada Ibu Ika
__ADS_1
" Ra kamu tidak ingin melakukan tes DNA untuk Calista?" Sahut ibu Ika yang membuatku menatap ke arah wajah ibu Ika